Suzuki Satria-F "2011, Mojoagung : KOREKAN GAYA CHEF, BORE UP 69 MM & SETANG PISTON GL PRO SERIES

 

Satria F Chef News Hotel, Sidoarjo. Tampang standar power sangar. 

 

Nih dia Chef milenial penjaga gawang urusan resep masakan News Hotel, Pepelegi, Sidoarjo. Namanya Rizal Agus, berpostur atletis, stylenya metroseksual, tapi tak bisa meninggalkan hobi lamanya di dunia otomotif. Dia ini termasuk pemain lama otomotif, termasuk saat merantau di pulau Dewata, urusan kerja di bidang guide travel dan resto. Rizal sapaanya juga aktif di komunitas otomotif berbasic Satria F.

 

 

 

Alibi agar lebih dekat dengan orang tua yang berada di Mojoagung, praktis Rizal memutuskan balik ke Jawa dan sekarang menetap bekerja di News Hotel sebagai chef. Justru bukan buku 1 juta menu masakan yang dia pelajari, bidang korek mengorek mesin yang malah didalami.

 

Ada kata-kata mutiara yang menarik dari Rizal, menurutnya chef tak jauh beda dengan tuner, sama-sama mencari resep yang pas dengan lidah konsumen. Bicara main feeling dan insting kedua job beda hardware ini banyak persamaan.

 

Workshop ternama di tanah air RAT Motosport di Jl. Raya By Pass Juanda 17, menjadi rujukan. Swega punggawa RAT banyak memberi alternatif soal menu masakan, eh korekan. Rizal yang butuh kuda besi kencang dan tahan itu, makin semangat memuntahkan uneg-unegnya. Berapi-api, Rizal cerita sering dibikin keki sama herex.

 

Arul mekanik RAT Motosport yang suka nguping, lantas menimpalinya, itu sih enteng. “Artinya kencang tanpa aturan jarak toh, ”tantang Arul yang lumayan lama memiliki jam terbang. Memorinya 70% sudah terinfluenz ilmu korek mengoreknya Swega. Rizal pun lantas mengamininya.

 

Perbandingan kompresi ditawar Arul di angka 12,4 : 1, kondisi panas dingin tetap jago buat tarik-tarikan, yang dimaksud Arul buat full throttle. “Jenis bahan bakar juga tak masalah pakai RON 98, “promo Arul yang merealisasinya lewat secrap silinder cop. Setelah disecrap bubut, kembali dikaji manual oleh Arul, dengan ditarik kaca untuk menguji tingkat kerataan muka silinder cop. 

 

Kapasitas mesin. Diback up piston Kawahara 69 mm & setang piston GL Pro Series.

 

Beralih ke sumber tenaga, Rizal kali ini yang giliran nantang. Dari tas kopernya dikeluarkanlah kardus piston berlabel Kawahara 69 mm. Arul yang rambutnya tipis, tetap garuk kepala. Indikasi mulai panik. Bekal bimbingan konseling yang turut ditanamkan RAT Motosport, akhirnya Arul menjawabnya diplomatis, sembari buka buku catatan hutang, eh catatan data pribadinya.  

 

Sepakat liner silinder pada diameter luar diplot 75 mm, sisa 3 mm ditawarkan Arul agar liner tetap perkasa ngatasi tingkat muai. Bahkan, pemakaian setang piston Arul punya inovasi yang bikin sumringah Rizal. Serum terbarunya memakai setang piston GL Pro Series. Lubang pin sama 15 mm, cuman pen besar yang nyangkok di daun as kruk lebih besar 2,4 mm.

 

Desain & ukuran knalpot. Dikaji jeli menyesuaikan naiknya kapasitas mesin.  

 

Otomatis ketika dipakai serasa dengan menggeser big end. “Otomatis lagi, naiknya kapasitas mesin didapat bukan dari bengkaknya silinder, tapi juga dari langkah, ”tegas Arul berapi-api. Jadi, sekarang cc nya naik menjadi 227 cc.

 

Suplai gas segar jadi makin rakus, bagian ini karbu dari Moto-1 ukuran 30 mm model PE dipercaya melayani variabel power bawah, tengah sampai atas. “Kira-kira lepas traffic light, sudah siap sampeyan, ”sumringah Arul berpromo hasil kreasinya.

 

Tapi, tak berhenti sampai disini, intake diporting polish hingga 31  mm dan exhaust 28 mm. Berlanjut penggantian katup racing, untuk katup masuk 25 mm dan katup buang 22 mm. Dilayani camshaft in – in, jadi yang ex disimpan Rizal. Penampakan silinder cop juga ada perbedaan, kepala katup lebih nongol berikut setengnya. Menurut data, lebih spontan mersepon bukaan throttle valve.

 

Final gear. Spesial diseting trek panjang hadapi herex.

 

Debit gas segar terasa selaras dengan peningkatan RPM yang dikelola CDI Rextor. Kendati hasil pengukuran lift katup masuk dan katup buang berada di rentang 6,5 mm. Sebagai penyelarasnya, bobot fly wheel dijadikan 180 gram, berikut penggantian bearing as kruk Daytona.

 

Kental dengan upaya meratakan atau memperingan beban putaran gigi primer dan fly wheel. Dan memang krusial, pengaruh dari sini saja tenaga bawah, tengah hingga atas yang biasa dikomplain Rizal, jadi berbalik makin bengis.

 

Aksi Rizal sesi seting speed. Puas dengan performa bawah, tengah, atas mahakarya Arul RAT Motosport, Sidoarjo.  

 

Dan sebagai finishingnya, final gear dicangkok 14-38 dan diteruskan knalpot after market yang jeli dipilih Rizal, special memperbaiki perfroma Satria F kesayangannya. Paling pas, versi chef menu masakan memakai leher diameter 30 mm, sarangan 50 mm dan panjang silincer 28 cm. Ngerinya, sekarang Rizal berani menatap tajam, di setiap traffic light. Seakan menyampaikan pesan, siap buat full throttle.        pid