Yamaha Jupiter Z Pamekasan : Bearing AS KRUK KOnsumsi OLI 10W-30

Yamaha Jupiter Z Pamekasan : Bearing AS KRUK KOnsumsi OLI 10W-30

Yamaha Jupiter Z Pamekasan : Bearing AS KRUK KOnsumsi OLI 10W-30

KUDA BESI dengan spesifikasi MP4 alias bebek 4 tak 125 cc tune up pemula memang diklaim paling strategis. Pasalnya, bisa berlaga di kelasnya dan juga bertarung di kelas Mix 150 cc open. Artinya, bisa dipakai di dua level rider, pemula dan seeded. Sipnya, bagi Firman manajer tim Bajinur Alapola Bank Jatim, Pamekasan, strategi demikian diperuntukkan mempertajam skill rider Didit Aditya yang spesial berlaga di kelas ini.


Sedang Jony Bajinur rider satu tim fokus memback up di kelas MP5 dan MP6. Dengan demikian, hadirnya kelas Mix 150 cc open, makin memacu semangat tuner bebek 4 tak zona Madura untuk mengembangkan korekan dengan spesifikasi MP4. Termasuk Antok, tuner kawak Sampang yang kini memback up tim yang punya workshop di Jl. Bonorogo, Pamekasan.

Serum korekan mesinnya, mengusung katup 26,5 mm (in) dan 22,5 mm (ex). Dikawal pegas katup single aftermarket from Hawadis, tipikalnya cenderung kenyal keras. "Naik turun RPM mesin jadi singkat, terkait siklus buka tutup katup yang lebih tertib, "yakin Antok yang mematok durasi camshaft 280 derajat (in-ex), spesial mengawal akselerasi menengah makin ringan dan liar.

 

Sebagai penunjangnya, balancer gigi primer cuman dicangkok 300 gram, termasuk fly wheel yang bobotnya tersisa 550 gram. Sipnya, kompartemen ini bearing as kruk dipinjam jenis high speed, point ini Antok masih merahasiakan. "Prinsipnya klop dengan oli mesin SAE 10W-30, "bisik Antok yang mengaplikasi kampas kopling Daytona itu.

Sedang piranti pengapian, menganut sistem DC didoping aki Motobat dan CDI BRT Limited Edition. Jadi klop dipadu seting pekat yang bermuara pada karbu Mikuni 24 mm. Ini bedanya tuner kawak Madura, faktor kelembaban dan tebal tipisnya oksigen menjadi pertimbangan.

"Dataran rendah logikanya oksigen tebal, tapi ketika disandingkan dengan geografisnya di wilayah pesisir, akhirnya terhitung minim oksigen, "terang Antok yang mengeplot main jet 142 dan pilot jet 39.

Sedang konversi power ke speed, dilayani gigi 1.(35-13), 2.(27-16) dan 4.(25-23), serta disempurnakan final gear 13-42. Jadi memang beda perbandingan gigi rasionya, tak terlalu ringan seperti umumnya. "Pemakaian gigi rasio ini juga atas pertimbangan beban as kruk yang makin ringan, "yakin Antok yang tiada hentinya berinovasi itu. l pid

SPESIFIKASI
CDI : BRT KOIL : YZ-125 KAMPAS KOPLING : Daytona PISTON : 54,25 mm KARBU : Mikuni 24 mm FINAL GEAR : 13-42

 


REDAKSI   |   KODE ETIK   |   DISCLAIMER