Boudewijn Satrio Negoro - CEO Even Organizer 86 Production : LIVE THE PASSION AND LIVING MY DREAM LIFE

 

 

Flamboyan man, humble, family man, intim dan jenius, ungkapan yang pas saat berbincang dengan owner 86 Production salah satu Even Organizer ternama di tanah air. Hampir ratusan even otomotif dan even entertaint di penjuru tanah air sukses digarap Boy sapaanya.

 

Senyumnya yang bersahabat seakan menyampaikan pesan jiwa brotherhood yang kental.  Ruang dan lingkup otomotif hobinya sejak remaja, menjadi penghantarnya. “Selaras dengan petuah 1000 teman kurang dan 1 musuh kebanyakan, ”terang pemakai Folti Baffi Pomade identitas pria metrosexual itu.

 

Memang klop dengan aktifitasnya saat ini, yang intens di lima komunitas otomotif, seperti HDCI Surabaya, Alphard Velfire Indonesia, Pajero Indonesia Bersatu, Timorer, Honda Odyssey  Community dan Sugoi.

 

Passion tanpa batas karier yang ditekuni, dinamis berjalan eksotis. Sering kali menghadirkan sebuah kemasan even spektakuler. Gemerlap dan pesan branding semakin mudah tersampaikan ke audiens. Korelasi demikian yang kemudian nama 86 Production menjadi incaran konsumen yang ingin mengorbitkan brand kebanggannya.

 

Urusan mengangkat sebuah brand, Boy termasuk lihai. Bahkan, menekuk persepsi dan opini masyarakat, ringan diatasi Boy dengan tim 86 Production. “Motonya simpel, biarkan saya ikut berperan sebagai pemilik produk, agar lebih mudah merepresentasikan konsep pemikiran yang lebih all out, ”sapa Boy saat dikunjungi di head quarter 86 Production di Perum Delta Asri 86, Delta Sari, Sidoarjo.

 

Pingin lebih intim lagi ? Ngoboy yuk “Ngobrol bareng mas Boy”, iya nama acaranya mas Boy di youtube saat reportase dengan para bintang medsos yang lagi trending, sudah berjalan 2 bulanan ini, subscribe ya channel "catatan mas boy 86" hahaha...

 

Mantap dan menguasai materi saat jadi reporter, jadi minder nih mau ngetik profil mas Boy. Berikut hasil investigasinya dengan suami dari Anggraini Sari Dewi yang disetiap menitnya tak bisa lepas dari gadget itu, termasuk saat wawancara ;

 

 

 

Selamat siang mas Boy, wah keren timnya, mau pergi karnaval nih mas ? Ikut dong

 

Ah nggak, cuman lomba internal tim 86 Production saja mas, sudah menjadi tradisi setiap tahun. Mengajak young guns 86 Production agar tetap memiliki jiwa patriot. Yuk langsung ke atas mas.

 

 

Kalau boleh tahu, nama Boudewijn serasa ada aroma CBU-nya, apakah dinasti anda ada yang keturunan atau justru orang tua anda asli dari luar Indonesia ?

 

Yap, ibu saya HJ. Prof. Dewi Tri Wijayanti salah satu Guru Besar Unesa, memang ada keturunan Belanda. Kalau bapak saya H. Munadi pribumi Surabaya. Kalau dikaji dari historynya, Boudewijn adalah raja Belgia yang kelima, putra tertua Leopold III dari istri pertama Putri Astrid from Swedia. Nama Boudewijn lebih tenar dipakai di Belanda, sedang versi Belgia biasa disebut Baudouin.

 

 

Keren juga history yang diusung, benarkah ada pengaruh semacam energy positif yang anda alami dalam kehidupan sehari-hari dengan nama silsilah raja Belgia ?

 

Kalau dibilang memberi energy, korelasinya secara evolusi dalam menekuni karier, seakan ada steping yang memang dijadikan sebagai pemimpin, meskipun skalanya sebuah even organizer. Tegas, cerdas, bijak, lumer dan maju bersama, itu mungkin bagian terkecil sifat-sifat yang dimiliki sosok raja Boudewijn, termasuk performa flamboyan sang raja (Boy sambil tersenyum).

