M. DHANI - GRESIK : FIX BERTARUNG DI 85 CC & NAIK KAWASAKI KX 85 CC 2019

 

 

Kabar paling baru menjelang musim kompetisi motocross 2019 ini, crosser M. Dhani putra H. Urip asal Gresik yang lagi menimba ilmu di Bali MX milik Tjok Vicky itu, akan berganti pacuan Kawasaki KX 85 cc, yang sebelumnya saat di 65 cc naik KTM.

 

 

Kebijakan bergantinya brand kuda besi disebabkan tim Bali MX di 2019, mendapat support dari Kawasaki Green Tech, Pekanbaru. Pastinya banyak penilaian dan prestasi yang telah diukir Bali MX, sebagai pertimbangan.

 

Praktis nama Diva Ismayana yang menjadi trade mark Bali MX itu, jelas memberi influenz bagi muri-murid Bali MX untuk menyamakan brand kuda besi. Apalagi, apa yang dikenakan Diva menjadi panutan murid Bali MX. Kabar gembiranya lagi, spare part luar dalam juga mudah didapat dan bisa langsung diorder ke main dealer atau dealer Kawasaki.

 

 

Di awal tahun ini, M. Dhani juga lagi adaptasi dengan KX 85 cc, sebab terhitung baru 3 bulan aktif menunggang kuda besi yang memiliki postur lebih jangkung dari KTM 65 cc yang sempat menghantarkan M. Dhani sebagai jawara di even Kratingdaeng Supercrosser 2018 di Banyuwangi.

 

Crosser belia yang mengawali kariernya di motocross sejak 2016 silam itu dikader menjadi champion di even bergengsi di 2019. Sehingga, even yang sifatnya open dan kejurda dimanapun jadwalnya, sementara absen dulu. Pertimbangannya, kejuaraan motocross level nasional akan dimulai di bulan agustus – september. “Jadi, masih ada speling waktu 6 bulan, untuk mempertajam skill dan training fisik extra, ”terang Kamerun trainer Bali MX.

 

Apalagi, kompetisi motocross 2019 di kelas 85 cc, tantangan yang dihadapi M. Dhani cukup berat. Sebab, rivalnya rata-rata crosser 85 cc yang dua dan tiga tahun lebih dulu aktif berlaga. Sehingga, dari sisi jam terbang saja jelas berbeda.

 

“Tapi, ketika meninjau semangat M. Dhani yang luar biasa, taat, disiplin dan berkemauan keras, saya optimis M. Dhani mampu fight bahkan memimpin kejuaraan, ”yakin Vicky sapaan beken owner Bali MX itu.

 

Dan masih ada sisa rentang waktu 3,5 tahun bagi M. Dhani, untuk menjadi champion di 85 cc, ketika meninjau usia-nya yang terbilang strategis mengawali di 85 cc. Logikanya setelah setahun berjalan, rival-rivalnya dipastikan naik kelas efek limit usia. "Maka, momen itu pula peluang M. Dhani menjadi champion terbuka lebih lebar, "nilai Kamerun.

 

 

Bahkan, sebagai tambahan untuk menciptakan improve murid-murid Bali MX, kita pakai tiga sirkuit berbeda, seperti sirkuit Tengkundak Tabanan, sirkuit Jatimas Singaraja dan sirkuit Wahana Bali Denpasar.

 

“Dan tambahan satu lagi tapi masih dalam proses layout, rencana juga ada sirkuit motocross yang akan kita bikin, dengan berm yang bisa dipacu sampai gigi 5, ” terang Vicky berapi-api.

 

Dengan metodhe pelatihan skill seperti ini, saya harapkan crosser Bali MX bisanya bukan karena hafal sirkuit. Tapi, lebih ke penguasaan, improve dan membaca desain sirkuit. “Agar, crosser bisa mengambil sikap yang taktis dan penuh perhitungan, ”tambah Vicky.  

 

 

Sipnya, kalau sebelum di 2019 M. Dhani diback up oleh Umi dan Abi-nya saja. Tapi, sekarang M. Dhani diback up oleh keluarga besar H. Urip yang keseluruhannya pengusaha ayam potong. Jadi, di belakang nama tim-nya nanti ada tambahan nama Tiga Bersama Boiler Bersatu MX Team.

 

Kabar gila sekaligus bentuk keseriusan H. Urip sebagai penunjang prestasi M. Dhani, seminggu lalu H. Urip telah memesan KX 85 Pro Circuit Version. Jadi, total ada dua untuk training dan berlaga di event. “Lagi-lagi dipertimbangkan dari durasi waktu mesin saat aktif, dikhawatirkan kurang mendukung, ”terang H. Urip.    pid