MOTORBIKE SHIFTER SHOES / BOOTS PROTECTOR : Tak Sekedar Dongkrak Gaya Sepatu, Namun Juga Mampu Menjaga Keutuhan Sepatu Dari Gerusan Tuas Persneling.

Bukan sebuah rahasia lagi jika ketika kita mengendarai motor khususnya motor batangan atau sport, Sedikit banyak harus merelakan bagian atas ujung depan sepatu kesayangan kita jadi sedikit kotor dan bahkan rusak akibat terlalu sering digunakan untuk menjungkit tuas perseneling hingga akhirnya tergerus.

 

Nah, di beberapa negeri manca ternyata sudah ada tuh sebuah produk safety shoes/boots apparel yang akrab dinamai ‘Motorbike Shoes/Boots Protector’. Kegunaannya jelas, yakni sebagai pengaman sepatu yang didesain knock down atau bongkar pasang untuk disematkan di sisi depan sepatu biker agar nantinya ketika akan menjungkit tuas perseneling, terdapat media pengaman lapisan atas sepatu.

 

Terdapat berbagai macam merk di pasaran, namun secara global jika dibedakan dari bahan dasarnya, ada 3 jenis dengan banderol harga berbeda. Ketiganya adalah shifter protector berbahan kulit, karet dan kain. Penasaran? Yuk kita ulas bareng-bareng garis besarnya.

 

LEATHER SHIFTER SHOES / BOOTS PROTECTOR.

 

 

Apparel sepatu ini didesain dari bahan dasar utama berupa kulit. Biasanya digunakan sebagai pelindung sepatu boots yang juga berbahan kulit. Selain agar kompak dengan bahan dasar sepatunya, juga untuk mendukung penampilan saat berkendara di atas motor-motor varian cruiser atau custom.

 

 

Dibanderol sekitar Rp. 275-300 ribuan, bahan kulit biasanya memiliki kekuatan ekstra dan umur pakai yang lama. Bahan kulit ini juga dilengkapi dengan pengikat/strap baik berbahan kulit yang bisa disetel atau juga bahan karet fleksibel.

 

 

Kelemahannya adalah ketika digunakan terus-menerus di saat hujan dan panas dengan tanpa perawatan ekstra, bahan kulit bisa mudah pecah atau terkoyak. Selain itu, jika tidak disimpan di tempat yang kering, bahan ini akan menimbulkan bau akibat kelembaban yang mengundang jamur.    

 

RUBBER SHIFTER SHOES / BOOTS PROTECTOR.

 

 

 

Berbeda dengan pelindung sepatu berbahan kulit yang cenderung didesain elegan, shoes/boots protector berbahan karet biasanya tampil begitu sporty dan tentunya sangat pas dikenakan bareng motor varian modern sport.  

 

 

Dibanderol Rp.150 ribuan, biasanya diproduksi dengan bahan dasar utama karet TPU lembut tahan air dan tahan aus dengan dilengkapi strap adjustable dan memiliki kemampuan anti selip yang bagus. Ketebalan karetnya juga didesain sedang agar tidak kaku dan nyaman untuk diaplikasi.

 

 

Kelebihan lain adalah bahan ini tidak merusak material sepatu dan juga berdesain sederhana serta praktis. Namun bahan karet ini rentan terhadap panas berlebih karena ketika terlalu sering digunakan dalam cuaca cukup panas, maka material karetnya bisa cepat rapuh dan bahkan getas sehingga mudah sobek.  

FABRIC SHIFTER SHOES / BOOTS PROTECTOR.

 

 

Sesuai namanya, bahan dasar dari pelindung sepatu ini adalah kain fleksibel. Eitt! Bukan serta merta hanya mengandalkan bahan utama kain saja, namun kualitasnya justru didukung lapisan dalam berupa bahan silikon anti selip. Over all desainnya terbilang sederhana, namun pelindung sepatu jenis ini justru merupakan pelindung paling fleksibel, ringan dan nyaman untuk dikenakan.

 

 

Berbanderol hampir sama dengan pelindung sepatu berbahan karet, yakni sekitar Rp.150 ribuan, meski hanya nampak seperti sandal selop, namun tidaklah mudah lepas ketika dipasang mengkover seluruh bagian depan sepatu. Tentunya karena lapisan dalam silikon yang selain anti selip, juga memiliki kemampuan mencengkram ujung sepatu berkat fleksibilitasnya.

 

Untuk menjaga kekuatan, biasanya dilakukan proses penjahitan hingga beberapa alur jahitan agar tak mudah sobek. Dan karena sifat fleksibelnya, bahan pelindung sepatu ini memiliki ukuran all size karena bisa melar ketika digunakan pada sepatu berukuran besar.

 

 

Kelemahannya, tentu saja bahan ini mudah kotor dan butuh perawatan ekstra untuk selalu menjaga kebersihannya. Juga harus segera dilepas ketika turun dari motor untuk menghindari goresan atau terkoyak ketika bersentuhan dengan media aspal atau media kasar dan keras lainnya. 

 

Teks : Tito Monster / Foto : Istimewa