 

 

Ketika meninjau dengan style bikers dan aktifitas anda yang tak jauh dari otomotif, sebenarnya kapan anda memulainya ? Apakah hobi turunan dari keluarga ?

 

Hobi turunan tidak, otomotif di keluarga besar saya sifatnya cuman kebutuhan regular. Saya pribadi, memulai mainan otomotif sejak 99, pertama kali saya naik Honda GL-Max. Setelah lulus kuliah dari Ubaya di fakultas psikologi tahun 2006, saya melamar di provider XL cabang Surabaya. Jabatan saya sebagai Promotion Coordinator, saat menitih karier di XL saya lebih sering di riding dengan motor untuk melepas penat pekerjaan sehari - hari bersama teman - teman

 

Di 2009 seperti impian saya sejak kecil senang dengan Harley Davidson, di 2009 terwujud, membeli Harley Davidson Softail Evo tahun 1994. Dari sini saya menemukan kenyamanan dan kepuasan, menitih karier dan touring seiring sejalan.

 

Makin banyak menemukan ragam dan atraktifnya kehidupan di jalan, termasuk makin bertambahnya teman. Selain roda dua saya juga lebih intens di roda empat dan lebih tepatnya sebagai pelaku racing.

 

Ya, diawali dari pertemanan, influenz, darah muda yang suka memacu adrenalin dan aktualiasi diri sejak SMA, akhirnya terpacu lebih serius menjadi pembalap rally.

 

 

Artinya secara komposisi hobi antara di roda dua dan roda empat, ada perbedaan ya ?

 

Lebih tepatnya mungkin faktor kebetulan dan trend orang-orang yang didekat saya saat itu. Saya menilainya kalau mau racing, lebih profesional di roda empat dan touring di roda dua saat itu.

 

Mungkin kalau sejak awal saya tinggal di Jogja dan berbaur dengan bejibun tuner road race dan rider road race papan atas, mungkin lain lagi ceritanya. Sedangkam Teman sekitar banyak main balap roda 4 Mungkin disitu alasan saya kenapa roda empat lebih match.

 

 

Amat sangat interest ketika meninjau prestasi anda di berbagai kejuaraan kompetisi roda empat. Sejauh mana perjalanan dan prestasi anda ?

 

Di 2001 awal berlaga sebagai privater mengikuti Time Rally dan Slalom, berbekal sebagai pembalap drag race jalanan. Dari sini juga, saya mulai kenal dengan squad YR2, seperti Nova, Adib, Mursyid, Anri, Hidi dan Resa. Juga aktif di Time Speed Distance, sebuah kemasan even yang mulai menjadi even energik dan bergengsi, sebab tensi dan tantangan lebih tinggi.

 

Bagi saya slalom dan rally lebih nantang, kalau time rally perwujudan kekompakan sebuah tim. Dari aktifnya laga di kompetisi roda empat ini, kita kemudian membentuk YR2 Sarana Perdana Rally Tim dan Slalom YR2 Flexi Speedy, diperkuat oleh Suryo, Adib, Toni dan saya pribadi. Disini juga cikal bakal terbentuknya Jatim Slalom Community bergabung dengan tim-tim roda empat penyuka adrenalin tinggi dari seluruh penjuru Jatim.

 

 

Di 2005, mulai aktif di Speed Rally dan Sprint Rally. Dari gemilangnya dan torehan beberapa prestasi yang pernah disandang, saat laga di Kejurnas Speed Rally kemudian mendapat berkah dan disuport oleh Global Sentul Rally Tim. Dengan formasi driver dan navigator, Adib - saya, Ucok - Firman Boy dan Sofi - Dadang.

 

Setelah aktif di kejurnas, giat berlatih dan terus menerus mengevaluasi, akhirnya di 2006 mulai bisa menorehkan prestasi signifikan. Tim kita saat itu mampu menjuarai kelas Seeded B Nasional dengan total point tertinggi di even Gudang Garam Time Rally Championship 2006 yang dihelat sebanyak 11 seri.

