"Ini lanjutan seri pertama di sirkuit GBT Surabaya dan sebagai wujud apresiasi maka kita ganjar hadiah sedangkan untuk finalnya digelar di Pamekasan berikut dengan hadiah yang melimpah," bisik Ipung, salah satu konseptor gelaran Rookie Drag Bike Said Abdulah 2026.

Waiting zone. Dominan lokal Kediri
Hadirnya petinggi Koni kabupaten Kediri dan ketua Pengcab IMI Kabupaten Kediri yang turut memantau dari dekat kegiatan tersebut juga turut memberikan apresiasi.
"Kita ingin balap itu safety sebab kita juga mensosialisasikan safety di ajang seting yang digelar Pengcab IMI Kabupaten Kediri dan KONI kabupaten Kediri tiap hari sabtu dan minggu di sirkuit Kelud Kediri," jelas Tri Priyo Nugroho, ketua Pengcab IMI Kabupaten Kediri yang didampingi KONI kabupaten Kediri.

Ninja 150 BF racing Wijaya. Sabet kelas sunmori mix rider
Di kelas Sport 2 tak 155 Sunmori Mix Rider, dragster Raka Komang dan Adit Coco sukses mengantarkan team BF Racing Wijaya dengan membukukan waktu tercepat 6,996 detik dan 7,026 detik. "Usai poin di Black Drag Bike lanjut ke Drag Bike Kediri," jelas Kipli, pit crew Wijaya Racing.
Sementara, pertarungan di kelas Bebek 2 tak 130 cc AG Style Supporting yang diikuti 13 dragster, Adit Coco sukses membawa team FR 87 Madura berada di podium pertama.

F1Z andalan FR87. Kuasai AG Style supporting
Dengan mengandalkan engine korekan Gufron tunner Bengkel 43 berikut gas buang sukses mencatat waktu tercepat 7,445 detik. "Hanya perubahan di knalpot dan repair engine pasca maen drag bike Malang, " ungkap Gufron.
Sedangkan di kelas sport 4 tak 250 cc non DOHC klep standar Rookie Pro, dragster Kipli asal Kediri berhasil meraih waktu tercepat yaitu 7,185 detik.
Mengandalkan engine yang dijejali piston 68 mm berikut stroke 68 mm berikut pemantik CDI Tiger harus mengurangi bobot motor hingga 5 kg.

CV All In Karbu Mantri. Kuasai sport 4 tak 250 cc
"Bukti kerja keras team yang solid sehingga berbuah manis," ujar David Gaza, tuner sekaligus owner team All In Mantri Karbu yang sukses podium 1.
Chand
