HONDA BEAT - TULUNGAGUNG : Rake Dibuka, CVT Diracik, Produktif di RPM Bawah

KOMPETISI skutik s/d 130 cc pemula, belakangan ini kembali ramai. Pasalnya kelas ini mulai dijadikan sebagai alternative kelas para rider pemula Jatim untuk berkompetisi, selain bebek 2 tak, MP3, MP4, MP5 dan MP6.


Sipnya, tuner yang memback up kelas ini rata-rata juga pemain lama, termasuk Dimas Kresek tuner Gazlor Forensik Kardus Balap Arlians Racing Team, Tulungagung.

Disitu juga ada M Fatah rider potensial Jatim yang kali ini menjadi mentornya dan setia disuport Arlians Racing Cloth, Malang. So, gaya balap Farel dan M Fatah jadi ada persamaan, sehubungan dengan aksi menguntit lawan hingga memotong racing line rivalnya.

So, prestasi Farel kian memuncak, khususnya di kelas skutik s/d 130 cc pemula. Apalagi Dimas dulu saat aktif membalap juga sempat menjadi jagoan kelas skutik. Transfer ilmu membawa skutik makin singkat. Basis kuda besi dipilihnya Beat, dengan struktur rangka lebih tepatnya bagian down tube sampai komstir lebih dibuka sudut rakenya.



Tekhnisnya, pakai cara manual dengan system track seling. Pada bagian ini ditujukan buat memaksimalkan handling saat rebahan. Sebagai konsekuensi pemakaian single sok berdimensi 36 cm dan profil ban 90/80-14.

Kalau sudut komstir bertahan standar, rake jadi kelewat tegak, mubazir CDI BRT yang dimaping di 13 ribu RPM. Sebab, buat rolling speed susah melawan gravitasi dan gaya sentrifugal, beda seperti struktur rangka saat ini.

Buat menebas V Corner, hingga u-turn lebih singkat, itu yang dimanfaatkan Farel. Bermain racing line tipis jadi memungkinkan. Cuman, konversi power ke speed wajib responsif.

Keuntungannya ada di bobot Farel yang cuman 39 KG. Roller weight jadi berani pasang 11 gram, respon variable drive belt jadi mudah membentuk perbandingan ringan. Cuman, pegas kampas sentrifugalnya dipasang aftermarket di bawah 1200 RPM.

Sasarannya, saat RPM rendah sudah bisa mengkopel mangkuknya, selaras setingan Keihin 28 mm yang diseting dengan pilot jet 38 dan tipikal knalpot CLD yang diaplikasi.

Kelebihan ini kemudian dimanfaatkan Dimas meracik perbandingan drive dan driven gear box menjadi 13-38. Termasuk perbandingan berat, tapi power mesin tak terbebani.

“Sehingga tak ada power loss,” teori Dimas yang mencangkok piston LHK itu. Demikian kerja camshaft, berani diplot di 284 derajat, overlap singkat tak khawatir torsi drop, lagi-lagi diuntungkan bobot Farel yang ringan. l pid

SPEK KOREKAN :
PISTON : LHK, CAMSHAFT : Orsi custom, PEGAS KATUP : Kompetisi, KATUP : Kompetisi, DRIVE-DRIVEN GEAR : 13- 38, KNALPOT : CLD, KARBU : Keihin 28 mm, CDI : BRT