 

Di tahun yang sama, saat laga di Gudang Garam International Rally Championship Indonesia, di New Kuta – Pecatu Indah Resort, Jimbaran, Bali 15-17 Desember 2006, tim kita dapat juara umum ke tiga , secara perorangan di kelas GR2 saya mampu naik podium ke dua, dan masuk ke posisi lima umum bersaing dengan pembalap-pembalap nasional dari berbagai kelas dengan gacoan Lancer GTi 1800cc.

 

 

Di 2007 saya menikah, dan memaksa harus absen untuk mengurus keluarga. Di 2014 kembali lagi tampil di even perdana Kejurnas Sprint Rally di Karang Pilang, Surabaya, di kelas GR2 yang sekarang namanya menjadi kelas  F2 yaitu sedab Front Wheel 1600 cc.

 

Pacuan saya berganti Timor dan saya beri nama Febiola. Kembali dengan kisah Boudewijn di awal tadi, Febiola adalah ratu pasangan Raja Boudewijn. Saya yakin dengan memberi nama tadi ada ikatan batin dan roh, sebagai sugesti pasangan partner serasi untuk berlaga.

 

Tapi, perjalanan di setiap mengikuti kejuaraan setelah 2014, tak lagi mengejar level dan titel even. Tapi, lebih cenderung ke refreshing, saya menyebutnya not just racing but this refreshing. Ya inilah obat kangen seorang Boudewijn di rally, disaat ada waktu dan peluang saya pasti kembali atur ke frekwensi yang sama.

 

 

Sebelum melangkah lebih jauh ke topik Harley Davidson, boleh dong tanya apa sih penilaian Harley Davidson bagi Boudewijn ? Tipe Harley Davidson apa saja yang anda miliki saat ini ?

 

Sebagai cermin sosok rajin dan giat bekerja, banyak teman, kerja bareng, touring bareng, istri kedua,  jelajah tanpa batas dan inspirasi pekerjaan, kira-kira seperti itu. Untuk saat ini, selain yang versi lama Harley Davidson Softail Evo tahun 1994 yang saya dapat di 2009, di 2017 saya beli HD Ultra Glide 2001 sekaligus resmi bergabung menjadi anggota HDCI Surabaya. Dan di 2018 kemarin , berganti HD Ultra Glide tahun 2010 sampai sekarang.

 

 

Setelah resmi bergabung 2 tahun dengan HDCI Surabaya, apa pesan dan kesan anda selama mengikuti serangkaian kegiatan HDCI Surabaya ? jabatan anda sekarang apa di HDCI Surabaya ?

 

Semua bikersnya family man, seperti keluarga sendiri, saling menghormati satu dengan yang lain, tepo seliro tinggi, pelopor safety riding dan jiwa sosial terhadap sesama sangat tinggi.

 

Di komunitas ini saya serasa mendapat private pelajaran tentang kehidupan lebih dalam dan nilai akan sebuah brotherhood. Untuk jabatan saat ini, saya baru dilantik sebagai Humas HDCI Surabaya menggantikan Edo yang sekarang menjadi Seksi Kegiatan.

 

 

Untuk Harley Davidson saja, perawatan butuh spesialis dan peralatan khusus. Ketika meninjau begitu banyaknya jumlah komunitas yang anda ikuti seperti Alphard Velfire Indonesia, Pajero Indonesia Bersatu, Timorer, Honda Odyssey  Community dan Sugoi, bagaimana anda mengatur waktu dan perawatanya ? berapa unit kendaraan yang anda miliki ?

 

Semuanya tetap saya jadikan prioritas, untuk mengembangkan visi dan misi komunitas, seiring kiprah dan perkembangan trend di dunia otomotif. Disini tantangan saya untuk membagi waktu, berkomunikasi dengan frekwensi yang berbeda, menghadapai ragam karakter dan makin banyak mendapatkan tambahan ilmu psikologi baru, yang tak hanya dari hasil teori saja.

