Yamaha Jupiter Z Nganjuk : Power Produktif Digeser di Tengah

Yamaha Jupiter Z Nganjuk

Yamaha Jupiter Z Nganjuk

KENDATI ERANYA kompetisi bebek injeksi atau Fi, tapi kelas MP versi lama yang notabene masih mengusung kuda besi karbu, tetap ramai diminati. Seperti halnya kelas MP3 versi lama bebek 4 tak 125 cc tune up pemula, yang diklaim lebh strategis.


Pasalnya, setelah dibuka kelas Mix 130 s/d 150 cc open, kudua besi berbasis MP3 lama banyak dipakai oleh tim road race Jatim, selain laga di kelas MP4.

Konteks demikian ini yang memacu Rendy Laroza manajer tim Nayla Bakery memutuskan tetap memaksimalkan kuda besi berbasis Jupiter Z, untuk berlaga di dua kelas yakni MP4 regulasi baru dan Mix 130 s/d 150 cc open.

Kali ini tim yang punya basecamp di Jl. Semeru, Kedondong, Nganjuk itu dibela rider potensial Miko dan tuner Mletiz. “Dari sisi korekan tetap ada pengembangan, seiring dengan tipikal rider, gaya kompetisi hingga desain sirkuit,”kata Rendy.




Cuman, bedanya saat pertimbangan rival bebek 4 tak 150 cc Fi open yang iidentik kurang agresif di gasingan bawah, maka power produktif direquest bergeser di gasingan menengah atas. Macam aplikasi perbandingan gigi rasio 1(35-14), 2(29-16), 3(23-21) dann 4(23-22). Jadi memang beda dengan data korekan regulasi lama.

“Strategi disini lebih berjalan, memanfaatkan kelemahan bebek 4 tak 150 Fi, saat laga di pasar senggol, ”yakin Rendy. Termasuk pemakaian fly wheel yang tetap berani memakai bobot 600 gram. “Umpan power di gasingan tengah lebih dapat, buat menghela gigi 3 dan 4, jadi afresif kontrol speednya, ”bangga Miko. Konsekuensinya sih memang perbandingan kompresi wajib medium di 13,2 : 1, spesial bahan bakar jenis Pertamax.

Sisi lain, penyempurnaan akurasi gas segar direalisasi pada rubahan porting intake yang cenderung bergeser ke belakang 3,5 mm. Kental dengan memaksimalkan siklus homogeny gas segar, efek dari pantulan saat langkah isap.

Konteks demikian juga sebagai upaya memaksimalkan suplai gas segar dari Mikuni 24 mm yang diaplikasi. Hingga durasi camshaft berani bermain di angka 278 derajat, berikut pemakaian katup 26 mm ((in) dan 23 mm (ex).

Sebagai finishingnya, paling terbaru mulai bergeser ke aplikkasi CDI BRT diinstal model totalos dan disempurnakan knalpot Norifumi berikut final gear 13-42, spesial menu pasar senggol Jatim. l pid

SPESIFIKASI
GIGI RASIO : Gigi 1(35-14), 2(29-16), 3(23-21) dann 4(23-22) KARBU : Mikuni 24 mm CDI : BRT PEGAS KATUP : Daytona KATUP : 26 mm & 23 mm KAMPAS KOPLING : BRT PEGAS KOPLING : BRT FINAL GEAR : 13-42 KNALPOT : Norifumi


  • TERBARU
  • TERPOPULER
  • TERBANYAK