SUZUKI SATRIA F - MOJOAGUNG : BUBUT BALANCER & CAMSHAFT ROCHES, TEMBUS 7,8 DETIK

SUZUKI SATRIA F - MOJOAGUNG : BUBUT BALANCER & CAMSHAFT ROCHES, TEMBUS 7,8 DETIKKUDA BESI Satria F gacoan tim THSM Speed Shop R2Z, di kawasan by pass Mojoagung, yang berlaga di kelas bebek 4 tak 155 cc tune up, menghadirkan kreasi terbaru. Mungkin ini juga yang menjadi revolusi rombakan alias up grade silinder cop Satria F. Persisnya, di perangkat cam shaft. Oleh Zakiyah arsitek yang menangani pacuan Gery Percil itu, putaran cam shaftnya diperlicin bearing bambu alias roches produk NTN.


{jathumbnail off}
Desainnya mirip roches monocross monosok Scorpio. Alhasil, friksi camshaft minim. Bagian ini juga dipastikan sukses menjadi kontribusi, mendongkrak nilai HP. Selain itu clearance shim dengan cam shaft terjaga lebih stabil, mengimbangi naik turunya variabel gasingan mesin. Apa pasal ? penyimpangan poros cam shaft juga optimal ditumpas.

Masih di piranti silinder cop, camshaft dimensi pinggang menganut 27,8 mm, dengan tinggi 36 mm. Lift cam sukses dihasilkan di kisaran 8 mm, terhitung berikut clearennce. Dan dikawal pegas katup FXR 150. Lebih lanjut, driven gear cam shaft turut dicustom, hingga dapat digeser 4 derajat berlawanan arah jarum jam, special cam shaft in.

Bukan itu saja, proses mendongkrak HP turut berlangsung pada dimensi balancer weight yang dipangkas linear 8 mm. Makin kecilnya lingkar balancer weight ini juga, memicu gaya inertia lebih baik. Lagi-lagi nilai HP didongkrak kian optimal. Termasuk rombakan fly wheel magnet yang dibubut hingga tersisa 600 gram berikut menggeser masuk 6 mm.

Ini sekaligus sebagai indikator, bahwa kompetisi inovasi tuner di Jatim makin sengit. "Bisa jadi, pengaruh kelaskelas di karapan 201 meter mulai monoton dan perlu direfresh terkait mulai mentoknya kemampuan basis motor, "buka Andi Ariyanto owner tim yang juga mantan pebali era 96.

Lebih lanjut, blok silinder dicangkok punya FXR 150, yang mengusung tekhnologi SCEM. Dipadu piston Moto-1 berdiameter 63,5 mm. Pada bagian ini clearance diplot 0,04 mm dari standarnya 0,02 mm. Lagi-lagi sebagai upaya meminimalisir friksi, tanpa mengorbankan akumulasi kompresi. "Pasalnya, pada suhu produktif mesin gap ring piston lebih rapat naik turun di silinder," teori Ari sapaan owner timnya.

Pembentukan karakter power mesin, dibuat bengis dengan perbandingan kompresi 13,8 : 1. Serta disempurnakan pengapian yang diinstal model DC Totalos, dengan CDI Rextor Limited. Untuk meratakan transfer power mesin, gigi rasio diracik dengan perbandingan gigi 1(32-14), 2(28-18), 3(25-20), 4(23- 21), 5(23-23) dan 6 20-24). Tipikal close ratio ini pula, karbu dipinjam dari PJ 34 mm.

"Prinsip mekanisnya mengejar back up power lebih kuat di setiap tingkat percepatannya," tegas Zakiyah yang sukses menghantar Gery Percil mengukir best time 7,8 detik itu.

SPEK KOREKAN
BLOK SILINDER : FXR 150 PEGAS KATUP : FXR 150 PISTON : Moto-1 (63,5 mm) CDI : Rextor Limited KARBU : Keihin PJ 34 mm GIGI RASIO : gigi 1(32-14), 2(28-18), 3(25-20), 4(23-21), 5(23-23) dan 6 20-24) FLY WHEEL : 600 gram KNALPOT : JMF

 


REDAKSI   |   KODE ETIK   |   DISCLAIMER