Yamaha F1Z R Mojokerto : Pembenahan Crankcase dan Rasio Berat Tembus 8,4 Detik

Yamaha F1Z R Mojokerto : Pembenahan Crankcase dan Rasio Berat Tembus 8,4 Detik

Yamaha F1Z R Mojokerto : Pembenahan Crankcase dan Rasio Berat Tembus 8,4 Detik

MENGUKIR BEST time 8,3 detik atau 8,4 detik, belakangan ini bukan menjadi pekerjajan berat bagi tuner dan rider yang biasa berlaga di kelas bebek 2 tak 116 cc open. Itu lantaran siklus evolusi korekan dan catatan waktu bergulir makin singkat.


“Tuner jadi makin dalam berlomba untuk beradaptasi dan mengembangkan korekan serta final seting, begitu juga dengan rider makin berspekulasi dengan reaction time, ”sebut Angga Wahyudi owner tim DJ Speedshop di Jl. Surodinawan 103, Mojokerto.

Ironisnya, regulasi menggelinding bagaikan bola liar, sebab makin bertambah option part yang dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai pendongkrak tenaga mesin. “Dan dianggap sah-sah saja, hingga terkesan kelas ini sebenarnya kelas bebek 2 tak tune up 116 cc cuman pengapian saja yang standar, ”timpal Ubet tuner yang diback up Jhendra Peking dan Akbar Ateng itu.




Terkait up grade performa mesin yang diaplikasi saat ini, kompresi primer disempurnakan lagi. Kalau sebelumnya ketebalan bobokan lem di permukaan crankcase 1,8 mm, saat ini dijadikan 2,9 mm. Memang sih, konsekuensinya as kruk wajib senter. Mengingat clearance antara daun as kruk dan permukaan crankcase yang sudah dibobok makin rapat.

Konsekuensi lain, perbandingan avgas dan oli samping menjadi 1 liter : 40 – 45 cc. Sebab, makin minimnya ruang crankcase sebagai ruang induksi gas segar, bias oli samping untuk bearing as kruk jadi minim. Itu pertimbangan dasar, oli samping debitnya dibuat lebih tinggi. Alhasil, efek dominonya perbandingan kompresi jadi naik di 8,2 : 1. Agar mampu menyulut gas segar yang lebih pekat kadar oli sampingnya.

Bahkan, titik ledak fulser dan pick up coil juga digeser nge-naa atau munduur. Rotasinya pick up coil sisi kanan ditambal 3 mm, kemudian bagian belakangnya digerinda 3 mm. Otomatis power kembali bengis, gasingan as kruk tetap terjaga licin, meskipun CDI masih standar. Efek demikian turut berlanjut pada lubang bilas yang makin dilebarkan 3 mm.

Ironisnya tinggi lubang transfer cuman diportiing 1,2 mm, bebrikut aplikasi skep 22 mm dan daun membran dobel. Pertimbangannya gigi rasio terbaru menganut perbandingan berat. “Sebagai perhitungan taktis cara bawaan rider agar tak sampai peak di setiap interval gigi rasionya,”urai Ubet. l

SPESIFIKASI
KNALPOT : Custom KARBU : Skep 22 mm CDI : Standar KOMPRESI : 8,2 : 1 PISTON : TE 53,25 mm BEARING AS KRUK : Daytona MEMBRAN : Dobe