RAT MOTORSPORT SIDOARJO : SETELAH REAMER SAATNYA MAINAN CUTTER VALVE


 

Cutter valve. Bisa dimanfaatkan pembentuk tipikal gas segar ke ruang bakar & flow lebih meningkat.

 

Memaksimalkan masuknya udara dan bahan bakar atau gas segar, tak lagi cukup dengan menghaluskan kulit jeruk, atau malah main reamer besarkan diameter porting intake. Hadirnya flowbench meter, makin memacu tuner meng-efektifkan suplai gas segar dikonversi ke tenaga, meliputi HP maksimal dan Torsi maksimal.

 

 

 

 Pada stage up grade performance mesin kali ini, sedikit merubah desain dan kontur porting intake orsinya. Mengingat, ketika meninjau jalur penampang jalur intake, masih ada sambungan yang kurang rata, bahkan sampai chamber dengan sudut tajam. “Tak percaya monggo diraba pakai jari, ”buka Swega empunya RAT Motorsport, di Jl. Raya By Pass Juanda 17, Sidoarjo.

 

Kalau mereview topik memaksimalkan flow gas segar ini, jadi mengingatkan pada salah satu produk bebek 4 tak 110 cc saat di musim kompetisi road race 06. Hingga titik lubang intake mesti digeser ke belakang 8 mm dan ke kanan 4 mm, untuk meminimalisir chamber intake.

 

Prosesnya, jelas dibobok las diral dan porting ulang. “Tapi, sampai di level ini, saya yakin tuner rumahan sampai yang punya cap racing pasti sudah familiar, ”urai Swega.

 

Sekarang giliran menyoroti seputaran katup, meliputi sudut punggung katup, valve face angle dan seteng-nya. Memang sih, untuk menghendaki flow yang ideal, katup juga wajib diganti. Sebab, kalau sampai dibobok las jenis apapun beresiko.

 

Lebih sip, ganti katup kompetisi, dengan kontur punggung katup lebih landai. “Tapi, untuk mendapat kontur super landai, biasanya bagian itu dikontur ulang dengan media bubut, di seputaran tepi atas atau bawahnya, ”terang tuner yang kaya riset itu.

 

 

Berikutnya, menginjak bagian yang terumit, silahkan bawa ke spesialisnya, lantaran butuh special tools berupa cutter valve. "Apalagi pada proses ini membutuhkan 3 mata cutter valve, terbagi 30 derajat, 45 derajat dan 60 derajat, "ingat Swega.

 

Detailnya, cutter valve 30 derajat manfaatkan untuk membentuk kontur yang dikehendaki pada profil seteng katup. Jadi tepat berdampingan dengan bidang skir pada seteng katup, tapi di sisi dalamnya. Bagian ini juga yang menentukan, proses meminimalisir terjadinya hambatan flow gas segar.

 

 

Sedang mata cutter valve 45 derajat, untuk memahat setelah bidang skir seteng katup dan sudah menginjak pada profil bahan almu olahan silinder cop. Terakhir, pembentukan sudut 60 derajat atau 75 derajat, bisa diterapkan untuk mengarah atau mempolakan gas segar, sesuai riset yang berjalan.

 

Prinsipnya, bisa simetris, miring untuk membentuk cyclone atau justru dibuang ke samping, guna meratakan bias panas crown piston.

 

 

“Untuk sudut seteng bidang skir atau valve face angle, bisa fleksibel mengikuti sudut sebelum dan sesudah bagian ini, dari angka ideal sudut valve face 45 derajat. Sehingga, sudutnya bisa ditambah atau dikurangi, ”tunjuk Swega yang menambahkan up grade performance stage ini akan ideal diterapkan kelar bore up tipis 25 cc.     pid

 

 

RAT Motorsport

Jl. Raya By Pass Juanda 17, Sidoarjo

(0856 – 4557 – 7007)