Honda CRF 150L, Nganjuk : Resep Korekan Jawara Supermoto

Saiful & CRF 150L Honda Aries Putra Nganjuk. Best performa sudah didapat & layak menjadi champion di kelasnya.

 

Aksi menekuk setang Eko Budi Sentosa dengan CRF 150L makin tak tertahan oleh rival beratnya, saat laga di kelas sport trail 175 cc open. Bahkan, kabarnya menjelang musim kompetisi 2019 kali ini, CRF 150L pacuan Eko yang telah berparas supermoto, mengalami revisi korekan yang ke-tiga kalinya.

 

 

Sejak 2018 dipakai laga supermoto, hasil input tuner Saiful yang menangani sejak awal up grade hingga sekarang, mulai merujuk ke best perfroma. Terbilang singkat pencapaiannya, sebab Eko yang juga ketua Asosiasi Supermoto Indonesia, lebih intens ke pengembangan di setiap laga supermoto berlangsung.

 

Layak, ketika Eko yang membawa nama tim Honda Aries Putra, Nganjuk dan performa CRF 150L mulai menemukan chemistry. Sehingga siklus late braking, rolling speed, sampai keluar tikungan strategi umpan RPM-nya makin tajam. Interval naik turun RPM mesin jadi kian sensi dituangkan Saiful dalam data. Sampai antara peak power dan speed, sudah jeli terbaca ketika tak sinkron.

 

Input demikian yang kemudian merujuk pada rubahan perbandingan kompresi di 12,8 : 1, melayani silinder yang diback up piston BRT 62 mm . Dari sini saja durability kental menjadi acuhan, belum lagi pemakaian katup BRT 32 mm (in) dan 27,5 mm (ex). Praktis, debit suplai gas segar jenis Pertamax Turbo yang disemprotkan injector BRT milik CBR 150 dan terprogram  dalam ECU BRT Juken 5 Pro, diplot pada fuel rate 190 cc – 210 cc/minute.

 

Velocity stack. Sebagai ruang stok udara, menstabilkan tekanan udara konsumsi gasingan atas & kebutuhan stop and go.

 

Sedang system masuknya udara ke intake dilayani throttle body CRF 150L custom. Berikut tambahan velocity stack, berdimensi 18 cm, dengan kontur cone landai dari 38 mm ke 32 mm. "Krusial stok udara ada di rumus dimensi velocity stack ini, kebutuhan stop and go jadi tak khawatir mengalami kesalahan air fuel ratio, ”teori Saiful.

 

"Selain itu juga mampu menstabilkan debit udara yang disuplai saat di kecepatan tinggi, "tambah tuner yang biasa menerima orderan mesin drag bike itu.

 

Kombinasi racikan katup dan debit bahan bakar demikian ini dinilai makin sinkron. Memang sih, konsekuensinya timing pengapian terendah, cenderung lebih tinggi. Demikian pula timing pengapian tertinggi, juga makin tinggi pula. Outputnya, bawaan mesin cenderung diumpan lebih tinggi.

 

“Sebab, power produktif berada di rentang 6500 RPM ke atas, ”yakin rider yang juga owner diler Honda Aries Putra Nganjuk yang berada di depan terminal baru Nganjuk itu.

 

Mesin. Masih dominan mengaplikasi part OEM CRF 150L & memang terbukti handal.

 

Jadi, klop dengan racikan camshaft, yang merujuk pada durasi 268 derajat (in) dan 265 derajat (ex). Untuk lift katup saat ini, terhitung 9,1 mm. Pertimbangan itu, pegas katup pakai aftermarket dengan tipikal lebih kenyal.

 

Konsekuensinya di setiap even, mesti spare ganti baru. “Lantaran perbandingan jarak antara lift katup dan crown piston cukup presisi, ”terang Saiful yang memilih perbandingan final gear 13-50 dan knalpot Ahau untuk mengolah power ke speednya.

 

Knalpot. Desain terbaru, sebagai kebutuhan mendongkrak gasingan atas.

 

Sipnya, untuk komponen mesin lain masih bertahan standar. Dinilai kompartible dan memiliki nilai durability yang teruji. Dari hasil laga di beberapa seri, hampir tak pernah mengalami penyimpangan. “Sejak, mendata sebagai sesi test case sejak awal up grade performa mesinnya, ” nilai Saiful.  pid