HONDA GL-MAX '97 - BANGKALAN : Legend of 'Gagak Rimang' Chopper

Madura, identik dengan adu balap sapi atau karapan 'Sapi kerap'. Begitu tersohornya lomba ini hingga menghasilkan para sapi-sapi petarung yang legendaris, salah satunya bernama Gagak Rimang, milik Kaji Tohir.

 

 


Meskipun kejayaan sapi ini sudah lewat, tapi kekuatan, kecepatan dan dominasinya dilanjutkan oleh sapi-sapi generasi selanjutnya. Hingga nama ini pun tetap dikenang sebagai sapi terhebat se-antero Madura.
Nah, Legenda ini juga yang mendasari squad Fart32 Bangkalan menyematkan namanya ke chopper garapan mereka.  Apa fitur unik chopper berbasis GL Max geberan Ajies Sabara ini?

 






REFRESH TOTAL TAMPILAN
Menilik data Otre, GL-Max ini sebenarnya bukan custom baru yang pernah digarap F32Art. Motor ini beberapa kali berganti wujud, dan sempat memenangi banyak kontes modif. Nah, untuk merefresh tampilan luarnya yang ekstrim, Yudhi punggawa Fart32 bersama Jie Custom membedah semua sektor. Paling utama, tata ulang rangka utama berikut undercarriage, lanjut ke detailing dan finishing.

 





RANGKA CUSTOM ARTISTIK
Untuk rangka, diseting sangat rendah low ride, yang mana main bone melengkung di sisi atas berlanjut ke belakang sehingga menopang struktural suspensi belakang, dan sebagai tempat menggantung tangki custom.  Untuk sektor depan, ditambah downtube, yang memperkuat sekaligus menopang mesin. Agar lebih proporsional, beberapa tekukan ditutup plat dan fiber sehingga lebih artistik.

 



UNDERCARRIAGE
Sektor ini, benar-benar dirombak total oleh Yudhi. Jika sebelumnya menganut konsep tanpa tromol alias hubless, kini malah disandingkan pelek model palang yang dikombinasi kaki belakang paduan single-sided swingarm alias monoarm dengan ban ekstra besar. Agar terasa kesan kustom kulture-nya, konstruksi sok depan dibuatkan ala springer dengan down-arm yang sedikit ditekuk ke depan, tetap menggunakan per spinger sebagai peredat kejut di sisi tengah.

 



TRANSFER PENGGERAK
Berhubung menggunakan konsep single-arm untuk kaki belakang, praktis sistem penggerak roda belakang ikut diubah. Untuk menggelindingkan pelek custom 17 inchi dengan ban gambot Pirelli 200, dipilih sistem transfer yang mana dari girboks diteruskan transfer gear ke sisi kanan via rantai ke final gear. Agar tidak terlalu berat, set up gear ini diberi komposisi yang ringan, dengan gear terakhir di mata 40.

 



ASESO CUSTOM
Biar lebih artistik, banyak item-item unik yang disematkan ke motor keluaran 1997 ini. Setang misalnya, dibikin profil V yang lebih lebar, sehingga pengendara terlihat lebih gagah. Kedok depan juga dimodel custom, yang mengisyaratkan kesan gahar. "Kita juga kombinasi dengan custom inner-throtlle, krom dan kopling kaki," tutur Yudhi, punggawa Fart32.



BRUSHED FINISHING
Tidak banyak memainkan aksen krom, Fart32 justru ingin menonjolkan kekuatan finishing luar dengan basis airbrush dan painting yang juga menjadi kemampuan mereka. Apalagi, banyak bidang yang bisa dimanfaatkan sebagai media semprot, dari body, rangka, bahkan kaki-kaki. Kombinasi warnanya sendiri, paduan grafis kelir hijau dan kuning dengan silver yang dioplos dengan aksen glitter.



DETAILING
Terakhir, sisi detailing benar-benar diusahakan sesuai theme tadi. Beberapa part dibuat sangat detail, seperti halnya tuas kopling custom yang ada di sisi kiri. "Bentuknya meliuk-liuk, kita bikin custom seperti bentuk clurit untuk carok, senjata tradisional Madura," tambah Ajies Sabara, yang ikut memberi aksen liukan kelok9 ke sektor engine yang sudah dikinclongin krom.





SPEK CUSTOM
SOK DPN : Custom springer, SWINGARM : Custom monoarm, PELEK DPN - BLK : Custom 21 & 17 inchi, BAN DPN - BLK : Swallow 300-21 dan Pirelli 200-17, REM : Buell disc, SETANG : V-bar, KNALPOT : Custom, LAMPU-LAMPU : Custom, BUILDER/MODIFIKATOR : Jie Custom & Fart32 - Jl. Raya Ketengan gg. Steter Abadi - Burneh Bangkalan - Madura CP : 0852-3167-7462.



naskah/foto : punk