 

Kadang kegiatan di komunitas ini, saya manfaatkan berbahagia dengan keluarga, mengenalkan otomotif sejak kecil, apa itu safety, apa itu fungsi klakson, sein sampai wiper. Untuk perawatan unit kendaraan, bisa dilangsungkan bergilir. Sejauh ini, semua unit yang aktif saya pakai di berbagai kegiatan komunitas ini, dikenal tangguh dan luar biasa performa luar dalamnya.

 

Jadi perawatan tak ada kendala, justru saat main modifikasi yang banyak menyita waktu, sebagai tuntutan trend. Untuk unit kendaraan, ada Mitsubishi Pajero, Harley Davidson, Toyota Alphard, Odyssey, Suzuki GSX R150 dan Suzuki GSX Thunder 250 cc.

 

 

Lantas, bagaimana cerita awal mulai berdirinya even organizer 86 Production ?

 

Jiwa sebagai even organiszer sebenarnya sudah lama sejak sekolah di SMA, termasuk passion di entertainment. Bahkan pernah juga saya menjadi karyawan freelance salah satu even organizer ternama saat masih di SMA. Dan 86 Production murni dibangun dan dirintis oleh istri saya, dengan nama PT. Satria Persada Bersama, sejak 09 akhir.

 

Kalau istri saya latar belakang pendidikanya fakultas hukum, jadi saya konseptornya, hal ini yang kemudian saya nilai menjadi kombinasi yang pas. Sebab, sehebat-hebatnya pria, saat matanya kelilipan, butuh istri untuk meniupnya. 

 

 

Praktis di 2012 saya resign dari jabatan terakhir saya sebagai Promotion Coordinator di XL, untuk ikut membesarkan 86 Production. Selama perjalanan 10 tahun, di 2017 silam, kita kembangkan menjadi 3 cabang, di Jl. Pandu 17A, Tanjung Bungkak, Denpasar Timur dan Duren Tiga Selatan 57A, Jakarta Selatan, dengan head quarter di Perum Delta Asri 86, Delta Sari, Sidoarjo.

 

Misinya untuk memperluas kontrol wilayah market, sehingga konsentrasinya tak lagi di Jawa. Sudah saatnya go nasional, dengan bekal pengalaman dan jam terbang kita selama 10 tahun. Untuk total karyawan sampai saat ini, terhitung 20 karyawan yang ada di head quarter. Untuk cabang Jakarta dan Bali total 150 karyawan, berikut freelance-nya.

 

 

Secara segmen, berapa komposisi jenis even yang dikelola oleh 86 Production sepanjang 10 tahun ini ?

 

Selain entertaint seperti live music dan branding product, 86 Production juga sering dipercaya vendor dan konsumen dari APM langsung, menggelar even otomotif. Seperti Suzuki Mega Champ, Suzuki Indonesia Challenge, Harley Davidson Pahlawan Tour 2016 - 2019, Malang Bikers Day Out 2017, Surabaya Pride 2019 dan Kejurnas Sprint Rally 2018-2019.

 

Keseluruhan even kita kemas professional dan spektakuler, dengan asumsi harus ada bias dan penyampaian pesan ke audiens, hingga berpengaruh ke nilai sosial pada sisi horizontal.

 

Seperti Suzuki Mega Champ, even drag bike yang paling dinantikan dengan rentang kelas untuk semua segmen rata kebagian berkah, termasuk bengkel umum. Mengkader rider-rider belia bertalenta dan tuner muda untuk terus belajar dan riset di Suzuki Indonesia Challenge.

 

Aktifnya Kejurnas Sprint Rally juga mampu kembali menghidupkan bengkel undercarriage spesial kaki-kaki menu rally, builder rumahan roll bar, rumah modifikasi fiber rally look, hingga gerai akseso penyedianya.

 

Untuk acara yang melibatkan bikers seperti Harley Davidson Pahlawan Tour, Malang Bikers Day Out 2019 dan Surabaya Pride, kita mulai rangsang melibatkan para pelaku industri rumahan terlibat didalamnya, seperti pengrajin apparel, produsen akseso, hingga cutting stiker dan air brush.

