YAMAHA MX KING '16 - MALANG : TORSI DIKORBANKAN DEMI LAYANI PASAR SENGGOL

MX KING makin digdaya, tuner mulai banyak yang memilihnya buat gacoan kelas MP3 yang makin banyak peminatnya. Termasuk tim LHK 115 Kalingga JR Hogo Racing Team, Malang yang diback up sepenuhnya oleh Widianto sebagai pemilik tim. Fakta krusial mengemuka, kelas ini memang ideal sebagai persiapan rider kala naik seeded.


Seiring dengan performa mesin dan speednya yang memang diatas ratarata. Praktis tuner Lek Kom yang setia mengawal rider potensial Icang Kenzo, intensitas test case dan riset sebagai upaya mengembangkan korekan mesin jadi makin tinggi. Tuner yang memiliki basecamp di Perum New Kartika C1/12, Gadang, Malang.

Spesial ECU dipinang aftermarket, dari sisi seting cukup memudahkan, lantaran sudah dilengkapi best maping dan ideal memback up kebutuhan mesin. Mampu mengakumulasi Air Fuel Ratio lebih pekat di 12,4 : 1. Indikasinya, mampu menjadi doping untuk meratakan power mesin. Sehingga, speed di gasingan bawah dan atas lebih agresif.



Suplai udara murni dilayani BRT dengan spesifikasi inlet 32 mm, suplai udara murni jadi meningkat. Klop melayani fuel rate gas segar yang disemburkan dari injector BRT dan dihantar katup BRT berdiameter 23 mm (in) dan 21 mm (ex). Sebagai penunjangnya, camshaft dipermak manual tech dan menghasilkan lift katup 8,7 mm. Dengan detail in open di 26° sebelum TMA dan menutup 54° setelah TMB. Dan ex open 56° sebelum TMB dan menutup 25° setelah TMA.

Desain camshaft demikian rawan memicu torsi stagnan, cuman ketika ditujukan untuk kebutuhan pasar senggol identik stop and go, modal RPM tingginya ringan mengumpan speed. Apalagi ketika meninjau gigi rasio yang menganut 5 percepatan, layak bermain rata.

"Pertimbangan itu porting intake bermain minimalis sebatas perubahan kontur, termasuk exhaustnya, "yakin Lek Kom yang mengusung piston 58 mm dengan perbandingan kompresi 11,2 : 1. Konversi power ke speed sementara masih tahap kedua, belum final. Masih menunggu input di awal musim kompetisi 2018 ini, sehubungan dengan performa top speednya.

"Sebab, untuk gasingan bawah dan tengah, Icank sudah bisa improvement," pasti Lek Kom yang meminang kampas kopling dan pegas kopling aftermarket serta final gear 13-43. | pid

SPEK KOREKAN :
THROTTLE BODY : BRT, ECU : After market, FINAL GEAR : 13-43, KNALPOT : Hogo custom, LIFT KATUP : 8,7 mm.