FREITZ YOHANES OWNER TIM PARD WONOGIRI : SETELAH MENGELOLA TIM ROAD RACE BERKEMBANGAN KE RACING FACTORY

 

Komponen kuda besi road race. Menjadi inspirasi Freitz Yohanes untuk mengembangkan bisnis membangun racing factory & speed shop.

 

Persis di 8 tahun silam, nama Putra Anugrah Racing Division ikut meramaikan kompetisi tanah air, dengan laga perdana di Tulungagung saat mengikuti IRC Road Race Openchampionship 2011.

 

Passion Freitz Yohanes sebagai owner tim, di otomotif memang agresif. Dalam kurun waktu satu tahun kejuaraan road race level daerah menjadi pemantapan dan kajian tim yang memiliki basecamp di Puhpelem, Wonogiri.

 

 

Demikia pula denga formasi rider yang memback up-nya, dipilih jeli dan cermat, seiring dengan kelas yang lagi memiliki nilai jual. Memang realistis, saat awal berlaga diback up rider pemula, yang identik minim intervensi.

 

Proses berjalanya waktu, flagship Yamaha makin memantapkan Freitz, berlaga di kompetisi level nasional, disaat formasi tim dan prestasi mulai mengkilap. Konsistensi aktif di kejuaraan level daerah dan nasional, otomatis makin banyak pula sponsor yang merapat dan mensuport tim PARD.

 

Freitz Yohanes owner tim PARD, Wonogiri. Jeli membangun market di segmen racing.

 

Taruhan prestasi justru giliran yang menjadi pressure dan memacu Freitz untuk terus berinovasi, meng-created performa mesin di atas rata-rata.

 

Beberapa nama tuner papan atas, juga sempat didaulat sebagai arsitek keseluruhan mesin 4 tak tim PARD.  Dari sini pula logaritma pengetahuan Freitz mulai improve, pelan tapi pasti mulai mengenal  ribetnya skema perjalanan riset, test case hingga final seting.

 

Pria kelahiran Ponorogo ini, termasuk yang beruntung, saat fase teknologi karbu mesti tergeser Fuel injection. Sebab, dengan begitu semua tim memulai babak baru dalam berkompetisi. Mengingat, semua tim mesti riset dan test case dari awal. Kendati beberapa hardware pada silinder cop tetap terjadi sinkronisasi dari versi karbu.

 

Freitz jadi serasa mendapat angin segar, untuk berusaha memanfaatkan momen spesial ini. Lagi-lagi bongkar pasang formasi tim terjadi seiring pergantian musim Fuel injection, sebagai hasil evaluasi intens dan solid di setiap tahun. Strategi yang diterapkan memang tepat, sebab di fase ini tak lagi butuh bicara adaptasi, tapi butuh rider yang cerdas dan mudah memahami mesin Fuel injection.

 

Apalagi masa transisi karbu ke Fuel injection ini dominan dimanfaatkan tim road race, untuk beradu singkat sebagai tahapan up grade performa mesin. Strategi aktif di kejurda dan open road race, sebagai peluang riset dan testcase, sukses memuluskan prestasi kuda besi tim PARD saat laga di even nasional.   

 

Hingga, prestasi tim PARD sempat diatas angin, popularitas PARD di blantika road race tanah air saat 2016 kian melambung tinggi, baik titel one make, motoprix hingga IRS. Dari sini pula pemikiran untuk membangun racing factory dengan nama besar PARD, mengalir deras.

 

Aparel kebesaran & trade mark PARD. Menjadi incaran speed mania tanah air

 

Persis di 2017, mulai bertebaran t-shirt dengan warna trade mark PARD, yakni biru oranye di segmen penghobi otomotif tanah air, yang terdistribusi lewat market on line. Hingga bergulir menjadi jersey dan topi bordir dengan font bertulis PARD.

 


PARD Racing. Terus terpacu berinovasi mengembangkan option part yang menjadi komoditas racing factory.

 

Bahkan berlimpahnya option part racing, terbagi daleman mesin dan exterior, juga  sukses merangsang inspirasi keluarga besar PARD, untuk memproduksi komponen kategori hardware di skala exterior.  Seperti knalpot, adaptor caliper, foot step, intake manifold, brather tube, raiser, setang kemudi, hingga komponen lain yang bisa digarap pada skala home industry.

 

Pelan tapi pasti, Freitz lagi-lagi sukses membuka lapangan kerja penduduk Puhpelem, Wonogiri. Sebab, untuk sebuah proses produksi karya nyata, dibutuhkan SDM regular sampai level mentor. Praktis pula, workshop yang sebelumnya sebatas untuk garasi kuda besi road race, sekarang makin melar untuk kebutuhan display speed shop yang mengusung nama PARD Racing.

 

Salah satu sudut display speed shop PARD Racing, Wonogiri. Lengkap menyediakan kebutuhan racing  & speed mania.   

 

Beberapa kolega yang sempat mensuport PARD, kembali dirajut dalam hubungan bisnis. Prioritas option part yang aplikatif pada kategori fast moving, diorder untuk memenuhi display speed shop PARD. Pada point ini PARD juga termasuk sebagai reseller, berusaha melengkapi kebutuhan konsumen di segmen racing.

 

Beda dengan knalpot, variabel segmen pasarnya yang luas, dengan berbagai level, Freitz berusaha menerjemahkanya sebagai peluang bisnis di segmen otomotif. Ditambah lagi kemudahan soal penerapan desain dan output perfroma knalpot  yang terbaik.

 

Knalpot CBR 250 cc produk PARD Racing. Mulai banyak diaplikasi otomania & speed mania tanah air.

 

Secara statistik perjalanan tim PARD sudah pernah memakai penggantian ratusan knalpot. Sehingga banyak logaritma pembanding yang bisa diterapkan pada produk knalpot PARD, demi mendapatkan performa terbaik. Sampai detail bahan dan bagian yang rentan bikin problem lantaran berpotensi putus, terus menjadi kajian tim racing factory PARD.

 

Dan belum genap satu tahun distribusi market knalpot lewat on line atau yang bisa dipesan lewat nomer (0857 413 451 41), mampu bersaing di beberapa kota-kota besar tanah air.

 

“Mungkin produk knalpot kita bukan yang terbaik, tapi secara desain dan pemilihan bahan, hasil rumusan terbaik tim kita saat mengarungi perjalanan balap selama 8 tahun, ”rendah Freitz yang minggu silam baru saja melaunching formasi tim terbaru, bernama Orange Privater Indonesia dan speed shop-nya bersamaan dengan perayaan hari ulang tahunya yang ke 43. Selamat ya bos.     pid