Dengan menggunakan perangkat lunak dari fFpro ini, engineer KTM bisa mengulas dan menganalisa kemampuan perangkat lampu motor KTM dalam simulasi yang lebih nyata, sebelum nantinya dijadikan prototipe, dan diproduksi. Selain itu, juga bisa menghemat waktu dan biaya pengembangan.
"Dengan simulasi bisa membantu kami mengevaluasi distribusi cahaya, dinamik dan persepsi pengendara sebelum nantinya dikembangkan dalam bentuk prototipe. Jadi, ada korelasi yang kuat antara virtual dan fisik sehingga kami kian yakin nantinya saat diproduksi," optimis Philipp Schweigerer, Optical Engineer R&D KTM.
Tim pengembang KTM sendiri menggunakan simulator desktop dengan headset virtual yang masuk dalam lingkungan simulasi fFpro dan bisa mengambil data performa dari sisi perspektif pengendara. Headset-nya sendiri dilengkapi teknologi eye-tracking sehingga engineer benar-benar mengetahuinya dengan presisi.
Dalam simulasi fFPro ini, saat lampu motor menyorot jalanan, semua hal bisa terekam dalam perspektif pengendara, dari mata kucing, rambu lalin, marka jalan hingga pantulan cahaya lampu kendaraan lain. Kemudian, lampu akan otomatis menghitung pendaran dan cahaya lampu dalam bentuk data simulasi.
Untuk test jalannya, KTM memilih jalan raya virtual dekat pabrik di Mattighofen Austria dan menggunakan sebuah model yang dibangun oleh fFPro dan sudah dilengkapi LiDAR data scan sehingga mudah untuk mengirimkan data simulasi ke data nyata.
editor/foto : punk/ktm
