PREVIEW GP BURIRAM : Sirkuit Baru, Wajib Point Maksimal

Bakal ada sejarah baru akhir pekan ini. Yup, sirkuit Buriram di Thailand menjadi host MotoGP World Championship untuk kali pertama. Trek ini memang belum pernah dipakai oleh rider-rider MotoGP untuk race, namun semua tim dan pembalap sudah pernah menggunakannya di uji coba resmi.

Nah, ada waktu tiga hari penuh bagi mereka untuk mencari lagi set up paling ideal untuk race hari minggu, memastikan segalanya ready. Siapa yang kira-kira kampiun?



Sejatinya, Buriram sudah dipakai balap motor internasional terutama World Superbike Championship sejak tahun 2015, namun baru kali pertama dipakai di MotoGP tahun ini. Tentu, belum ada data statistik sebagai tolak ukur.  Namun, dengan menilik hasil uji coba pra-musim lalu, bisa digunakan sebagai acuan awal, siapa-siapa yang punya basis kuat bakal kencang di sini.

 

DUO PEMBALAP REPSOL HONDA. Sudah cukup cepat di uji coba pra-musim.


Uji coba pra-musim MotoGP awal Februari lalu dilakukan selama tiga hari penuh, dan rider yang membukukan catatan waktu paling cepat adalah Dani Pedrosa, dengan best lap 1 menit 29,781 detik.


Dari top 5 tercepat, Honda menaruh tiga pembalap. Selain Pedrosa, Marquez ada di posisi empat tercepat di hari terakhir, namun menempati posis ketiga tercepat waktu kombinasi. Keduanya juga menjadi rider yang melahap rata-rata lap terbanyak, lebih dari 220 putaran selama tiga hari uji coba.

Sedangkan Cal Cruthclow di posisi tiga di test hari terakhir. Dua rider lain, ada Johann Zarco di posisi dua dengan selisih cukup mepet, hanya 0,086 detik dari Pedrosa. Dan Alex Rins mewakili Suzuki sebagai rider tercepat ke lima, hampir 0,4 detik di belakang Pedrosa.  Kemana rider-rider Ducati?


Pembalap Ducati tercepat di uji coba Februari lalu justru Jack Miller, dengan catatan waktu selisih 0,409 detik dari best lap Pedrosa. Namun, Andrea Dovizioso juga catatan waktu bagus.


Dari statistik race by race hingga seri ke-14 di Aragon, yang mana justru Marquez dan Dovizioso yang menyeruak di barisan puncak, bukan tidak mungkin keduanya nanti yang akan menguasai posisi tercepat, baik di sesi latihan, kualifikasi atau bahkan race.

Apalagi, rider-rider alien lain dalam kondisi flop, termasuk Maverick Vinales, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.  Lorenzo sendiri juga diragukan tampil di Buriram, namun kemungkinan besar akan 'nekad' turun setelah mendapat ijin dokter.

 

ROSSI. Penampilan masih flop, raih podium saja sudah bagus.


Sebaliknya, squad pabrikan Yamaha pulang dari uji coba Buriram di awal musim dengan banyak PR besar. Catatan waktu mereka tertinggal. Rossi hanya menempati posisi tercepat ke-10, tertinggal 0,730 detik dari Pedrosa. Sedangkan Vinales di posisi 12.


Tiap tim memang sudah punya program menyongsong weekend race di Thailand, dan optimisme masih tergambar dari pernyataan rider-rider penguasa top klasemen setelah uji coba Februari lalu, termasuk Marc Marquez.


"Kami bisa menyelesaikan program test dengan baik, melahap banyak putaran dan bisa mengembangkan set up motor. Di hari terakhir, lap time saya sedikit lebih lambat, tapi itu wajar karena saya tidak menekan abis demi catatan waktu. Satu hal, saya bisa melakukan long-run dengan waktu rata-rata yang stabil. Artinya, saya sangat positif untuk lomba di Buriram ini, meskipun sedikit butuh penyesuaian riding style yang berbeda," tutur Marquez.

Tantangan terbesar rider menaklukkan Buriram, ada di pemilihan ban. Sirkuit yang didesain oleh arsitek asal Jerman Herman Tilke terbilang teknikal, punya panjang total 4554 meter, dilengkapi 12 tikungan. 


Yang pasti, Michelin sendiri sudah menyiapkan empat pilihan ban slick, yang terbagi dalam varian kompon soft, dua medium dan hard compund.  Empat varian dengan spek asimetris ini dirilis khusus untuk Buriram, dengan penguatan di sisi kanan karena jumlah tikungan ke kanan lebih banyak, yakni tujuh tikungan. Jauh lebih banyak daripada tikungan ke kiri.  Basisnya, ada data test awal musim yang dilakukan bulan Februari lalu.

 

LAY OUT SIRKUIT BURIRAM. Butuh ban khusus asimetris


Sedangkan untuk ban depan, Michelin menyiapkan tiga pilihan seperti biasa, yakni soft, medium dan hard, dan ketiganya juga asimetris.


"Karena ini trek baru, dan lay out sirkuitnya berbeda, butuh ban khusus dan lebih spesifik. Jadi, kami memutuskan pendekatan teknis yang sama seperti di Austria dan Australia yang punya layout tidak biasa," yakin Piero Taramasso, manajer 2 wheels Michelin Motorsport.



DATA SIRKUIT BURIRAM
Panjang    : 4.6 km / 2.83 miles
Lebar    : 12 meter / 39.37 ft.
Tikungan Kiri    : 7
Tikungan Kanan    : 5
Straight    : 1 km / 3280.84 ft.
Dibangun    : 2014