PISTON RACING MENGHEMAT MAINTENANCE

NGGAK percaya, monggo dikalkulasi ya. Coba, ketika sudah habis di masa oversize 100, masa mau undersize, yang mesti belanja liner dan mengcolternya lagi. Nah, dengan memanfaatkan piston kompetisi, bisa tembus hingga setelah masa oversize 100.


Pasalnya, piston kompetisi juga menyediakan ukuran oversize 150, 200 bahkan ada yang 300. "Dengan begitu, ritual maintenance penggantian piston tak perlu belanja liner yang nyampai Rp. 300 ribu, buat jenis sport," kompak Themen dan Afik tuner ATRS, Campurdarat, Trenggalek. Sipnya, piston versi racing identik memiliki persamaan pada small end rumah pin piston.



"Sehingga tak banyak rombakan dan tetap safety dalam pemakaian," terang Afik. Cuman, setelah habis masa oversize piston OEM, ada adaptasi dan penyerasian yang perlu dilakukan.

Semisal, menurunkan perbandingan kompresi dengan mengganti paking silinder cop lebih tebal jenis custom berbahan kuningan, atau bisa juga mencoak crown piston, untuk menambah besar kapasitas ruang bakar.

Dengan begitu, performa mesin tak terlalu over power. Buat harian atau daily use di metropolis mesin jadi tak mudah panas. "Buat menghela top speed untuk keperluan luar kota torsi bisa dikondisikan sempurna," pasti Themen. l pid