MENCEGAH TUAS MASTER KERAS SAAT PENGGANTIAN KAMPAS CAKRAM BARU

RIDING METROPOLIS identik dengan intensitas pengereman yang tinggi. Kondisi demikian kampas cakram jadi lebih mudah habis terkikis. Bedanya, saat riding metropolis suhu minyak rem tak relatif tinggi. Sehingga potensi minyak rem susut tak mungkin terjadi.


Perbedaannya saat berlangsungnya penggantian kampas cakram baru, dengan kondisi pad masih tebal otomatis saat pemasangan piston caliper mesti ditekan masuk lebih dulu. "Agar, saat kampas cakram terangkai di caliper, cakram tetap mendapat speling bebas," sebut Doni tuner DKMS di kawasan Sengguruh, Kepanjen.

Cuman, secara tak langsung saat menekan masuk piston caliper, minyak rem yang ada pada selang rem akan muntah ke reservoir. Dengan begitu reservoir jadi penuh. Tentu kondisi demikian bertentangan dengan desain tutup reservoir yang dilengkapi karet balon.



Kalaupun dipaksa terpasang dipastikan minyak rem yang ada di reservoir muntah. Untuk mengurangi kapasitas minyak rem juga ada aturannya. Prinsipnya, pastikan masih ada ruang diantara tinggi permukaan minyak rem dengan sisi bawah karet balon. "Dengan begitu, siklus minyak rem tetap terjaga, saat master rem bekerja, "ingat Doni.

Itu yang menjadi alasan mengapa pada reservoir selalu diberi tanda lower dan upper, berikut strip bagian tengah sebagai tanda kapasitas ideal.

Jadi, saat penggantian kampas cakram baru, jangan bangga dulu ketika kapasitas minyak rem yang ada di reservoir penuh. Justru kondisi demikian yang memicu master rem kerjanya nggak maksi alias keras. Riding jadi nggak nyaman.

Untuk mengurangi kapasitas minyak rem, dapat memakai cara praktis. "Cukup celupkan majun dan peras berulangulang hingga kapasitasnya kembali ideal, " saran Doni. | pid