PRACTICE & QTT INDONESIA CBR RACE DAY 2019, SENTUL (20 APRIL 2019) : MAKIN MARAK BIKERS MERAPAT DI PADOCK JC SUSPENSION & BUTUH EDUKASI SOAL SUSPENSI

 

Padock JC Suspension di Indonesia CBR Race Day 2019, Sentul. Mulai dibanjiri bikers sebagai pembuktian hasil seting & up grade JC Suspension, sebagai perbaikan performa bikers saat rebahan.   

 

 

Makin mengemuka kebutuhan bikers akan faktor suspensi pada kuda besi yang berlaga di Indonesia CBR Race Day 2019. Special event kompetisi yang sejatinya mengakomodir dan memberi apresiasi kepada bikers mania CBR series di Sentul ini, makin banyak memberi input ke padock - pit area JC Suspension.

 

Makin transparan bahwasanya, setingan sampai up grade suspensi yang berjalan selama ini, hanya melalui tahap up grade manual tech. Bahkan, bisa disimpulkan ada motif data setingan suspensi yang sama rata, yakni suspensi belakang cenderung keras dan depan lentur.

 

 

Tim JC Suspension yang kali ini menurunkan tim construction, praktis menjadi rujukan bikers yang berlaga di Indonesia CBR Race Day 2019. Banyak pertanyaan mendasar sehubungan fungsi suspensi dan kebutuhan untuk menaklukan sirkuit Sentul besar.

 

Khususnya saat menebas menu fast corner, chicane, tusuk konde dan straight. Persepsi roda belakang drible dan berkurangnya traksi, mulai terkuak efek kurang balans-nya setingan atau up grade suspensi depan dan belakang.

 

Tim construction JC Suspension. Toreto, Suryanta, Saiful, Bayu, Janal & Gombloh. Berusaha detail & transparan mengedukasi bikers soal seting, up grade suspensi.

 

Prosentase ini kemudian yang dinilai para bikers untuk dicatat sebagai data dan tak lagi main feeling. Cuman, tahap realisasinya butuh dibongkar dan ada up grade daleman suspensi depan yang terbagi, plunger, shim valve, spiral dan oli suspensi.

 

“Memang paling ideal, semua unit piranti suspensi diracik ulang, sesuai kebutuhan bikers berbanding bobot rider, ”sebut Janal Chunk Direktur Utama JC Suspension Indonesia.

 

Debat soal setingan dan up grade suspensi demikian yang terus menerus akhirnya dilontarkan bikers yang berlaga. Jadi makin klop dengan program JC Suspension Indonesia, yang kali ini memang sengaja diberlangsungkan promo free maintenance, seting sampai up grade suspensi.

 

Bikers komunitas yang berlaga di Indonesia CBR Race Day 2019, Sentul. Serius berusaha membedah pengaruh & fungsi suspensi setelah re-seting & up grade.

 

Komunikasi dua arah ini yang sengaja kita bangun, untuk saling memberi input performa suspensi. “Sebab, sekali lagi kita tegaskan, kita maunya penyampaian kebutuhan bisa dikonversikan ke data. Jadi tak cuman feel atau katanya, ”tegas Saiful Consultant Promotion JC Suspension Indonesia.

 

Lutfi Darmawan nama pentolan CBR Independent Jakarta, yang berlaga di kelas 150, jadimakin penasaran dengan output hasil up grade suspensi. Mengingat, selama berlaga di Indonesia CBR Race Day 2019, merasa belum menemukan komposisi suspensi yang pas.

 

Demikian pula dengan Hendra Gunawan orsi Medan penunggang CBR 250RR founder CBR Club Medan, yang memiliki basecamp di Jl. Pembangunan 89, Karya Damai, Medan. Kondisi suspensi depan belakang-nya masih standar.

 

Hendra Gunawan founder CBR Club Medan. Bangga dengan JC Suspension & membuat bikers makin paham soal suspensi.

 

Kendati belum menguji kemampuan manuver sampai efek sentrifugal kuda besi berbanding performa mesin-nya, tapi Lay yakin special tools Andreani yang diusung JC Suspension setara factory, bisa diajdikan rujukan. “Sport premium layaknya gaya maintenance-nya juga premium, ”nilai Lay sapaannya yang berlaga di Comm B.

