Ninja Owner Surabaya di bulan suci Ramadhan 2019 : MAKIN BALANS, GELAR SPEED TAKJIL & SOWAN KE PANTI ASUHAN

 

 

 

Kongkow dengan komunitas NOS, pasti selalu dan tak jauh menyinggung soal speed, hingga option part racing up to date. Ya benar demikian, ini bagian dari evolusi komunitas yang bediri sejak 2011 dan mulai merambah ke sirkuit, baik trek lempeng maupun belak-belok alias cornering atau yang beken dengan sebutan Track Day.

 

 

 

 

Jadi, soal eksistensi dan activity tradisi sebuah komunitas, secara menyeluruh sudah pernah digelar oleh NOS. Bahkan berlangsung pengembangan yang inovatif dan atraktif di setiap activitynya.

 

Termasuk, tradisi setiap tahun di bulan suci Ramadhan. Tanpa ada yang mengkomando, setiap squadnya saling tawar menawar, kapan buat bagi takjil dan berbagi donasi ke panti. Tak cuman para sesepuhnya saja, squad NOS pendatang baru, juga intens membahas kegiatan yang kental dengan atmosfir sosial ini. Hingga melibatkan 45 squad yang terlibat di acara ini.  

 

 

Hal demikian sebagai bentuk pribadi komunitas milenial yang balans, kongkow oke, balap jago, giliran sekarang soal berbagi. Jadi, sekali lagi ini adalah bentuk soal inisiatif dan panggilan hati nurani. “Dan hal ini, sudah kita tanamkan sejak berdirinya NOS, boleh juga disebut sebagai trade mark NOS, ”sebut Doni Hulk Presiden NOS.

 

Skema penggalangan dana juga disalahkan menyebut demikian. Mengingat, disini tak ada istilah penggalangan atau buka topi, apalagi mencatat soal nominal. Soal berbagi di bulan suci Ramadhan ini, murni hasil inisiatif masing-masing skuad NOS.

 

 

“Puji syukur, setelah memasuki beberapa regenerasi, urusan kegiatan sosial di komunitas kita, bisa terjaga dengan baik dan berkesinambungan, ”bangga Ogenk Monster Blue yang juga menjadi bagian founder NOS dan termasuk Dave.

 

Tampak pula Hariyo yang lama bersemedi, tapi urusan kegiatan berbagi yang digelar di Hotel Varna di kawasan Jl. Tunjungan, Surabaya (1 Juni 2019), Hariyo datang bersama keluarga. Ini solidnya club NOS dalam mensukseskan kegiatan sosial.

 

 

Pada bagi takjil kali ini, total snack dan minuman menembus angka 1500. Cerdasnya, pembagian takjil kali ini dibuat bertahap, agar tak sampai memicu terjadinya kemacetan. Setiap 300 snack, dihentikan dengan jedah 10 menit. Setelah itu, lanjut dan begitu seterusnya, ini termasuk bagian dari evaluasi setiap tahun.

 

Selesai bagi takjil, di tempat yang sama diteruskan dengan buka bersama. Menu spesial khas daerah tersaji komplit, ini kelebihanya menu di Hotel Varna, Surabaya. Jadi, mixmatch mengobati rasa kangen kuliner daerah para squad NOS yang rata-rata warga metropolis.

 

 

 

Dalam suasana penuh kekeluargaan ini pula, turut disinggung topik touring long journey ke pulau Dewata, yang rencana digelar 11 – 15 Juli 2019. Persiapan motor, perencanaan tugas kuliah, hingga rencana cuti bekerja, menjadi bahan perbincangan menarik. Demikian pula soal tujuan destinasi yang akan dijadikan check point.

 

Termasuk mereminding dan penertiban soal rambu safety riding di setiap kuda besi squad NOS, juga dibahas sembari bukber. Dan topik safety riding memang tak pernah bosan kita bahas, seiring dengan perkembangan trend dan pengaruh milenial. “Agar di usia komunitas NOS yang sudah dewasa ini, tetap bisa memberi contoh bagi komunitas lain,”urai Dave.

 

 

Infonya, selain bagi takjil pada Minggu 1 Juni 2019 ini, squad NOS pada 2 Juni 2019, juga melangsungkan kunjungan ke panti asuhan Amanah di seputaran Rungkut, Surabaya. “Sesuai data dan dana yang dialokasikan, rencana akan kita berikan berupa bahan dan barang kebutuhan pokok untuk penghuni panti asuhan, ”tambah Doni.      pid