CUPU ABT RACING SQUAD, MADIUN : PENERUS POPULARITAS TIM DRAG BIKE MADIUN

 

 

 

Taufan Surya owner Cupu ABT Racing Squad, Madiun. Konsisten laga di trek 201 meter resmi & kembali dongkrak popularitas Madiun di even berprestasi.

 

Kompetisi drag bike di 2019 djamin makin seru, dengan hadirnya tim drag bike asal Madiun, yang bergeser ke even drag bike resmi. Sebab, ada nama Taufan Surya owner Cupu ABT Racing Squad, Madiun yang belakangan ini mulai mempersiapkan kuda besinya untuk menghadapi musim kompetisi drag bike 2019. Ngerinya, sederetan nama-nama tuner potensial ada di belakang juragan yang relatif masih belia itu.

 

 

Seperti Andi Wibowo yang identik dengan nama P5Boer, Jombang dan Aris T2M, Mojokerto. Keduanya tuner kawak itu lagi intens mempersiapkan kuda besi F1Z R hasil garapan Bowo dan Ninja rangka standar 150 cc korekan Aris. Bahkan Rabu lalu keduanya lagi final seting di By Pass, Mojoagung, persis di depan basecamp Arik pemuka drag bike Jatim asal Mojoagung.

 

“Sebab, untuk F1Z R baru saja membangun dan optimis ingin pembuktian di best time 8,1 detik. Dan untuk Ninja 150, lagi spare dan revisi final seting, untuk mempertahankan best time 7,1 detik, ”sebut Taufan yang asli dari Desa Ngelambangan, Madiun itu.

 

Mereview perjalanan Taufan terjun membentuk tim drag bike, bisa terbilang sebagai evolusi. Sebab, Taufan sejak kecil sudah dekat dengan otomotif. Hal ini pula yang kemudian menjadi latar belakang dibentuknya tim drag bike sejak 2014.

 

Obsesinya, hanya meneruskan kiprah sesepuh otomotif Madiun di even berprestasi drag bike. Kelak, nama Madiun bisa sukses mengisi daftar hasil juara drag bike resmi dan naik podium terhormat. “Sekaligus, merubah mindset remaja penyuka karapan liar agar bergeser ke even resmi, ”tegas putra pasangan Puji Wijaya dan Dr. Etik Sururin itu.

 

Hal demikian sekali lagi memang beralasan, sebab nama Madiun pelan tapi pasti mulai ditinggalkan oleh pemuka kawak otomotif. Dan sekarang giliran Taufan yang menjadi nakhoda nama Madiun di even resmi. Bahkan, infonya sirkuit untuk latihan road race juga akan dinego dan dikonfirmasi ke instansi terkait, untuk dijadikan lahan latihan drag bike rider-rider belia Madiun.

 

Oh ya, untuk rider Taufan percayakan pada kepiawaian rider pemula Arya dan Widi AR, yang telah menemukan chemistry, untuk membesarkan nama Cupu ABT Racing Squad,  Madiun.

 

Kategori rider level pemula dianggap masih kuat semangat untuk membekukan best time terbaik. Berikut korekan kuda besi F1Z R dan Ninja 150 rangka standar, selain Matic 200 cc dan Satria F 150 rangka standar milik Taufan.

 

 

Yamaha F1Z-R, Madiun : BENGISNYA GIGI RASIO 8,1 DETIK

Terobsesi dengan F1Z R milik tim Baja Beton Randu Mas P5Boer, korekan Bowo yang sanggup mebekukan best time 8,1 detik, di awal 2019. Bahkan, F1Z R korekan bowo banyak yang mengincar sekaligus curiga, akan keabsahan spesifikasi korekan yang diaplikasi. “Tapi, biar lah itu artinya iri dan tanda tak mampu, ”nilai Fatkul owner F1Z R dengan catatan waktu konsisten di 8,1 detik itu.

 

 

Yamaha F1Z R laga di bebek 2 tak 116 cc standar. Siap mengganjal jawara & hasil seting fix 8,1 detik.  

 

Bahkan, saat laga uji coba ke provinsi sebelah, tetap konsisten di 8,1 detik. F1Z R yang lama ditinggalkan oleh tuner Jateng dan Jogja, lantaran prestasi F1Z R dengan catatan waktu 8,1 detik ini, jadi mulai ramai lagi.

 

Dalam konteks ini Bowo sontak menjadi maestronya, menggeser tuner-tuner yang pernah berjaya dengan F1Z R. Praktis, Taufan akhirnya ikut merapat di padepokan Bowo, kawasan Mojokrapak, Jombang. Kalau mau buka-bukaan data korekan, terbilang ngeri.

 

Tinggi exhaust diplot 25 mm, serta dinding kanan kiri dilebarkan total 4 mm. "Proses langkah buang jadi maksimal, pembakaran lanjut jadi sempurna, "nilai Bowo yang menyusut perut knalpot 22 mm dan merubah difuser lebih curam itu.

