YAMAHA YZ 250FX - MALANG : Hot Cam & Kompresi 13,5 : 1 Modal Fight vs Rider Bule

SETELAH MARAK dan berlangsung dengan status menjadi even tunggal supermoto dan tak lagi menjadi kelas eksebisi di road race, crosser aktif makin banyak turun dan ikut berlaga. Sipnya tak ada lagi istilah jawara,


"optimis Edit Wahid Dinaryo rider yang berlaga di kelas SM 250 cc open asal tim WTJ Samarinda, Malang. Putra H. Udin itu di tahun 2016 kejuaraan FIM Asia Supermoto sukses jadi jawara ke 3, menghadapi rider dunia. Dan pekan silam di even ISC, Edit mesti puas di urutan ke 6.

Itu lantaran, sirkuit yang diaplikasi tekhnikal. Sehingga, membutuhkan adaptasi baru lagi, untuk menekuk kuda besi ber-wheelbase panjang di handycap tajam. Kendati brake assy sudah dikanibal dari Yamaha R1 berlabel Bremboo.



Tuner kawak Kuncung asal Malang, yang memback up kuda besi pacuan Edit, mulai meraba dan merubah tipikal power untuk menyesuaikan tipikal sirkuit supermoto terbaru. Disini HP dan torsi berusaha dimuntahkan sebanding, sejak di gasingan bawah dan tengah.

Pasalnya, kebutuhan power mesin tak lagi ditujukan untuk melawan tebalnya gravel dan pasir. Konteks demikian ini, konversi distribusi power mesin dialihkan pada percepatan gigi 1 sampai 5 lebih rata.

Termasuk pada pacuan Edit, yang kini mengusung perbandingan kompresi 13,5 : 1, yang diback up piston Wiseco dengan spesifikasi perbandingan kompresi 12,7 : 1. Jadi, disini ada perubahan tinggi blok silinder yang dipangkas 0,8 mm.

Aplikasi piston Wiseco juga berdasar dari susunan ring kompresi no 1 lebih tinggi dibanding standarnya. "Sehingga, ada perbandingan tenaga yang signifikan, "urai Edit.

Piranti silinder cop lain, masih digawangi katup versi titanium dengan diameter sama, termasuk ruang bakar masih bertahan standar. Disuport camshaft jenis Hot Cam, dengan final seting clearencenya tetap dikondisikan lebih rapat, untuk mempersingkat over lap.

"Sebab, power produktif lebih dibutuhkan buat mengawal gasingan bawah, sesuai dengan request Edit, "urai Kuncung yang meremap ECU orsi spesial dongkrak gasingan bawah.

Sisi lain, porting intake dipoles ulang dan cenderung dibuat landai, sehubungan dengan konfigurasi mesin yang menganut vertical axis 6,2 derajat. Suplai gas segar dari kombinasi air intake tipe twin air powerflow kit dan injector aftermarket 12 hole, serta throttle body standar.

Beda dengan lubang buang, diremer mengikuti diameter dalam header FMF full system yang diaplikasi. "Dan air intake masih mengandalkan orsinya tipe twin air powerflow kit, serta throttle body dan injector standar, "detail Kuncung yang mengusung Hinson clutch itu. l pid

SPESIFIKASI
FINAL GEAR : 14-47 KAMPAS KOPLING : Hinson Clutch INJECTOR : Aftermarket 12 hole PISTON : Wiseco CAMSHAFT : Hot Cam ECU : OEM SETING SUSPENSI : ADD, Solo WORKSHOP : Kuncung Malang Speed Factory, Mendut, Malang

 

  • TERBARU
  • TERPOPULER
  • TERBANYAK