YAMAHA JUPITER Z - PONOROGO : PANTANGAN ENGINE BRAKE SUKSES NAIK PODIUM

INI DIA salah satu kontestan kelas Mix bebek 4 tak s/d 150 cc, yang sukses bertarung dengan mesin tegak. Memang dari dulu Jupiter Z, lebih lincah terkait wheelbase dan struktur rangka berbanding suspensi.


Salah satunya, Jupiter Z tim Maju Jaya Group racing Team, Ponorogo milik H. Keepot yang diperkuat Sofan Zyrof di kelas seeded dan open, tandem dengan Robi JR spesial laga di MP 3 dan MP4.

Sipnya, performa kuda besi pacuan Sofan yang berlaga di kelas kelas Mix bebek 4 tak s/d 150 cc, kali ini diback up Agus from Klaten, yang tenar di kancah motoprix dan kejurnas di region 2.

Skala prioritas, speed yang mutlak dibutuhkan disini. Toh, Sofan punya strategi spesial tarik ulur sehubungan dengan menjaga durability performa mesin. Konteks demikian ini juga yang menjadi alasan H. Keepot memilih Sofan memperkuat tim.

Sampai perbandingan gigi rasio ringan gigi 1(36-13) dan 4(24-23), yang identik dengan over turn Sofan bisa mereduksinya. Dia memang beda. Meskipun dipress rival di belakangnya, engine brake pantangan bagi dia. Brake mati justru jadi pilihan, sembari full throttle.




Artinya, temperatur panas mesin hanya terjadi saat menghela speed. Di kecepatan tinggi, udara ideal membuang panas mesin. Dan rotasi suhu mesin dari panas ke dingin, kendati berulang-ulang performa mesinnya tetap terjaga.

Satu hal lagi, kampas kopling yang dipinjam dari FR 80 jadi anti selip. Sebab, lagi-lagi tak pernah dipaksa seperti saat kebutuhan over turn. Outputnya, keluar tikungan speednya tetap agresif, meninggalkan lawan.

Apalagi program pengapian, oleh Agus dimaping lebih awal, sebagai konsekuensi mencari performa produktif di gasingan bawah dan menengah. Trik demikian ini yang sukses menghantar Sofan memimpin runner up di kelas yang didominasi rider seeded itu.

“Sisi lain, kubah ruang bakar didesain macam bath up, siklus pembakaran jadi lebih kuat, ”terang Paijo asisten yang merawat pacuan Sofan yang mengusung piston Izumi 54,5 mm. Apalagi komposisi perbandingan kompresi kali ini diplot di angka 14 : 1, bersanding katup 26,5 mm (in) dan 23,5 mm (ex), serta kontrol camshaft berdurasi 280 derajat.

Memang sih, konsep silinder cop demikian rawan memicu torsi melayang. Pertimbangan itu juga, Mikuni 28 mm diseting dengan main jet 140 dan pilot jet 42, untuk menebus torsi di gasingan menengah yang masih dibutuhkan melayani rolling speed. “Kecuali primer nol balancer, begitu juga fly wheel magnet disisakan 450 gram, ”urai Paijo. l pid

SPESIFIKASI
CDI : Rextor
Koil : YZ 125
Piston : Izumi 54,5 mm
Karbu : Mikuni 28 mm
Kampas kopling : FR 80
Pegas katup : CLD
Knalpot : Free flow



  • TERBARU
  • TERPOPULER
  • TERBANYAK