Bons Cell Racing Team Nganjuk : Penguasa Kelas Bebek 2 Tak Pemula

 

Bons Cell Racing Team Nganjuk. Toko HP & pulsa Bagor, Nganjuk yang turut meramaikan pesta kompetisi bebek 2 tak 116 c Jatim.

 

Salah satu tim road race Jatim yang layak diperhitungkan. Kendati nama timnya terbilang baru, tapi squad di dalamnya pelaku balap kawak, yang digawangi M. Adi dan M. Ibiit. Bahkan kabarnya, tenar di road race dan karapan liar sejak 98, kemudian geser ke drag bike resmi.

 

 

Konsistensi M. Adi dan M. Ibit di dunia racing seakan tak pernah padam. Apalagi sekarang keduanya, banting haluan di road race, membawa bendera Bons Cell Racing Team, Bagor Nganjuk. Bons Cell memang tenar di Bagor, Nganjuk, sebab dikenal proses pembelian bisa nge-bon alias utang. Dari situ pula nama Bons diusung, hingga popularitasnya sebagai pendatang baru di kompetisi bebek 2 tak diperhitungkan.

 

Apalagi, obsesinya berlaga di road race juga tak muluk, cuman pingin menguasai di kelas bebek 2 tak 116 cc pemula. Dibela oleh duet rider potensial Andra Ramadhan dan Rama Edo, dengan korekan kuda besi yang sama. Praktis di setiap even road race, merangsek ke podium. Ngerinya, urusan perfroma mesin diback up langsung oleh Nanang Setiabudi tuner yang lagi di atas angin spesial urusan bebek 2 tak.

 

Menjelang musim kompetisi 2019 ini pula, serum korekan mesin sebagian mengalami refresh. Krusial, gigi rasio dipilih dan dikaji dengan perbandingan gigi 1(35-14), 2(28-17), 3(24-19) dan 4(25-26). Makin agresif ketika dibooster perbandingan kompresi 6,9 : 1 dan as kruk Yamaha SS2 yang diklaim tahan banting.

 

Piston ART dipadu porting blok silinder garapan Nanang. Spesial melayani semua tipikal menu desain sirkuit.

 

Konversi power ke final gear 13-41 diolah lebih rata, dengan asumsi tinggi transfer diplot di 40 mm. Itu artinya, durasi terbukanya piston jadi lebih lama. Akumulasi gas segar dari karbu berventuri 23 mm, jadi meningkat. Cuman, konsekuensi saat merujuk ke perbandingan kompresi 6,9 : 1 tadi, bawaan motor cenderung smooth.

 

Outputnya, traksi pacuan Andra dan Rama itu jadi kian terjaga sempurna, lantaran kurva power lebih smooth. Menciptakan sentrifugal terkecil di u-turn jadi memungkinkan, dengan kontrol mesin yang jinak tadi. “Cuman, saat keluar tikungan patah kedua rider tadi mesti improve untuk mengumpan RPM lebih tinggi, dengan potensi over power lebih kecil, ”urai Nanang yang mematok tinggi lubang buang di 26 mm.

 

Knalpot basis OEM. Penuh perhitungan hasil riset berkesinambungan & lagi jadi incaran.

 

Jelinya, racikan knalpot spesial dirakit penunjang gasingan atas bawah, kendati spul dan fulser masih standar. Menganut diameter perut 32 cm, leher 32 mm dan panjang stinger 4 cm. Riset knalpot yang lebih dari 2 tahun ini, tak cuman sukses untuk back up di trek pasar senggol. Bahkan, untuk ketahanan piston ART yang diaplikasi juga dinilai reliable. Efek dari tetap optimalnya, terjadinya proses turbulensi.   pid  

 

 

Spesifikasi

As kruk : Yamaha SS2, Piston : ART, Venturi karbu : 23 mm, Final gear : 13-41, Perbandingan kompresi : 6,9 : 1, Spul : OEM, Gigi rasio : 1(35-14), 2(28-17), 3(24-19) dan 4(25-26)