Big end standar 57, 9 mm digeser menjadi 64,7 mm dikombinasi piston Tiger berdiameter 64 mm. Kapasitas mesin jadi melonjak dari 113 cc menjadi 208 cc. Lebih lanjut, katup diover size berdiameter 31 mm (in) dan 27mm (ex). Dikontrol cam shaft CLD, berikut pegas katup racing berlabel Swedia.
Keihin PE 28 mm dengan skep 32 mm dan seting main jet 120 dan pilot jet 40, lebih klop mengawal putaran menengah atas. Sedang gasingan bawahnya dilayani roller 7 gram, berikut movable-fixed drive face dicangkok dari kawahara.
"Dan pengapian set tetap mempertahankan Mio, cuman CDI saya coba pakai 5VV milik Fino, "tegas Eko. l Nda
YAMAHA MIO - SIDOARJO : UP GRADE 208 CC LAYANI KARAPAN
YAMAHA MIO - SIDOARJO : UP GRADE 208 CC LAYANI KARAPAN
NGETES SPEED motor en skutik berparas karapan di bilangan jalan tol HK Gempol, Pasuruan memang tergolong ramai. Eko Sredek sampai panas, hingga Mio hariannya diupgrade kapasitas mesinnya. "Sampai hari ini trend ini menjadi ajang gengsi remaja penyuka racing disana," jelas tuner mantan crosser yang punya workshop di desa Kedung Kendo, Sidoarjo ini.
