ANDIRA LIA WAHYUSADIDA - KEDIRI : RIDER SRIKANDI NEW COMER JATIM & DIKELILINGI MENTOR-NYA RACING JATIM

 

Rider srikandi Andira Lia Wahyusadida. Besar di lingkungan racing & terobsesi naik podium juara.

 

Nih dia, rider srikandi Jatim new comer yang hangat menjadi perbincangan. Dia adalah putri  dari Didik Sentosa akrab disapa Kentung, yang identik dengan kubu Ferdian, Irul MCS dan Edi Yunus, Kediri di masa road race era 2001. Setelah lama menghilang sejak 06, sekarang Didik balik lagi dengan format baru.

 

Tapi, format barunya giliran putrinya yang turun road race di kelas matic 115 cc standar, dengan basis Honda Beat. Latar belakangnya, masih seputaran influenz hobi orang tua yang identik dengan racing. Sebab, kabarnya setelah 06, Didik justru membangun kuda besi GTX dan dominan dipakai tracker Jatim. Tapi, nama Didik cuman berada di balik layar.

 

 

Tingginya jam terbang Didik, praktis upaya dan strategi menggembleng putrinya berjalan lebih komprehensif dan efektif. “Kalau di rumah, saya cuman siapkan sarana pendukung infrastruktur dan briefing, selebihnya berlangsung dari inisiatif Andira, ”urai Didik saat disamperin di basecamp-nya di dusun Biro, desa Wonorejo, Puncu, Kediri silam.

 

Pola training fisiknya, juga sederhana, cuman bersepeda, running, swimming dan push up. “Prinsipnya, saya berikan bekal fisik yang extra lebih dulu, selebihnya saya lanjutkan ke racing school, ”tambah Didik yang berencana mengusung panji 3R Seduluran Rejeki Tani Angkringan Travel Racing Team, Kediri itu.

 

Bicara racing school, untuk saat ini Andira lagi intens digembleng oleh Sakti Andre di mini sirkuit Green Park, Blitar. Sebagai pelatihan dasar basis balap, seperti late braking, u-turn, fast corner, chicane dan membaca racing line. Sedang, urusan performa mesin langsung ditangani Mbah Mor asal Talun, Blitar yang juga dikenal dengan garapan kuda besi GTX dan MX-nya.

 

Up grade performa mesin. Hasil racikan level standar Mbah Mor spesialisnya GTX – MX.

 

Rider srikandi yang mengidolakan rider Dyan Primitha dan Visesela KW itu, akan turun perdana di even road race yang digelar Frangky Laurent di GOR Joyoboyo, Kediri (17/2), di kelas matic standar 115 cc pemula. Saya akan coba buktikan skill yang terus saya kembangkan selama ini. “Sekaligus menjadikan sebagai tahapan pembanding persiapan mental saat latihan dan laga balap beneran, ”kata rider kelahiran 04 itu.

 

Bahkan, siswi kelas 9 di SMP Islam Al Fath, Puncu, Kediri itu kabarnya juga mendapat dukungan dari pak Ponidi wali kelas pengajar Bimbingan Karier dan Matematika. “Pasalnya,  meskipun road race bukan segmen olahraga cewek, tapi dari sisi niat dan proses membangun mental sportif-nya itu, yang menjadikan seseorang ditempa fisik, mental dan skill-nya menjadi luar biasa, ”urai Andira mengutip pesan pak Ponidi.  

 

 Tapi, ketika meninjau lingkungan Andira yang serba racing, dari pengalaman rider yang dibesarkan seperti Andira, rata-rata sukses menuai hasil. Sebab, makin banyak variable input yang bisa direpresentasikan bersama, oleh mentor racing sekelilingnya menuju sukses di dunia racing. Optimis, di perjalanan-nya nanti ada input berkesinambungan, masa’ pakde Irul, pakde Edi Yunus dan pakde Ferdian diam saja. Nah loh !    pid