Yamaha Mio, Sidoarjo : KARYA MURID RAT MOTOR SPORT CATAT BEST TIME 7,5 DETIK

 

Mio 200 cc best time 7,5 detik. Hasil karya murid RAT Motor Sport & bejibun inovasi baru.  

 

Saling kejar mengejar catatan waktu terbaik di drag bike, sudah menjadi naik turun siklus kompetisi. Bahkan jelang tengah tahun kompetisi drag bike 2019, makin banyak bermunculan wajah lama formasi baru, yang kian memberi warna atraktifnya drag bike 2019. Salah satunya skutik berbasis Mio milik RAT, di Jl. By Pass Juanda 17, Sidoarjo.

 

 

Rentang 6 tahun, inovasi makin tak terhentikan, hingga mampu mencatat 7,5 detik, seperti obsesi Bima Kids rider RAT Motor Sport Racing Team. Ketika dibandingkan kompetisi skutik 200 cc di 2012, yang hanya sanggup mengukir best time 7,6 detik.

 

Laga di kelas skutik 200 cc, juga sebagai pembuktian Swega idealis dan memiliki prinsip. Sebab,  tak lagi mengikuti pusaran sengitnya kompetisi sport 2 tak 155 rangka standar atau bebek 4 tak 200 cc tune up. Justru lebih membangun kompetisi baru dan tak kalah bergengsi-nya, “cakap Swega panglima RAT Motor Sport Racing Team, Sidoarjo.

 

Anyway, kontribusi Bima sapaan ridernya disini tak cuman ngegas, melainkan jadi tester speed. Private singkat input kurva speed produktif, otomatis mudah dicerna Ridho siswa RAT Motor Sport yang kali ini kebagian job mengorek Mio.

 

Bima dikenal peka mengklasifikasi kemampuan mesin yang nendang di atas. Jadi, match dengan tipikal mekanis skutik, yang mengalami ketergantungan CVT. Point ini pula, Bima secara tak langsung ikut meracik komposisi CVT.

 

Terkait dengan korekan yang diaplikasi cukup atraktif, ada piranti baru yang berbeda dengan data korekan skutik 200 cc versi lama. Seperti perbandingan kompresi yang lebih tinggi diatas 13,5: 1 dan kali ini memang benar aplikasi 14,1 : 1. Kurva RPM diolah lebih kasar, singkat mengumpan peak power. Juga atas back up CDI Special Edition custom by RAT Motor Sport, diinstal full DC.

 

Custom karbu. Layani kebutuhan power atas & hasil input Bima Kids.

 

"Jadi semua wajib serba licin dan ringan bergasing, agar kompak melayani semburan kompresi tinggi, ”teori Ridho. Pertimbangan itu, debit avgas dari Keihin PE 31 mm hasil remeran diseting pekat, dengan main jet 153 dan pilot 37. Diolah camshaft 280 derajat (in) dengan lift 9,8 mm dan 278 derajat (ex) dengan lift 9,5 mm. Diteruskan pemakaian katup 32,4 mm dan 27,6 mm.  

 

Untuk kapasitas mesin dilayani piston 66 mm produk Kawahara, dengan komposisi stroke standar dan bearing as kruk FAG. Alhasil, beban hentakan yang diterima primary sheave bersudut 13,5 derajat, jadi tak ngaruh ke tingkat balancing as kruk. “Sebab, pergeseran diameter drive belt ke perbandingan lebih smooth, hasil lontaran roller weight 8 gram, ”yakin tuner yang percayakan pelepas gas buang pada produk JRM.

 

Knalpot & dimensinya. Diproyeksikan mendongkrak gasingan tengah atas.

 

Konsekuensinya pegas kampas sentrifugal dipasang dengan spesifikasi 2000 RPM, untuk memulai proses mengkopel. Komposisi demikian berada di rentang speed produktif. Cuman, menjelang gasingan tengah atas, pergerakan variabel drive belt diperlambat. “Hasil pemakaian pegas movable driven face 1700 RPM, ”urai Ridho yang mencangkok perbandingan drive-driven gearbox 15-41 hasil request Bima.     pid