Mengenal Airbag, Teknologi Pengaman Pengemudi Yang Sukses Dikembangkan Mercedes-Benz

TEKNOLOGI AIRBAG. Sekarang berkembang sangat pesat dan menjadi standar kelengkapan keselamatan pengemudi dan penumpang.

Kantong udara pengaman atau airbag pengemudi dan pengencang sabuk pengaman (seat belt tensioner) awalnya disebut dengan pengencang sabuk (belt tightener), merupakan inovasi yang muncul pertama kali di bulan Desember 1980 dan dikenal sebagai inovasi di bidang keselamatan yang terbaru dan mutakhir dari Mercedes-Benz.



Empat puluh tahun lalu, tepatnya 1980, sedan luxury S-Class seri model 126 dalam jumlah terbatas merupakan mobil pertama yang dikirimkan ke pelanggan dengan teknologi ini dan menjadi milestone terbaru di bidang keselamatan pasif dalam serangkaian inovasi luar biasa dari Mercedes-Benz.

 

Airbag merupakan hasil kolaborasi dari Daimler-Benz AG dan Bosch. Lebih dari 100 unit S-Class disematkan dengan sistem keselamatan terbaru dan diluncurkan dari jalur perakitan di bulan Januari dan Februari 1981. Hal ini mengantarkan kesuksesan sistem pengaman (restraint system) yang selanjutnya diadopsi dengan cepat oleh banyak pabrikan otomotif di seluruh dunia.

 

 

S-CLASS SERI 126 KELUARAN DESEMBER 1980. Model pertama Mercedes-Benz yang sudah dilengkapi airbag mulai dikirim ke konsumen.




Sistem pengaman pertama kali diperkenalkan ke seluruh dunia di Amsterdam International Motor Show yang diselenggarakan dari tanggal 5 hingga 15 Februari 1981. Satu bulan kemudian, Mercedes-Benz mempresentasikan airbag pengemudi dan pengencang sabuk pengaman kepada publik di Geneva Motor Show. Kombinasi dari kedua sistem tersebut pada awalnya hanya tersedia untuk S-Class dan SEC Coupés sebagai fitur opsi dengan biaya sebesar DM 1,525.50.



Ide dasar airbag sendiri diusungkan oleh seorang penemu Walter Linderer. 1950-an, Walter telah merancang apa yang dia gambarkan sebagai "wadah tiup dalam keadaan terlipat, yang secara otomatis mengembang jika ada bahaya". Pada 6 Oktober 1951, penemu kelahiran Munich mengajukan paten "perangkat untuk melindungi orang di dalam kendaraan dari cedera jika terjadi tabrakan" ke Kantor Paten Jerman.

 

PATEN AIRBAG. Terinspirasi dari ide penemu Walter Linderer.



Meskipun dalam aplikasinya Linderer secara tepat menjelaskan prinsip airbag, persyaratan teknis untuk sensor dan juga untuk pembangkit gas cepat tidak ada pada masa itu. Udara tekan konvensional tidak cocok untuk menghasilkan tekanan yang diinginkan karena membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk mengembangkan airbag. Bahan elastis dan sangat tahan robek yang diperlukan untuk membuat airbag juga tidak tersedia pada saat itu.

 

 

PENGEMBANGAN AIRBAG. Setelah melakukan sekitar 250 uji tabrak, lebih dari 2.500 mobil uji luncur, dan ribuan uji coba pada masing-masing komponen, insinyur keselamatan Mercedes-Benz berhasil membawa teknologi airbag ke proses produksi.



Sejak tahun 1992, airbag pengemudi merupakan perlengkapan standar di semua model merek, dan diikuti oleh airbag penumpang depan sebagai standar dalam fitur keselamatan di tahun 1994. Banyak varian airbag lain mengikuti di tahun-tahun berikutnya dan bantalan pelindung yang menggembung ini, yang dipasang di berbagai posisi di kendaraan, telah lama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari konsep keselamatan integral Mercedes-Benz.

 

 

KANTONG PENGAMAN. Kini juga sudah dipasang untuk jok belakang.



Teknologi ini pun berkembang dengan "SRS airbag ", singkatan yang awalnya terlihat pada roda kemudi model Mercedes-Benz yang dilengkapi dengan teknologi ini.  SRS adalah singkatan dari "supplemental restraint system" karena melengkapi sistem sabuk pengaman, yang merupakan sistem pengaman utama.



Peredam benturan di roda kemudi ini berukuran besar karena harus mengakomodasi penutup kain yang besar: saat digelembungkan, kantung udara pengemudi pertama memiliki volume antara 60 hingga 70 liter. Hal yang sama berlaku untuk pengembangan airbag penumpang depan.




naskah/foto ; punk/mb