KRATINGDAENG JEMBRANA ENDURO RACE OPENCHAMPIONSHIP, JEMBRANA, BALI : PESTANYA TRAIL MANIA BALI & LAYAK DISOSIALISASI SEJAK DINI

 

Kratingdaeng Jembrana Enduro Race Openchampionship 2019. Sebagai ajang transfer ilmu rider penghobi dan professional & peserta makin tumbuh kembang.

 

 

Lagi-lagi pabrikan minuman suplemen energy Kratingdaeng, tampil atraktif di zona Jembrana, Bali. Dengan menggelar hajatan Enduro Race, yang  lagi diminati trail mania di tanah air. Tapi, dalam konteks ini tak cuman sekedar Enduro Race sebagai komoditas Kratingdaeng, tapi lebih dari itu juga sebagai upaya estafet perjalanan Kratingdaeng Supercrosser yang tampil sensasional tergelar di 2018.

 

 

Optimis mampu menjadi refleksi dan bias perjalanan Kratingdaeng Supercrosser 2018, sekaligus sebagai even yang menjadi incaran trail mania di tanah air. Bahkan sepak terjang Kratingdaeng terbilang out of the box, selalu tampil menantang dengan berbagai inovasi dan ide brilian yang dituangkan.

 

Kratingdaeng Jembrana Enduro Race Openchampionship 2019. Tampil inovatif & layak dijadikan pengembangan even adventure.

 

 

Termasuk even Enduro Race yang digelar di sirkuit Tegal Badeng, Jembrana, Bali. Kratingdaeng tampil berbagi kontribusi sebagai sponsor. Sukses menghadirkan ribuan peserta dari pelosok Bali, Jatim bagian timur dan Lombok, hingga NTB. “Paradigma yang terbangun makin heboh, diklaim menjadi even bergengsi penuh tantangan, kental sebagai mainan lelaki, ”sebut Alex ujung tombak marketing Kratingdaeng wilayah Bali.

 

“Bahkan basic rider yang berlaga di even ini, dari berbagai kalangan. Seperti tracker yang biasa berlaga di grasstrack, crosser penyuka jumping dan nge-whip, hingga adventurer penyuka trek berkontur alam, ”kata Putu Ana pimpinan lomba. Putu juga menambahkan, bahwa di even ini pula transfer ilmu mulai berjalan antara rider penghobi dan rider profesional. 

 

Skala prioritas, even seperti ini yang layak dikembangkan sebagai sarana alternatif, untuk mengembangkan olahraga otomotif berbasic kuda besi sport trail, special engine dan odong-odong. Ketika meninjau kelas yang dibuka, juga mix match dengan kuda besi yang biasa dipakai adventure. Seperti  kelas CRF 150 Open, Bebek lokal Negara, Trail lokal Negara, Trail Open, FFA Offroader dan FFA 35 tahun ke atas.

 

Variabel kelas beragam. Optimis mampu mengakomodir rider penghobi trail.

 

 

Relevan juga ketika Enduro Race menjadi alternatif atau pengembangan adventure. Mengingat, even adventure bisa dibilang sudah klimaks, butuh pengembangan inovatif lebih lanjut dan Enduro race adalah jawabnya. Cuman, dari sisi sosialisasi belum merata dan familiar di kalangan adventure. “Tapi, dari segmentasi memiliki persamaan, mengingat trek yang disajikan sebagai simulai variabel trek yang biasa dijumpai di alam, ”urai Alex.

 

Praktis, untuk menikmati ganasnya trek alam rider tak perlu lagi masuk ke pelosok hutan. Menariknya ada disini ! Rider yang memiliki tingkat aktifitas padat dan produktifitas yang tinggi, seperti exmud dan pebisnis, bisa berlaga di Enduro Race. Sebab, tak terlalu makan waktu. “Bahkan, ketika berimajinasi saya kemungkinan akan membawanya ke kota, menjadi Urban Enduro, ”senyum Alex yang terobsesi menggairahkan even ini ke seluruh pelosok Bali.

 

Enduro Race juga bisa dianggap sebagai ajang pemahaman rider, builder dan tuner, sehubungan dengan perbedaan detail kontruksi kuda besi. Sebab, ketika tampil menjadi pelakunya, langsung bisa memantau kebutuhan Enduro Race. Perbedaan krusial ada di ground clearance crankcase, butuh lebih tinggi, seperti desain dan kontruksi rangka kuda besi enduro original.

 

Alex ujung tombak Kratingdaeng (paling kanan). Saat awarding kepada rider paling lihai berlaga di Kratingdaeng Jembrana Enduro Race, Jembrana, Bali.

 

 

Pada point ini pula, Enduro Race sukses memacu passion rider untuk menseriusinya lebih dalam. Sekaligus merangsang logaritma persepsi rider akan Enduro Race. Sebab lagi, selain detail desain dan kontruksi rangka kuda besi, juga mulai mengerucut terjadi pembanding kebutuhan skill Enduro Race dan adventure. Justru butuh improve rider lebih dalam, sekaligus konsentrasi tingkat tinggi, berbalut fisik dan body balance rider.

 

Dan untuk kebutuhan itu semua bisa diback up sempurna oleh formula dan zat yang terkandung dalam Kratingdaeng. “Sekali lagi faktor promosi bukan menjadi hal mutlak, tapi lebih ke bentuk mutualisme antara kebutuhan rider dan sebuah suplemen, ”yakin Alex.     pid - foto by Alex 

 

 

 

 

PALING LIHAI DI SIRKUIT TEGAL BADENG, JEMBRANA, BALI

 

CRF 150 Open

1.Dede Negara Puri Balap Jaya Motor

2.Ronjang Yehembang Ronjang Team

3.A. Suhendra Tabanan M2C

4.Arta Awen Leak Energi

5.Elin Bedugul

 

Bebek lokal Negara

1.Yoga Manistutu AJM

2.Ketut Saingkun TB Barat

3.I Gusti NGR KD Sutha Adnyana BR Tibusambi Ratanat

4.Arta Awen Leak Energi

5.I GD Santika TB Barat BCL Team

 

Trail lokal Negara

1.Bagus Resa Pekutatan AKMS

2.Angga Boy Manistutu Predator MX

3.Agus Adi Tuwed AJM UD Sri Sedana

4.Dewa Dimas Yeh Kuning RO MX

5.Dek Adi Pangkung Lip Lip Bengal

 

Trail Open

1.Bagus Resa Pekutatan AKMS

2.Dewa Dimas Yeh Kuning RO MX

3.Dede Negara Puri Balap Motor

4.Ditha Bedugul Lanang MX

5.A. Suhendra Tabanan M2C

 

FFA Offroader

1.Bagus Resa Pekutatan AKMS

2.Ditha Bedugul Lanang MX

3.Agus Adi Tuwed AJM UD Sri Sedana

4.Yoga Manistutu AJM

5.I KM Suryantara Nusamara Ratanat

 

FFA 35 tahun ke atas

1.Dewa Tu Onda Baluk AJM

2.Ronjang Yehembang Ronjang MX

3.Kadek Gen Sari Kuning AJM

4.Kembar Panjer DPS Tribal

5.Ega Yehembang Ratanat