"Kualitas udara yang baik di dalam kendaraan dapat tercipta dengan dukungan filter kabin yang tepat. Filter kabin Bosch Aeristo Premium menggunakan material bermuatan elektrostatik yang mampu menghilangkan partikel halus dan polutan udara hingga sekecil 2,5 mikron (atau sebesar 3% diameter rambut manusia)," klaim Arditya Wicaktama, Channel Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia.
Bosch Aeristo Premium mampu menyaring kandungan udara yang berbahaya dalam kendaraan tertutup. Berdasarkan hasil uji menggunakan air quality meter, tingkat partikel udara berbahaya dalam mobil mencapai 0,52 ketika masih menggunakan filter kabin standar, sementara di luar kabin berada di kisaran 0,35. Dengan menggunakan filter kabin Aeristo Premium, kadar polutan udara anjlok drastis menjadi 0,02 atau nyaris sempurna.
"Filter kabin ini memiliki lapisan polifenol alami berbasis tumbuhan yang mencekal masuknya virus dengan mengurai kandungan proteinnya, serta mencegah pertumbuhan bakteri. Sementara, lapisan karbon aktifnya menyerap dan menetralkan bau tak sedap serta gas berbahaya," tambahnya.
Bosch Aeristo Premium juga diperkuat lapisan anti-alergi bersifat anti-jamur yang mampu menyaring penyebab alergi (alergen) seperti bulu bulu hewan peliharaan, serbuk sari, dan spora jamur yang terbawa dalam udara. Tidak seperti filter udara mesin yang bisa dibersihkan, Ardi juga berpesan untuk secara rutin mengganti filter kabin setiap 10.000 km. Karena apabila dibiarkan akan menurunkan kualitas udara di dalam kabin.
Filter kabin Bosch Aeristo Premium sudah tersedia di market place resmi Bosch di Shopee untuk berbagai merek dan model kendaraan. "Saat ini kami sudah menyediakan jenis filter kabin sekitar 80% dari total model kendaraan yang dijual di Indonesia. Bila ada mobil baru, kami akan segera memproduksinya," tutup Ardi.
editor : punk, foto : bosch
