ANDY SPEED EXHAUST SYSTEM AFTERMARKET : JELI MEMANDANG PERKEMBANGAN PASAR MILENIAL

 

Andy owner Andy Speed exhaust aftermarket. Wajib mengikuti perkembangan trend & layani kebutuhan pasar milenial.

 

Home industri knalpot di Surabaya belakangan ini, pesat mengalami perkembangan dari sisi inovasi. Sebab, pola marketnya tak lagi hanya menjual performa sebagai prioritas trade mark.  Selebihnya, faktor fashion juga mulai menjadi pertimbangan. Point ini juga atas pertimbangan makin maraknya tema modifikasi daily use yang mengkloning kuda besi karapan. Praktis, knalpot yang dipakai sang jawara juga menjadi trend setter.

 

 

Demikian pula yang diterapkan oleh Andy, punggawa knalpot aftermarket merk Andy Speed di Jl. Raya Medokan Sawah 64, Rungkut, Surabaya, yang jeli memandang fenomena ini dengan meluncurkan desain knalpot terbarunya.

 

Pria yang pernah mengelola tim Yamaha Andy Speed, Jatim, serta mensponsori beberapa tim road race dan drag bike Jatim itu-pun,  merealisasinya dengan memproduksi model terbaru, yang akrab disebut tower oval dan corong, sebagai kebutuhan pasar yang mulai mengarah ke milenial.

 

Silincer model tower oval & corong. Paling familiar nempel di sport 4 tak terkencang di karapan.

 

Kedua jenis dan desain knalpot sport 4 tak dan bebek 4 tak mesin tegak itu, yang lagi menjadi primadona. Keduanya dikenal dan familiar nempel di kuda besi yang terkencang, hingga sukses menjadi influencer.

 

Cuman, bedanya kedua desain knalpot tadi kali ini dirancang dengan perhitungan kebutuhan daily use. Dengan detail leher keduanya menganut 35 mm – 51 mm. Untuk model tower volume silincernya menganut 35 cm x 4 dim, dengan lubang sarangan 53 mm. Sedang model corong yang lebih diminati itu memiliki konfigurasi silencer 51 mm – 80 mm, dengan kontur corong (muffler end) 53 mm – 60 mm.

 

Samuel Wewe Chief Research & Development Andy Speed. Silincer model tower oval - corong makin diminati & kompartible untuk sport 4 tak standar.

 

Dengan begitu, perhitungan leher, sarangan dan kapasitas silencer-nya, kompartible untuk sport 4 tak standar. “Jadi, tak ada istilah gasingan atas bawah kempos, ”kata Samuel Wewe Chief Research & Development Andy Speed, meyakinkan.

 

Bahkan, segmen market knalpot sport 4 tak terbaru seperti yang dijelaskan di atas, terhitung 3 tahun belakangan juga mulai tumbuh kembang di komunitas kontes modifikasi berbasis sport. “Secara DNA rata-rata order dari sini, cuman dikembangkan lagi tampilannya, entah dikrom atau ditambah emblem, ”urai Samuel.

 

Demikian dengan makin ramainya pertumbuhan Mini Gp, pertimbangan masih terbatasnya option part racing Mini Gp yang biasa dilombakan, menjadi motivasi Andy untuk meriset dan mengembangkan desain knalpot Mini Gp. “Minimal dari knalpot saja bisa berkontribusi mendongkrak speed, ”optimis Andy. "Dan sekarang lagi mencari tim Mini Gp mana, yang pas untuk disuport sebagai pengembangan dan test case knalpot Mini Gp, "tambahnya.   pid

 

 

Andy Speed

Jl. Raya Medokan Sawah 64,

Medokan Ayu, Rungkut,

Surabaya (0821 – 8880 – 0096)