Empat Cara Gampang Mengetahui Kondisi Kesehatan Busi

Musim penghujan sudah dekat, nggak lucu dong motor ngadat di tengah hujan gegara busi rewel. Masih mending jika rewelnya karena basah kena air saja. Kalo busi koit? Alamak ndorong motor dong ! Nah, buat persiapan menghajar aspal basah, ada baiknya mengecek kondisi busi sebelumnya.




Ada cukup banyak cara mengetahui kondisi busi, apalagi buat bikers yang bisa ngoprek motor sendiri atau yang suka DIY alias Do It Yourself. Namun, buat kaum awam, ada beberapa trik yang bisa dilakukan buat ngecek kondisi busi, apakah siap tarung atau kalah sebelum tanding. Berikut caranya !


PAKAI TESTER BUSI

 


Ini trik paling simpel, apakah busi dalam kondisi oke, mati atau ada tidaknya arus listrik. Caranya juga gampang, tinggal tempel pakai tester busi tersebut. Tester busi ini, atau bahasa kerennya spark plug tester atau ignition signal detector adalah alat untuk mengetahui ada tidaknya arus listrik dari koil ke busi.



Di tester ini, ada lampu yang akan menyala jika ada arusnya. Jika lampu redup atau tidak menyala, tentu saja dipastikan tidak ada arus. Cara ini, lebih hemat dan tidak perlu bongkar atau copot busi. Di pasaran, alat ini juga tersedia dalam ragam bentuk dan harga, dari yang seperti pulpen, colokan hingga kotak ala multi tester.

 


MELIHAT WARNA UJUNG BUSI

 

 

 


Trik ini sama simpelnya, tetapi butuh tools untuk membuka busi. Meski begitu, juga terbilang super gampang, karena dengan melihat warna isolator dan elektroda di ujung busi, akan kelihatan bagaimana kondisi busi, atau bahkan bisa melihat juga bagaimana pembakaran di ruang bakarnya.



Isolator yang basah dan berwarna coklat ketuaan atau hitam, berarti pembakaran basah, yang mana ada indikasi lebih banyak bahan bakar yang masuk ke ruang silinder. Sebaliknya, jika isolator putih kering, menunjukkan jika pembakaran kering, yang mana lebih banyak udara yang masuk ke ruang bakar daripada fuel-nya. Adanya kerusakan di busi, seperti isolator yang terkelupas juga bisa menunjukkan ada benda asing atau endapan di ruang bakar.

 


PAKAI MULTI TESTER

 

 

 


Seperti tester busi, multi tester juga bisa dipakai untuk mengecek kondisi busi dan pengapian. Setel dulu multi tester di ukuran ohm untuk membaca hambatan. Bila jarum bergerak, berarti busi oke dan siap pakai. Tetapi jika jarum tidak bergerak sama sekali, menandakan busi mengibarkan bendara putih dan minta lembiru.

 



MELIHAT KILOMETER DI ODOMETER

 

 

 


Punya motor, tentu selalu melirik rumah speed yang didalamnya tertera angka odo meter kan? Dan pastinya, tentu motor diservice. Paling tidak, tiap beberapa kilometer tertentu, misalnya tiap 3000 km, 5000 km atau 10.000 km. Nah, kilometer ini bisa dipakai untuk menentukan masa pakai busi.

 

Jadi, selain melihat kondisi sebenarnya, penggantian busi bisa dilakukan berdasarkan jumlah kilometer yang sudah ditempuh. Idealnya, busi bisa diganti untuk setiap 6000 km atau mentok di angka 10 ribu. Dan jangan lupa, saat penggantian busi lebih dulu dicek kerenggangan celah busi menggunakan feeler.

 



naskah/foto : punk