Wanita kelahiran Pare-Pare ini terbilang memiliki semangat tinggi di setiap bidang usaha dan bisnis yang dijalani. Fitri dibesarkan dari keluarga penghobi otomotif di Jl. Usman Isa, Pare-Pare, juga sebagai tetangga dekat almarhum Baharudin Jusuf Habibie.
Jarak dari rumah berkisar 75 meter, babe (sapaan akrab almarhum BJ Habibie) dan papa adalah teman main waktu kecil. Bedanya kalau papa, hobinya otomotif dan babe suka kedirgantaraan. “Banyak kisah papa dan babe, sejak kecil hingga dewasa, ”ulas ibu dua anak kelahiran 83 itu.
Fitri sejak duduk di bangku SD, sering kali mendapat mandat sebagai asisten mekanik, saat orang tua-nya lagi maintenance mobil sampai modifikasi.
Dari kebiasaan saking seringnya ikut bantu-bantu papa, nama dan istilah kunci saya sampai hafal. “Apa itu igo, kunci momen, obeng ketok sampai alat tap pembuat drat, ”kenang Fitri.
Dari familiarnya dengan aktifitas otomotif ini, Fitri jadi makin sering dilibatkan di kegiatan otomotif oleh kerabat di saat masih remaja. Seperti balap liar di seputaran Pare-Pare, hingga ditunjuk sebagai tim konsumsi oleh teman-teman penghobi grasstrack di Puncak Mario, Sidenreng Rappang, Sulsel.
Bahkan Fitri saat menimba ilmu di UMI, Makassar tahun 2001 dikenal sebagai cewek tomboy. Sebab, disaat teman cewek-nya santun menunggang matic dan bebek, Fitri justru naik Ninja 150, knalpotnya pakai 3V3 lagi.
Karakter seperti ini yang sering bikin papa menepuk jidat. “Tapi ya salah siapa, sejak kecil sudah jago menjadi asisten mekanik, ”tawa Fitri. Tapi, sebenarnya ada hikmah dibaliknya, sebab dengan seringnya saya membantu papa, ada kiasan yang tersampaikan. Kira-kira hidup itu harus disiplin dan memiliki peran sosial tolong menolong terhadap sesama.
Pasal itu, mata kuliah teknik sipil yang didominasi cowok, menjadi pilihan Fitri. Sebab, naluri teknik dan soal perhitungan, telah terbangun pada pribadi Fitri sejak belia.
Memang sih, dari kebiasaan sejak kecil hidup di lingkungan otomotif, saat beranjak dewasa, saya dikenal sebagai pribadi yang memiliki nilai sosial tinggi, bahkan menjadi influencer. “Ringan tangan suka membantu teman, mengalir tanpa pamrih gitu, ”urai blesteran Makassar Arab itu.
Ironisnya, saat dewasa Fitri dipertemukan dengan aktifitas menjadi Supervisor Beauty Center Theguh Wijaya Negara, Denpasar sebuah salon kecantikan yang telah memiliki 103 cabang. Di aktifitas yang menyimpang jauh dari latar belakang Fitri ini, hanya berjalan 3 tahun, dari 2006 hingga 2009.
Dari prestasi gemilang yang diraih Fitri, hingga membawa banyak perubahan yang signifikan, akhirnya di 2010 Fitri mendapat tawaran fantastis dari The Shampoolounge, Seminyak, juga salon kecantikan hingga 2013.
Disini awal Fitri dipertemukan Andy Tenggara yang kebetulan baru pulang menimba ilmu dari Shenzhen University, China di 2010. Sebab pemilik The Shampoolounge tak lain kakak Andy. Proses perjalanan singkat pendekatan selama 4 tahun, akhirnya di 2014 Fitri dan Andy melangsungkan pernikahan.
Eko Suprayitno Tenggara orang tua Andy sampai dibuat heran dan tak percaya, saat resepsi pernikahan yang berlangsung di seputaran Legian, Denpasar. Sebab, undangan yang hadir diluar ekspektasi, membludak dan meriah.
“Belum lagi, glamournya style tamu undangan yang hadir, dari big boss, tuan tanah, exmud sampai pebisnis, dengan atmosfir bikers sejati, “cerita Fitri.
Di lembaran kehidupan baru ini, Andy yang baru saja menyelesaikan mata kuliah di bidang design interior itu, sepakat mengajak Fitri untuk menggeluti dunia usaha baru, di bidang property, di seputaran wilayah Canggu, Badung, Kuta Utara.
Andy dan Fitri termasuk exmud yang berani melawan arus, disaat arsitek lagi ramai mendesain rumah bergaya mediterania, Scandinavian, industrial, Andy dan Fitri justru menawarkan tampilan villa classic dengan nama Wooden Villas di Canggu, Badung, Kuta Utara, dengan tampilan yang asri dan artistik.
Sejak awal dibangun banyak diminati oleh bule seluruh dunia, khsusnya yang ingin mendapatkan suasana berbeda. Di satu sisi perjalanan bisnis Andy dan Fitri di dunia property ini, selalu dikabuti oleh dunia otomotif di pulau Dewata itu, yang kebetulan terjadi kecenderungan lahirnya builder-builder baru.
Selain itu faktor kebetulan kerabat dekat dan kolega bisnis Andy, 98% penggemar bahkan mania otomotif. Seperti Ifan bule asal Inggris sesepuh komunitas ER6, belum lagi komunitas IMBI yang didalamnya banyak bercokolan kolega bisnis Andy.
Andy sempat panas, hingga membeli Suzuki GSX R1000, agar bisa dekat dengan komunitas-komunitas big bike. Dari sini Andy mengawali sebagai bikers sejati, hingga aktif ikut fitness menguatkan paha dan bahu, agar ringan membawa gacoan terbarunya.
Setelah GSX R1000, Andy juga sempat membangun low rider berbasis matic, seiring dengan trend yang berkembang. Tapi, tak berjalan mulus, sebab beberapa kali Andy tertipu, hingga akhirnya berganti ke mainan mobil ramah lingkungan Smart dan Harley Davidson.
Tapi, dari sekian bejibunya trend otomotif, fenomena maraknya builder yang justru menggelitik Andy. Sebab, menurut Andy perbandingan karakter builder dan dedikasi Andy di bidang design interior Andy, bisa disebut ada persamaan.
Keduanya sama-sama mengacu ke nilai seni dan improvisasi. Motivasi ini yang mendorong Andy dan Fitri ber-ekspansi mengembangkan sayap bisnisnya di segmen otomotif pada 2019.
Surabaya yang dinilai sebagai wilayah pasar produktif dijadikan pilihan. Dengan memanfaatkan rumah orang tua Andy di Jl. Raya Jemursari 28, Surabaya menjadi pilihan sebagai workshop The Spawn Custom Garage.
Dan kalau meninjau dari review perjalanan kehidupan Fitri, pada point ini Fitri serasa diajak bereinkarnasi dengan otomotif. Disini Fitri kembali membuka kamus soal disiplin menjalani kehidupan dan sosial. pid
