Deteksi Dini, RPM Skutik Injeksi Tidak Stasioner

Bagi anda pemilik skutik berteknologi injeksi yang dipakai lebih dari 2 tahun, dengan perkiraan jalan 20 ribu KM ke atas kadang bisa merasakan RPM mesin tidak stabil.

 

Bisa jadi lumrah terjadi, mengingat semakin sering dipakai, part motor juga memerlukan perawatan berkala atau penggantian.
”Biasanya rutinitas perawatan tidak konsisten. Selain itu ada faktor penyebab yang mempercepat seringnya tidak stasioner, misal pemakaian BBM atua yang lain,” buka Edi, Service advisor Ahass Waru Agung Gedangan sidoarjo.

Jika RPM terasa tidak stasioner, bisa kontrol kondisi filter udara. Lumrahnya untuk jenis injeksi wajib ganti tiap 16ribu kilometer pemakaian.

FILTER KOTOR. Wajib dibersihkan atau ganti.

 

Asumsinya, debu mikro mulai menutup permukaan saringan yang menyebabkan aliran udara terganggu atau bahkan debu tersebut bisa tersedot kedalam ruang injeksi.Jadi sumbatan tersebut masuk dan menutupi lubang diruang injeksi yang menyebabkan mesin tidak stabil atau tidak stasioner.

 

 

Selain itu, konsumsi BBM juga penyumbang kotornya injektor mesin injeksi. Seharusnya yang disarankan menggunakan jenis BBM tanpa Timbal sesuai yang dianjurkan pabrikan.  “BBM bisa jadi penyumbang kotornya ruang injeksi. Kalau untuk membersihkan injeksi lebih disarankan pada dealer atau servis yang memahami. Namun untuk filter udara bisa diganti sendiri sebab cukup membuka baut cover filter saja,” tambah Edi.

naskah/foto : Nda