{jathumbnail off}
Kini mulai selangkah lebih maju beralih fokus ke NMax. Disini riset and test case tuner dengan flag ship RMS itu mulai berjalan kencang. Konsep mesin bore up diaplikasi, hasil pemakaian piston aftermarket berdiameter 63,5 mm, dengan lubang pen 15 mm, sedang lubang small end conrod NMax 14 mm, menyiasatinya tidak susah, cukup main bushing konfigurasi 2-1-2 mengaplikasi besi jenis Creusabro 8000 yang memang teruji badak.
“Creusabro memiliki sifat saat panas makin licin. Pastinya, juga dilengkapi nat, sebagai jalur stok oli mesin," tunjuk tuner yang punya workshop di Siwalan Kerto Timur I/49, Surabaya.
Sipnya, jarak crown piston dengan sumbu pen piston berada di 19.5 mm. Cuman, pemakaian top speed ada gejala detonasi. Pertimbangan ini, crown piston didesain macam hammer performance hasil inspirasi dari crown piston HD XL Sportster. "Dan desain crown seperti ini yang jago pada sisi durability, "yakin Rudi yang menerapkan pada NMax milik Fajar Tan itu. Sampai disini kapasitas mesin, mampu dikail hingga 185,8 cc.
Lebih lanjut, perbaikan torsi jadi prioritas, hasil rombakan profil cam ex. Detail tingginya dijadikan 28,7 mm dan lebar pinggangnya diplot di 24.9 mm. Outputnya, setara cam - shaft yang over lapnya lebar. Di zona ini, debit gas sisa pembakaran yang masih aktif, sengaja dimanfaatkan membantu pembakaran lanjut.
Sedang camshaft in yang menjadi bagian dari Varible Valve Actuation (VVA), bertahan standar dengan detail lebar pinggang dan tinggi 28,3 mm - 32,7 dan 28 mm - 32, 4 mm. Dan dilayani katup orsi 19 mm (in) dan 17 mm (ex), cuman bagian contact surface atau yang biasa kena skir dipermak menjadi 2,1 mm. Dengan demikian akurasi lift cam jadi meningkat.
Problem surging dan floating, tetap menjadi kekhawatiran Rudi, trauma saat mengorek sport 4 tak. Pertimbangan itu, pegas katup dipinjam dari R15. "Memiliki dimensi sama, cuman tingkat kekenyalannya lebih keras," terang Rudi yang masih percayakan throttle body, injector dan ECU orsi NMax.
Nah, transfer power mesin bergaya manual tech. Kampas sentrifugal padnya hasil kanibal kampas rem colt diesel, hingga menyebabkan clearence antara pad dengan mangkuk berada di 0.5 mm. Pegas kampas sentrifugal yang menganut 1000 RPM, proses kampas mengkopel jadi lebih respon.
Termasuk pegas movable driven face diganti spesifikasi 1000 RPM. Penyerasinya roller weight custom dari Mio M3 dengan bobot 9 gram. Sipnya, stoper roller pada movable drive face dicoak rata 2 mm, berikut pemotongan bushing porosnya 2 mm. Dengan de mi kian drive belt yang menapak di prima ry jadi makin menepi membentuk rasio lebih ringan. jadi kental menggeser speed produktif di gasingan atas.
Konteks demikian ini yang membuat ciri khas korekan N Max, perbandingan kompresinya tak bisa tinggi, berada di 11,7 : 1 hingga 12,0 : 1 dari standarnya 10,5 : 1. Spesial untuk busi dipinjam dari Vario 125 PGM Fi berkode CVR-9, saat melayani kecepatan di 145 KM/Jam saat top speed. "Itu saat digas di trek arah Grati saat tujuan ke Bromo," cerita Rudi berapi-api. l pid
SPEK KOREKAN :
KATUP : 19 mm (in) & 17 mm (ex), PEGAS KATUP : R15, THROTTLE BODY : N Max, INJECTOR : N Max, PISTON : Aftermarket 63.5 mm, KAMPAS SENTRIFUGAL : Custom kampas colt disel, PEGAS SENTRIFUGAL : 1000 RPM, PEGAS MOVABLE DRIVEN FACE : 1000 RPM, BUSI : CVR 9, ROLLER WEIGHT : Mio M3 (9 gram), THROTTLE BODY : N Max 30 mm, WORK SHOP : Rossi Motor Sport, Siwalankerto Timur 1/49, Surabaya.
YAMAHA NMAX '16 - SURABAYA : BORE UP & CVT MANUAL TECH TEMBUS 145 KM/JAM
MAKIN beragamnya komunitas roda dua di tanah air, maka makin variatif juga tuner mengolah bakat inovasi. Itu lantaran segmentasinya jelas dan bukan all type. Sama halnya dengan pola pandang tuner Rudi Wijaya yang di tahun ‘02 jago mengorek sport 4 tak berbasis CB Series, yang baru saja ramai belakangan ini.
