WISNU WEZT@RT : Geliatkan Lagi Funky Style, Suport Kategori Transbody dan Non Transbody

WISNU WEZT@RT. Intens kembangkan produk custom sendiri.

Aliran modif funky style pernah berjaya, dengan ribuan karya yang berhasil ditetaskan oleh modifikator-modifikator khas fashion buat harian, namun juga keren buat ngontes dan jalan-jalan. Sayang, karya-karya funky style ini seperti ditelan bumi, menyusul kian berkurangnya animo di beberapa ajang otocontest.



Padahal, aliran ini cukup unik, dengan beragam trend yang legend, mulai dari yang simpel seperti warna-warna cerah dan mencolok ala nano-nano, variasi cat dan airbrush, kaki-kaki krom, hellaflush, pelek buell, hingga kombinasi jubah atau lazim disebut kawin silang bodypart. 


Meski begitu, masih banyak pula kreator-kreator yang masih tetap mengembangkan aliran modif ini, salah satunya Wisnu asal Salatiga. Pemilik gerai Wezt@rt yang sekarang juga lagi demen custom grafir ini bahkan masih menyimpan beberapa maskot kreasi fashion. Bahkan, ajang UMS Otocontest bulan lalu, Wisnu juga menyuport kelas khusus funky transbody dan funky non transbody. 

"Aliran modif ini sebenarnya pas buat melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, karena di sana ide kreasi modifikator atau bengkel bisa dipacu dan dimaksimalkan. Bahkan item dan pernak-pernik custom yang bisa diterapkan, bisa diproduksi sendiri. Ini beda dengan modifikasi sekarang yang cenderung beli jadi," alasan Wisnu.

 

TROPI SPESIAL. Khusus buat kreator funky.


Lebih spesial, Wisnu juga membuatkan tropi khusus untuk kelas funky transbody dan non transbody, yang mana desain dan bentuknya menggabungkan part babe seperti tromol dan piston berikut aklirik dan grafir yang kini menjadi spesialisasinya. "Memanfaatkan part bekas, namun tetap layak dipakai sebagai icon dan tropi kontes. Yah, buat penghargaan dan apresiasi kita buat peserta dan kreator funky yang saya yakin masih cukup banyak," tambahnya. 

 


Upaya Wisnu dengan menyuport salah satu kategori di kontes yang digeber oleh KMTM Univ. Muhamdiyah Solo itu memang hanya langkah kecil untuk menggeliatkan lagi aliran funky, namun termasuk terobosan yang patut diapreasi.

 

Meski banyak yang sempat sangsi akan kemunculan kelas funky, paling tidak nongol sebanyak 12 karya funky bike yang menghiasi panggung UMS Otocontest, termasuk dua karya Ilham asal Klaten, yang menggandengkan panji JUB Custom dan Bee Modified. "Satu motor yang saya pajang ini sebenarnya modif yang sempat terhenti, karena pemilik motornya telah dipanggil Yang Kuasa. Nah, karena sekarang ada kelas funky lagi, kita selesaikan dan alhamdulilah bisa finish," cuap Ilham, yang merebut dua tropi terbaik di kategori funky transbody.

 


naskah/foto : istimewa