 

Nama Anton yang terpilih sebagai wakil bikers dari Jatim dan disuport sepenuhnya oleh Honda PT. MPM, juga merapat tapi sebatas ricek dan seting suspensi depan. "Sebab, rencana late braking yang akan saya simulasikan di sesi practice, "semangat Anton yang dikawal Ilham Budi Community Development Honda PT. MPM.

 

Ilham Budi Community Development Honda PT. MPM & Anton. Mengukir jam terbang berlaga di pentas nasional & bangga sebagai wakil Jatim.

 

Secara level Anton termasuk bikers yang telah improve, setara rider beneran. Sebab, peluang mengukir speed-nya tak lagi di straight, tapi sisi lain juga diperhitungkan matang. Apalagi mantan cover boy itu juga sadar akan kemampuan performa speed CBR 250RR pacuan-nya yang bengis di gasingan atas bawah.

 

Sisi lain, Rizki Rafan rider pemul asal Banten yang membela tim Honda Gold Star Bien WHK35 Racing, Bogor dan memanfaatkan-nya sebagai sesi seting suspensi untuk persiapan di laga IRS 2019. Kestabilan speed di fast corner dan tusuk konde, saya coba untuk bermain rapi tanpa kesalahan.

 

Rizki Rafan rider pemula tim Honda Gold Star Bien WHK35 Racing, Bogor. Uji coba ECU terbaru & up grade suspensi, berusaha memainkan racing line lebih rapi.

 

Mengingat, performa mesin baru saja mengalami up grade ECU dan reflash kurva pengapian spesial sirkuit Sentul. Dari sisi power produktif-nya lebih dapat di gasingan tengah atas. "Maka, di kesempatan ini, saya coba untuk memaksimalkan speed dan traksi-nya dari hasil output seting - up grade suspensi, "urai Rizki. 

 

Obsesi in pula yang kemudian direalisasi Bayu, Toreto, Suryananta dan Gombloh, untuk up grade daleman suspensi depan CBR 250RR pacuan-nya.

 

Dari sini pula ada hal menarik, sehubungan dengan proses dan detail seting suspensi kuda besi. Banyak dipertimbangkan dari struktur rangka dan kontruksi kaki-kaki, terkait sudut rake dan jarak poros lengan ayun berbanding dudukan as roda, saat sesi up grade atau maintenance suspensi berlangsung.

 

Mengingat, struktur kaki-kaki juga berpengaruh dengan hasil akhir seting suspensi. Seperti CBR 250RR, saat dipakai balap untuk kaki depan yang menganut up sie down. “Rebound dibuat lebih kenyal atau stiff, lewat rubahan lubang lubang sirkulasi oli pada plunger bawah, saat posisi terinstal, ”terang Bayu tim construction JC Suspension.

 

Dari standar lubangnya 1,5 mm dijadikan 0,5 mm dengan cara ditutup repeat kemudian dibor ulang 0,5 mm. Perlakuan sama memperkecil lubang sirkulasi oli sok juga diterapkan di plunger atas. Tahap ini biasa disebut dengan under size.

 

Fungsinya, menghambat sirkulasi oli sok saat fase low speed compression, seperti saat engine brake tipis. “Efeknya tak sampai kaku, sehingga mampu mempertahankan center of gravity bobot motor, ”sebut Bayu.

 

Selain itu shim valve atau ring plunger atas bawah, tipikalnya dibuat lebih keras. Dengan penggantian tipe shim lebih kenyal, produk Andreani. Efekenya, buka tutup katup lebih responsive, sehingga distribusi beban dilayani mekanis up side down lebih kenyal.

 

Efek saat late braking, ground clearance bodi epan tak terlalu menukik. Dengan begitu, traksi roda belakang terjaga lebih baik. Konsekuensinya, oli sok pakai Maxima 5WT, setiap tabung 325 cc sisi kiri dan kanan 375.

 

Special tools Digital SAG Scale. Untuk mengetahui akurasi hasil seting suspensi belakang berbanding bobot rider & kuda besi.

 

Sedang monosok, basis OEM untuk keperluan CBR Race Day segmen komunitas, cukup seting kekenyalan spiral. Parameter-nya cukup memakai special tools Digital SAG Scale hingga bodi belakang mampu turun 20 mm - 25 mm, saat menerima beban rider. “Prinspinya, lebih lentur sebagai penyesuaian setingan up side down depan, juga merujuk pada kebutuhan optimalisasi traksi, ”tambah Janal.      pid