Super MX & GTX Openchampionship 2018 - Probolinggo : Sasar Agro Tourism Lewat Balap Garuk Tanah

Langkah mengenalkan pesona dan sumber daya alam dan damainya perkampungan Pandansari di Probolinggo, terbaca oleh Kiarso Kepala Desa Pandansari, yang mendapat julukan Lurah Racing. Caranya, memaksimalkan pengembangan sirkuit MX dan GTX dengan panjang 1050 meter.   


History awal mengalih fungsikan skill balap liar ke even berprestasi dan resmi. "Tapi, ketika popularitas sirkuit Pandansari berkembang, tercium tracker dan crosser zona plat N, P, S dan L, saya makin terpacu mengeksplore dari sisi Agro Tourisme-nya, "tegas Kiarso yang di even kali ini diback up sepenuhnya oleh Kratingdaeng Super. Even ini juga dimanfaatkan memperingati HUT Pandansari ke 389, sekaligus mengenang Mbah Bajing dan Mbah Tugusari tokoh legenda Pandansari.

 

Mabrur Kratingdaeng, Kiarso Kades Pandansari & penggerak event


Praktis misi Kiarso dan Kratingdaeng, macam gayung bersambut. Tracker dan crosser level pemula mendapat perhatian penuh.
"Mengolah skill jadi tiada batas terkait terpenuhinya sarana infrastruktur. Outputnya tracker dan crosser zona Probolinggo, makin atraktif, "kompak Wahyudi dan Mabrur ujung tombak marketing Kratingdaeng, Surabaya.


Di kesempatan ini, Wahyudi dan Mabrur juga lagi monitoring perkembangan crosser dan tracker sebagai persiapan galang peserta rangkaian even Kratingdaeng Supercrosser The Ultimate Dirtwar, di Bali mendatang.
Hingga Arif Kliwon instruktur Falcata 77 Gatra Jaya Amidis MX yang banyak mendapat inspirasi dari even ini, terkait passion memajukan MX & GTX di zona plat P sebagai basecampnya.

 

Falcata 77 Gatra Jaya Amidis MX


Hingga santer kabarnya di 13-14 Oktober akan menggelar even dengan tema mengangkat Agro Tourisme di seputaran Banyuwangi. Sipnya, di even kali ini crosser belia didikannya, seperti Moreyno, Fairus Jo, Abi Kecil dan Rafli Kipli, sukses mengoyak runner up. 


Bicara eksistensi dan potensi crosser belia, di Jatim juga makin tumbuh kembang. Kelas special engine 50 cc, 65 cc dan 85, mulai terjadi konsistensi crosser-crosser berikut manajerialnya.


"Makin nyambung saat menghadapi aturan baru pembatasan usia MX2 Novice di 17 tahun, "nilai Dony Bule tuner Dony Spped, Probolinggo yang kali ini memantau mesin korekannya di GTX.

 


FFA Open & FFA Pemula Non Usia Jadi Primadona


Pembatasan kelas di GTX, peluang juaranya dominan di tracker dan jam terbang yang paling menentukan. Fenomena ini yang kemudian disikapi lewat dibukanya kelas FFA Open dan FFA Pemula Non Usia.

 

Tuner dan manajer memandangnya lebih fair, sebab tracker pemula bisa dikatrol dengan up grade perfroma kuda besi.   Duet tracker Bagas Brenk dan Fiki Pro yang membela STW Baby Fish Nusantara, Sidoarjo, meskipun pendatang baru tapi mampu bertarung menjadi jawara di kelas ini.

 

Duet tracker Bagas Brenk dan Fiki Pro, tim STW Baby Fish Nusantara, Sidoarjo

 

Pak Bhe tuner Kaisar Motor, Surabaya sebagai arsiteknya di kelas ini justru memandangnya akan lebih menghidupkan tuner karapan dan road race.
Sebab, up grade mesin bisa maksimal, inovasi baru bisa direalisasi. Komunitas di zona ini, masanya cukup banyak. "Bisa jadi akan menjadi transisi sampai exodus tuner karapan dan road race ke GTX, "yakin Hadi Kurniawan mentor tim STW Baby Fish Nusantara, Sidoarjo.

naskah/foto :  pid