 

Knalpot basci orsi. Hasil custom Bowo pada lingkar perut & sudut difuser.

 

Sedang tipikal bawaan motor dibentuk dari perbandingan kompresi 7,9 : 1. Dianggap masih ideal dan tak menjadi momok over heating. Akselerasi bawah jadi sempurna. Apalagi diolah gigi 1(35-13) dan 2(30-17), yang makin ringan dikonversi ke speed. Kalau gigi 3(24-19), saya terapkan hasil evaluasi racikan gigi rasio di tahun sebelumnya. "Prinsipnya singkat mengkail speed, "tegas Bowo.

 

Paling krusial, soal mempersingkat delay hubungan transfer power mesin ke roda belakang, sistem matic diaplikasi. Diminimalisir, lewat custom pinion shaft dan counter shaft. “Prosesnya cuman main bubut 0,7 mm, berikut merombak dog teeth setiap gigi rasio, ”terang Bowo buka kartu.

 

Mesin F1Z R. Diback up gigi 1(35-13) dan 2(30-17) & optimis tembus 8,1 detik.

 

Konsekuensinya, tinggi lubang transfer dijadikan 27,2 mm, memiliki kontur porting landai. Diperkirakan suplai gas segar yang menganut perbandingan 1 liter Pertamax : 30 cc oli samping Maxima jadi meningkat. Suportnya, silinder skep diremer 20 mm.

 

Dan gasingan bawahnya dihentak pilot jet 32, dan main jet 145 buat menghela gasingan atas. "Diteruskan membran custom olahan dari basis karbon dikombinasi stoper standarnya, "bisik Bowo yang mengaplikasi piston F1Z-R over size 100.     

 

 

 

Kawasaki Ninja 150, Madiun : KOREKAN PORTING SILINDER 7,1 DETIK

Untuk menghadapi laga kelas sport 2 tak 155 rangka standar, juga spesial ditangani ahlinya. Adalah Aris yang identik dengan nama T2M, Mojokerto, disebut-sebut sebagai pawangnya Ninja 150 cc yang tenar di Jatim.

 

Bijaknya Taufan juga ingin mengangkat konten lokal tuner Jatim. Alasan itu pula, Taufan mendaulat Aris, untuk mengukir best time 7,1 detik.

 

Ninja 150 cc rangka standar. Kombinasi tuner kawak & rider ideal siap bekukan best time 7,1 detik.

 

Korelasi faktor bobot Widi dan Arya yang rata-rata di 40 Kg itu dan output performa mesin Ninja 150 cc korekan Aris, juga banyak memberi kontribusi. “Sebab, bobot 40 Kg paling ideal, memacu sport 2 tak 150 cc rangka standar, ”yakin tuner yang memiliki workshop di desa Randu Genengan, Dlanggu, Mojokerto itu.

 

Logaritma output power mesin, membacanya lebih ringan. “Sehingga, untuk pembentukan interval yang merata seperti tangga, jadi mudah direalisasi, ”nilai Aris. Bahkan special korekan kali ini menganut 150 cc, menganut regulasi Jateng dan termasuk Jogja.

 

Komposisi desain porting silinder & gigi rasio. Sukses mengolah HP-Torsi mesin & speed makin agresif.

 

As kruk dipinang dari ZX 150, berikut bearing as kruk kompetisi. Lanjut ke porting silinder, dengan tinggi exhaust 29 mm dan lebar 42 mm. Dan dilepas knalpot handmade gawean Aris, bertipikal dongkrak gasingan tengah atas.

 

Ironisnya, desain lubang transfer bertahan standar. Cuman didoping membrane Kawasaki KX 85 dan karbu PE 26 mm yang diremer menjadi 30 mm.

 

Komposisi korekan porting silinder demikian, saat menghela perbandingan gigi rasio 1(29-16), 2(28-20), 3(25-19), makin agresif. Belum lagi, setelah disempurnakan final gear 13-39.  

 

Knalpot custom. Suport tenaga menengah atas.

 

Bawaan motor di gasingan bawah lebih keras, sebagai output perbandingan kompresi yang menganut 8,2 : 1. Rider wajib pasang trik selip kopling tipis, sembari mengatur interval RPM, saat menghantar gigi 2, 3 dan 4. “Bekal ilmu manteng RPM, serius  harus dimiliki rider untuk membawanya, “terang Aris yang menilai Arya dan Widi sudah  bisa beradaptasi.

 

Dan instalasi pengapian, diback up CDI Suzuki RC 100 dan koil KX 125. Skala prioritas, untuk CDI special diburu dari bawaan motor. Sebab, ada perbedaan yang paling mendasar pada faktor kerapatan kurva pengapiannya. “Memag sih, belum ada pembuktian dalam data, cuman secara best time ada perbedaan, ”bisik Aris.      pid