CUPU ABT BOWTECH RACING TEAM, MADIUN : EVALUASI PERFORMA MESIN TENGAH TAHUN

 

Taufan Surya owner Cupu ABT Bowtech Racing Team, Madiun. Mencoba menjadi yang terbaik & evaluasi korekan tengah tahun.

 

 

Di tengah musim kompetisi drag bike 2019 ini, Taufan Surya owner tim Cupu ABT Bowtech Racing Team, Madiun kembali tampil merefresh performa kuda besinya. Tak cuman daleman mesin, bahkan penampakan luarnya tampil beda.

 

 

 

Mengusung kombinasi warna hitam bergradasi orange, berikut grafis bertema speed effect dan tribal, yang kental menyampaikan pesan sebagai kuda besi yang kencang. Seperti yang tertata rapi pada tangki Ninja 155 cc rangka standar, hasil kreasi Ocim Design, Gedeg, Mojokerto sebagi jagonya pewarnaan kuda besi segmen racing.

 

F1Z R 116 cc open. Perubahan drastis di sektor crankcase & optimalkan siklus pembilasan sebagai penunjang tenaga atas.

 

 

Sedang, F1Z R yang spesial dipakai laga di kelas bebek 2 tak 116 cc open, cuman hasil permainan gradasi hitam – orange, berikut tambahan tribal putih. Cuman, bedanya tangki yang kini mengaplikasi aftermarket, diinstal di depan setang kemudi.

 

Ngerinya, pada tampilan terbaru Ninja 155 cc korekan Andi Wibowo itu, turut disiratkan nama leluhur desa Nglambangan, Wungu, Madiun tanah kelahiran Taufan, yakni Eyang Kromodiwiryo. Filosofinya sederhana, eyang hidup di jaman empu pembuat berbagai benda maupun perabot dari material logam.

 

Eyang Kromodiwiryo. Julukan baru Ninja 155 cc rangka standar & optimis tembus 7,1 detik.

 

 

Dan sekarang kita di drag bike juga berhubungan dengan material logam, jadi pemakaian nama ini saya nilai hanya sebatas penghormatan sosok cucu-cucunya, yang selalu mengingat kebesaran leluhur-leluhur Madiun. “Tapi, semua ini berlangsung, juga atas rahmat dan ridho yang diberikan Allah SWT, “urai Taufan berfilosofi.

 

Konotasi lain, nama Eyang Kromodiwiryo juga dipakai sebagai sebutan Ninja 155 cc rangka standar. Kelak mampu menorehkan sejarah seperti sosok Eyang di kompetisi drag bike.

 

Alasan itu pula, bersamaan dengan pemberian nama ini, juga berlangsung up grade hingga spare performa mesin menyeluruh. “Oh ya, untuk formasi rider yang berlaga kemungkinan ada tambahan Klowor, selain Arya, Widi AR dan Erwin Sredex, ”terang Taufan.

 

Memasuki tengah tahun ini, saya berusaha mengevaluasinya secara mendasar, terkait hasil dan prestasinya. Ilustrasinya, kalau siswa SD, SMP dan SMA ada jadwal pembagian raport, untuk perbaikan.

 

Dan konsep ini termasuk menjadi bagian dari strategi tim kita. “Bercermin dari situ pula, ada upaya-upaya perbaikan sehubungan dengan kompartemen mesin yang berpeluang memicu problem, sampai mengganti yang lagi up to date, ”yakin Taufan.

 

Taufan Cupu & Bowo Bowtech, Jombang. Mulai menemukan chemistry & solid, saling menunjang pengembangan korekan di musim kompetisi drag bike tengah tahun.

 

 

Memang, secara prosentase ada yang repair tipis, ada pula yang sampai frontal, seperti perbandingan gigi rasio 1(29-16), 2(27-19) dan 3(24-20). Revisi gigi rasio ini juga sebagai output obsesi Taufan yang ingin mengejar best time 7,1 detik di kelas sport 155 cc rangka standar. “Kalau sebelumnya stabil di 7,2 detik, dengan rider Arya, ”jelas Bowo yang kali ini juga mencangkok CDI TS 125 dan ngeplot tinggi exhaust 28 mm.

 

Sedang performa F1Z R, Bowo masih berkutat pada pengembangan dimensi crankcase berbanding lingkar daun as kruk. Seputaran ini Bowo masih menguncinya rapat alias secret.

 

“Sesuai dengan hasil input Widi saat seting speed, gigi 3 dan 4 lebih jalan,”yakin Bowo yang meneruskan rombakan pada lingkar perut knalpot dan dimensi stringer yang dibuat lebih panjang itu.

  

Dan seiring dengan prestasi tim kita yang lumayan pesat, termasuk Baja Beton dan Randumas, yang sama-sama bernaung di Bowtech, Mojokrapak, Jombang. “Kemungkinan di even drag bike tengah tahun ini, kita uji coba laga ke even skala nasional, yang jadwal evenya digelar di seputaran Jateng atau Jogja, ”pasti Taufan.    pid