HONDA KARISMA 2004 : Kustom Dax Biar Tampang Semakin Galak

MODIFIKASI CUSTOM HONDA DAX. Dari basis Honda Karisma.

Sudah suka modify sejak lama, Robby Ganie tetap punya waktu luang untuk membuat lagi satu masterpiece spesial. Jika sebelumnya sering mengerjakan konsep mini-bike atau Honda monkey, kali ini digebernya aura custom ala Honda Dax, dari basis Karisma 2004.

 

 

ENGINE. Performa JB125 dari Karisma.



Tentu saja, ubahan Karisma ini terbilang frontal, karena benar-benar mengubah perawakan standar. Bahkan, bisa dibilang extreme karena hanya menyisakan segelondong mesin Karisma tersebut sebagai dapur pacu. Rangka, undercarriage dan part lain pun dipinang dari merek lain dan juga dicustom sendiri.

 

 

RANGKA CUSTOM. Tata ulang dari basis S90.




"Ciri khas Honda Dax ada di basis rangkanya, karena juga satu platform dengan S-series, makanya saya pilih rangka S90. Itu pun juga beli online dari orang Jogja," ungkap Robby Ganie, yang mengerjakan modifnya sambil bekerja di divisi R&D RCB Indonesia.

 

 

SWINGARM. Comotan Kaze yang dikepras.




Meski sama, rangka ini tidak langsung pasang. Namun, ditata lagi sesuai proporsi Dax, yang mana sisi depan dipotong 5 cm, belakang 12 cm dan bagian tengah 5 cm. Dengan begitu, biar kelihatan bentet atau bonsai. Selain itu, juga ditambah lagi dengan sekat dalam, sebagai tempat tangki bensin berkapasitas 2 liter, yang mana bagian depannya diberi cover Honda Spacy keliatan gendut. Lalu, rangka full ini di-sandblast supaya keliatan resik. 

 

 

TAMPANG. Mungil dan mini, tapi keren.




Baru setelah sasisnya selesai, sekarang menata mounting dan bracket untuk penempatan mesinnya. Untuk lubang baut pegangan mesin seri JB 125 dibuat ulang. Ada penambahan plat setebal 4 mm bagian bawah rangka supaya mesin merapat sempurna.


Undercarriage, dipinang dari banyak part motor lain. Swing arm pakai dari Kawasaki Kaze yang dipotong 10 cm untuk penempatan pelek ori Yamaha Nmax ukuran 3,50x13. Swingarm ini juga dipangkas. "Tujuan dipotong supaya swing arm tidak kelihatan kedodoran," ucap Robby.

 

 

ASESORIS. Klasik asik.

 

Sementara, front-end ditopang sok Nmax yang panjangnya dibuat 30 mm dengan mengurangi ketinggian bottom sok sebanyak 4 cm.  Diseting seperti itu, agar bottom shock tidak mentok ke triple clamp bawah lantaran mengejar tampilan ceper. Selain itu, triple clamp atau segitiga dibuat selebar 21 cm supaya velg NMAX ukuran  3,00x13 bisa masuk.

 

 

SISI DEPAN. Sok custom dengan disc brake.




Perangkat safety di pengereman, dipanteng merek Nissin yang diambil dari original Yamaha NMAX berikut master dan kaliper. Sedangkan kaliper belakang dibuatkan braket bagian depan PNP karena memakai part-part ori NMAX Untuk disk pakai RCB e series 230 mm dengan kaliper disanblast mengejar tampilan keren. Ban dari swallow uk 130/70 R13 belakang model kembangan honda ADV dan depan 110/70 R13.

 

 

JOK. Custom single seat.




Bagian stang kemudi dibuat model ape hanger setinggi 32 cm cukup santai untuk jalan-jalan sore. Sepatbor depan belakang dapat via online dari kota buaya. "Untuk penerang depannya sengaja saya comot dari ST70 replika karena harga yang original tidak masuk di nalar," tukas Robby, yang kemudian mengkombinasikan dengan stop lamp C70 dan variasi lampu sign.

 

 

RANGKA. Dari S-series dengan inner-tank




Proses berikut, dikerjakan finishing dengan painting. Kali ini, pengecatan menggunakan sistem Electro Disposition Painting (EDP) yakni dengan pencelupan, bukan disemprot. Memang, hasilnya tidak semencelok cat spray, tetapi lebih rata karena cat juga masuk hingga sisi tekukan dan rangka dalam. Pastinya, lebih tahan gores.

 

 

SETANG. Tinggi ala ape-hangers.




Terakhir, pernak-pernik khas custom Dax juga disertakan. Corong knalpot custom buatan sendiri, dibuat dari pipa stainless ukuran 42-38-26, yang diakhiri silencer aluminium, plus logo Proliner sebagai paten yang ditimpakan dengan grafis laser.  Dengan wheelbase 110cm dan tinggi jok 70cm, Karisma custom Dax ini memang terlihat lebih mungil dan mini, namun dengan pengerjaan hingga 62 hari kerja, Robby Ganie pun mengakui puas dengan masterpiece garapannya.

 


naskah/foto : rif