Yamaha RX King “00, Pasuruan : RED BARON STYLE

 

 

Filosofi Red Baron. Sukses direpresentasikan Paijo pada RX-King hasil modifikasinya.  

 

 

Bengis dan gaharnya RX-King, tak lagi tampil di tangan Joko yang akrab disapa paijo ownernya. Pria yang beraktifitas sebagai project office tower Telkomsel ini, lebih suka meriasnya lebih modis dan trendy, berikut serangkaian inovasi terbaru yang disematkan. Itu lantaran, dunia racing bagi Paijo sudah klimaks, khususnya di segmen karapan.

 

 

 

Giliran segmen modifikasi Paijo selami, diwujudkan pada sebuah karya RX-King tahun 00 berjuluk Red Baron. Filosofinya dalam, Red Baron adalah jenis batu mulia dengan kasta tinggi, tapi bukan berarti yang terbaik.

 

 

RX-King Red Baron. Dimodifikasi dengan unsur neo klasik & tampang gaharnya makin tersamar.

 

Begitu pula dengan RX-King-nya. Proses dan hasil modifikasi terobsesi menjadi yang terbaik di pasuruan. Banyak diinput dari perkembangan trend modifikasi, berikut nilai estetika dan harmonisasi warna. “Cuman, secara aplikasi tetap ada mixmatch dan pengembangan tema modifikasi, ”kata Paijo yang mendaulat Bintang Motor Jl. Setia Budi 19, Pasuruan untuk realisasi modifikasinya.

 

 

Tapak kaki & kaki-kaki. Identik inovatif hasil inspirasi pengembangan trend yang lagi ramai diaplikasi.

 

Inovasi dominan ada di tapak kaki dan kaki-kaki. Macam tromol depan OEM RX King yang diproses CNC, untuk mendapatkan desain tromol gaya karapan. Demikian tromol belakang, hasil aplikasi Tiger yang didesain dengan lubang di silinder-nya.

 

Match dipadu fork slider OEM yang dipahat mesin CNC, dengan textur grafier atraktif. Berkombinasi lengan ayun B-Pro, yang kali ini instalasinya diback up bushing poly urethane, untuk mereduksi vibra. “Tapi, dari sisi mekanisnya tetap licin, meneruskan naik turun double shock yang dipinang dari Answer, ”sebut Irul chief mekanik Bintang Motor, Pasuruan.

 

 

Panel & instrument kemudi. Full akseso level atas & menjadi prioritas.

 

Pemilihan head lamp terbilang paling lama, sebab pertimbangan paijo menghendaki tampilan klasik modern. Pertimbangan itu, head lamp diputuskan mengusung tipe neo klasik. Agar tampil beda, bracketnya dirancang pendek, sehingga head lamp ketarik ke belakang. “Biasa di kalangan sport 4 tak berjuluk head lamp CB Monster, ”urai Paijo.

 

Dan panel instrument kemudi, diback up setang kemudi Acerbis knock down. Sisi kanan dibikin singkat dengan gas spontan Daytona. Berikut tarik ulur kopling yang dilayani tuas kopling Brembo. Praktis, tuas rem yang ada di sisi kanan, menyerasikan.  

 

Sesuai dengan julukan Red Baron, maka urusan pewarnaan mengaplikasi red matte berbahan Spieshcker, hasil garapan Acink di perum Bakalan, Pasuruan. Untuk mewujudkan hasil modifikasi yang benar-benar terkonsep, warna red matte juga diterapkan pada rangka selain tangki dan spatbor depan belakang.

 

 

Joko Paijo owner RX-King Red Baron. Pensiun karapan giliran all out di dunia modifikasi & obsesi bangun RX-King paling cakep se-Pasuruan.

 

Pada point ini Acink juga tertantang denga request Paijo, untuk menambahkan grafis gaya factory, konsep-nya simpel tapi atraktif. Garfis tribal flame aksen biru dan kuning diterapkan. Kental menyampaikan pesan, efek bengisnya performa speed RX-King.

 

Dan sektor mesin, sebatas up grade option part, sebagai penunjang tampilan. Macam silinder cop aplikasi tipe nanas, karbu Keihin 28 mm ex NSR 150RR, membrane carbon kevlar dan knalpot custom perpaduan replica Gold Series khas special engine dan bafel - silencer model Python. Misinya, agar tampilan kolong makin padat.    pid