Jelang WTJ Grasstrack & Motocross Open Championship 2018 Seri I, Alas Maliran, Ponggok, Blitar : Ada Kelas CRF 150 & Dibanjiri Tracker – Crosser Nasional

Diramaiakan crosser papan atas & executive Jatim

Sirkuit Alas Maliran, Ponggok, Blitar mendatang di 13-14 Januari 2018, akan menjadi sirkuit perdana musim kompetisi grasstrack dan motocross Jatim 2018, yang dikemas spesial dalam hajatan WTJ Motocross Openchampionship 2018 seri pertama. Bejibun sponsor hadir ikut meramaikan, selain WTJ Group Samarinda, ada juga slide.co, Beryl We Brew We Bro Coffee, Kaytama, Djagung Racing Factory, Kratingdaeng, Nugroho MX Training dan Honda Aries Putra.


Dengan demikian akan menjadi even yang istimewa, sebab aura kejuaraan nasional lebih mengemuka. “Itu lantaran, jadwal even garuk tanah lebih dulu mulai di Jatim, dipastikan tracker dan crosser nasional ikut menjadi bagian di even ini, ”tegas Cetem ketua pelaksana yang diback up sepenuhnya oleh H. Udin owner WTJ Group Samarinda sebagai penyelenggara.

Cetem, ketua pelaksana



Apresiasi hadiah 4 unit motor Jepang dan hadiah elektronik yang dipersembahkan buat para jawara spesial pendulang point tertinggi, sukses menjadi magnet para crosser dan tracker untuk aktif  berlaga di seri ini. Sebab, baru kali ini tracker juga kebagian apresiasi lebih, jadi tak cuman crosser yang mendapat hadiah spesial. Catat ya !

Eko Aries Putra Perdana membuka kelas CRF 150



Dan sebagai bentuk membangun mutualisme berkesinambungan, di even juga digelar kelas OMR CRF150 executive open dan non pembalap, hasil kerjasama dengan main dealer Aries Putra milik Eko Budi Sentosa. Itu artinya, rider adventure yang biasa ngalas dengan trail, bisa berlaga disini.

Spesial untuk kelas OMR CRF150 executive open, regulasi sementara wajib standar, kecuali knalpot, ban, foot step, gir, handgrip, selebihnya ada info lebih lanjut. Sebab, ini kelas baru dan perdana lagi, masukan dan saran akan lebih berarti untuk menghidupkan kelas ini. “Prinsipnya, kelas ini hanya sebagai pembuktian, kalau CRF150 kondisi standarnya siap ditarungkan di sirkuit motocross,” tegas Eko Budi Sentosa yang mengklaim sebagai orang pertama yang membuka kelas ini. Jadi, monggo ditiru !

Sisi lain, pertarungan crosser cilik potensial special engine 50 cc dan special engine 65 cc, dipastikan lebih seru. Sebab, secara desain sirkuit Alas Maliran, Ponggok, Blitar lebih familiar bagi crosser cilik. Apalagi di sirkuit ini sering kali menjadi ajang berlatih crosser cilik Jatim, khususnya zona Blitar, Tulungagung, Kediri dan Malang. “Selain itu, sirkuit Maliran, juga menjadi primadona crosser executive yang aktif berlaga, dengan alasan safety, ”terang Tri Priyo Nugroho pentolan Nugroho MX Training, Kediri.

Tapi dari sudut pandang crosser MX2 dan MX2 Novice, sirkuit Alas Maliran adalah sirkuit bertipikal speed, variable jumpingan enteng dilibas, kendati beberapa titik variable sudah direvisi disempurnakan. “Selain itu, beberapa titik berm juga dibuat lebih tinggi, spesial melayani kebutuhan crosser papan atas yang akan berlaga, ”timpal Wawan yang juga bagian dari pelaksana dan menggandeng Kraas Automotive Club sebagai Racing Comitee. |