MOREYNO AGUNG WILATERUNA : CROSSER MINIMOTO POTENSIAL JATIM

Sudah menjadi tradisi, munculnya crosser cilik potensial lahir dan berkembang dari keluarga crosser. Lingkungan yang menjadikan mereka jadi lebih terbiasa memacu adrenalin, saat jumping dan full throttle. Demikian pula sosok Moreyno Agung Wilateruna crosser minimoto dari Banyuwangi, Jatim.



DI USIANYA 9 tahun yang tergolong cilik, beberapa prestasi sukses ditorehkan putra pasangan Arif Kliwon dan Diah Ayu, yang juga mantan tracker kawak Jatim. Kemudahan transfer ilmu balap yang banyak menjadi sisi penunjangnya. Maka, pantas ketika Moreno disebut sebagai calon crosser young guns Jatim, yang memiliki obsesi ingin menjadi crosser nasional.

Dari bakat dan dasar prestasi di kelas minimoto ini pula, banyak yang memprediksi Moreyno saat berlaga di special engine 65 cc, prestasinya makin menjadi. Berikut hasil wawancaranya dengan Moreyno saat didampingi Arif Kliwon ortunya ;



Bisa diceritakan awal mula Moreyno sampai terjun dan berlaga di dunia motocross ? apa yang mendasarinya ?

Kebetulan di workshop saya punya sekolah motocross bernama Falcata 77 Riding School. Makin bertambahnya anak didik saya yang seusian Moreyno, akhirnya kena juga pengaruh naik minimoto awal tertariknya. Malahan nggak mau dibelikan produk lokal dan langsung KTM. Dari debat yang panjang dengan ibunya, sepakat akhirnya dibolehkan untuk menseriusi motocross. Dengan asumsi tak sampai mengganggu jadwal belajar. Dari situ pula, saya mendidiknya extra bersama murid lain, dari metodhe pelatihan fisik, olah nafas, cardio vascular sampai cara membawa motor. Dan awalnya sih cuman keliling sirkuit, kalaupun disuruh jumping kadang nangis. Masih ada rasa takut. Tapi, dari lingkungan crosser berlatih jumping, akhirnya Moreyno merasa terpacu untuk bisa jumping.




Ketika training seumuran Moreyno apa sudah bisa membedakan antara happy and fun dan sebuah kompetisi yang keras ? apa resepnya ?

Benar demikian saat awal-awal latihan, maunya keliling sirkuit pakai motorny di tempat latihan dan semaunya sendiri. Tapi, ketika berangsur-angsur saya ajak nonton kelas minimoto, 65 cc dan 85 cc, timbul ungkapan dari Moreyno “tak boleh sampai mengalah ya Pi”. Dari situ saya mengamini, tapi yang santun nak jangan sampai nabrak lawan atau main nyerempet. Sebaliknya, jangan sampai kena tabrak dan disrempet. Dengan asupan ilmu seperti itu, Moreyno mengartikannya harus jaga jarak. Dan kalau balap tak mau merapat, akhirnya racing line dia ciptakan sendiri yang paling aman menurut dia. Saking bangganya dan bercampur haru, saya kadang meneteskan air mata, sekecil itu sudah bisa berkompetisi.

Pertanyaan agak sulit nih om, di Falcata 77 Riding School, juga banyak muridmurid yang menimba ilmu. Bagaimana anda mengaturnya supaya tampil balans, antara murid dan anak sendiri ?

Saya punya prinsip, siapa yang datang dan bergabung di Falcata 77 Riding School, saat di basecamp, mereka saya anggap sebagai anak sendiri. Dengan berjalannya konsep yang berimbang ini pula, akhirnya saat berlaga kadang sampai terjadi kompetisi antar murid sendiri. Hingga samasama naik podiumnya. Dan seperti nazar saya saat awal mendirikan Falcata 77 Riding School ini, sebenarnya ingin mencetak dan mengembangkan bibit crosser dari wilayah tapal kuda. Jadi, mari maju dan berkembang bersama, untuk mengejar prestasi.

Lantas, bagaimana cara mengatur jadwal sekolah, ketika terbentur dengan jadwal balap yang minimal di hari Juma’at harus berangkat. Otomatis, mata pelajaran ada yang tertinggal ? bagaimana anda menyikapinya ?

Alhamdulillah juga dan banyak terima kasih kepada semua jajaran pengajar SD 4 Kebaman, Srono, Banyuwangi atas kepedualian dan kebijakan yang diberikan. Memang awalnya saya konseling langsung dengan Du Dinda sebagai wali kelas dan Bu Nanik kepala sekolah. Dengan pertimbangan olahraga berprestasi yang secara tak langsung mengangkat nama Banyuwangi dan sekolah, akhirnya banyak diberikan kemudahan mengenai ijin saat keperluan balap. Bahkan, ada materi belajar baru yang diberikan spesial untuk Moreyno agar tak sampai tertinggal pelajaran. Seiring dengan perjalanan balap dan prestasi Moreyno, pihak sekolah turut memberikan apresiasi semacam award murid berprestasi.

Apa benar Moreyno, sudah bisa mendatangkan sponsor, bisa dijelaskan ?

Di musim kompetisi motocross 2018 ini full seri kejurnas, power track, Kratingdaeng Supercross dan even open lainnya, kebetulan Gatra Jaya Group milik Agung Widodo dari Banyuwangi, siap mensuportnya dan sudah teken kontrak. Jadi, beliaunya yang ingin dan punya obsesi sama-sama membesarkan nama Banyuwangi di even nasional motocross. |