 

Kalau kemeriahan pasti beda, sebab konsep dan pesan yang kita tawarkan selalu ada unsur  diferensiasi dan inovasi, jadi silahkan diterjemahkan sendiri sesuai bidang masing-masing. 

 

 

Menggelar Kejurnas sprint rally, anda seakan mulai tertarik dengan even beraroma kompetisi. Adakah rencana menggelar road race, drag bike atau motocross dalam waktu dekat, yang sebenarnya lebih ringan dari sebuah kejuaraan sprint rally skala nasional ? Pembandingnya, kalau Kejurnas Sprint Rally saja bisa sukses dan lancar hingga meriah, mengapa tak berusaha melangkah lebih jauh lagi ?

 

Iya memang benar, tetap banyak penawaran masuk dari Agen Pemegang Merk, sampai produsen jenis produk otomotif lain, untuk kesana. Bekal sarana dan prasarana sudah siap untuk realisasinya, tapi kembali lagi ke jiwa brotherhood saya yang tumbuh kembang saat masih menitih karier di Promotion Coordinator XL tadi. Bukan jiwa saya merebut hak atau ladang orang, justru saya ingin maju dan berkembang bersama.

 

Jadi, ketika kompetisi roda dua bisa viral, inisiatif dong saya untuk memviralkan kompetisi roda empat, enam bahkan sepuluh, tunggu tanggal mainya. Kalaupun, misal ada yang sampai mendaulat 86 Production untuk menggelar even roda dua yang sifatnya kompetisi, mungkin akan kita kemas dengan konsep yang berbeda. Dan saya tak akan mau ketika menjadi rival atau tandingan, sebab itu bukan menjadi trade mark 86 Production.

 

 

Usia even organizer yang anda geluti terbilang cukup lama di 10 tahun ini. Apa kiat dan resep, untuk menjaganya tetap dinamis, produktif hingga karyawan anda setia menitih karier di 86 Production ?

 

Terpenting menjaga ritme, passion sebesar apapun without provit, ya perlu dikaji dan diintip lagi strateginya. Jadi harus ada kerjaan, bagaimana mendapatkanya ? ya cari terobosan baru dan jeli membaca momen, jemput bola sampai mengemas second opinion publik untuk dijadikan sebagai serum. Prinsipnya, first work and theory evaluation !

 

Saya juga tak henti-hentinya memberikan lead motivasi, di setiap hari Senin pagi saat general meeting. Saya juga tak segan menurunkan ilmu ke seluruh tim. Prinsipnya, lebih keras bekerja dapatnya beda. Dopingnya dari mana ? tantangan baru harus dicari, lakukan sebuah refresh rutinitas, kembangkan hasil atraktif dan pastinya komprehensif.

 

 

Jam terbang mantap, professional oke, lantas pencapaian puncak tertinggi menurut anda itu yang bagaimana dan sampai dimana, dalam dunia even organizer ?

 

Cara pandang dan pola pikir saya demikian, setiap pencapaian kesuksesan dalam sebuah even, itu justru saya nilai sebagai halte pemberhentian sementara, untuk perjalanan yang lebih panjang. Jadi, puncak tertinggi bagi saya, justru saya rasakan saat berada di perjalanan dan produktifitas. Jadi kalo di tanya mau finish dimana, jawabanya ya sampai waktunya pulang.

 

 

Kira-kira acara spektakuler apalagi nih yang akan digarap 86 Production untuk menjadi sebuah acara serial otomotif terbaru ?

 

Baiklah, di bulan September 2019 tepatnya tanggal 20 kita akan menggarap even Retroinment bertema “Pita Kaset90s” bersama grup music legend tanah air era 95-an, yakni Kla Project dan Java Jive, rencana pastinya di Dyandra Conventon Hall, Surabaya. Terselenggara hasil kerja sama dengan salah satu APM yang memiliki line up retro, serta melibatkan komunitas didalamnya. Untuk pemesanan tiket bisa lewat on line, di www.pesentiket.com.   pid