MARVIN VILLOPOTO - BHAYANGKARA JOHNY PRANATA MX ACADEMY, KENDARI : JAWARA 50 cc 2018 & SIAP HAJAR CROSSER 65 cc

 

Aksi Marvin Villopoto saat training. Lagi improve dengan Husqvarna 65 cc terbarunya & sekaligus penjenjangan kelas yang akan diikuti.

 

Di Jatim makin popular kompetisi dengan back up crosser belia, seiring makin dominannya kelas-kelas dalam motocross yang dibuka sebagai penjenjangan crosser. Definisi demikian memang cukup luas. Hanya mampir dan mengikuti balap di Jatim saja, atau justru menimba ilmu di balap Jatim ?

 

Memang krusial, sebab Jatim makin diperhitungkan sebagai representasi para instruktur motocross sebagai kawahcandradimuka pembentukan skill, mental dan jasmani  crosser belia tanah air. Hingga, di setiap even motocross, quota crosser belia, dijamin membludak.

 

 

Komposisi kompetisi demikian ini pula, yang kemudian sukses melahirkan croser young guns, putra dari pasangan Victor Lawoliyo dan Yulia santi, yang baru saja membuat gempar pemerhati motocross tanah air, atas gelar yang diterimanya sebagai juara umum seri Kratingdaeng Supercrosser 2018 kelas special engine 50 cc, sekaligus runner up di kelas yang sama di putaran seri kejurnas region II tahun 2018.

 

Crosser belia kelahiran Kendari 25 april 2010 itu sukses bertarung dengan rival scoop nasional, yang di belakangnya tentu saja ada nama besar instruktur MX Training. Ada dua nama daerah yang secara tak langsung ikut dibesarkannya, yakni Jatim dan Kendari.  

 

Ada yang menarik untuk ditelusuri bersama, siapa saja sosok di belakang kesuksesan Marvin, terpenting apa saja yang memacu crosser belia yang mengidolakan Ananda Rigi itu bisa konsisten menjaga passion di motocross ? Berikut hasil kutipan wawancara dengan siswa SD MI Maarif, Sukodadi, Lamongan saat dikunjungi di padepokan Johny Pranata MX Academy, Lamongan dan didampingi oleh Medy AZ asisten Marvin.

 

 

Medy AZ & Marvin Villopoto. Kembangkan bakat & talenta di JPMA.

 

Selamat siang Marvin, apa sih kelebihan motocross sehingga Marvin merasa enjoy dan semangat berlatihnya luar biasa ?

 

Tantangan di motocross lebih banyak, peluang mengovertake rival tak cuman monoton dari permainan racing line. Sebab, kesempurnaan di setiap melahap variabel trek justru menjadi penentunya. Jadi motocross nggak instant, semua serba terukur dan untuk kesitu butuh training yang sifatnya berkesinambungan.

 

Pada ruang dan tingkat kesulitan ini, akhirnya saya penasaran untuk bisa dan bisa. Tapi, harus ada modal yang kuat lebih dulu untuk membentuknya, yakni kemauan keras dan tak cengeng . Kalau Mini Gp, saya lebih memandangnya untuk pengenalan balap sejak dini om, bagi saya terlalu simpel dan tak ada tantangan om.

 

 

Lantas apa yang mendasari Marvin suka dan bisa dibilang mania dengan motocross, siapa yang mengawali dan sejak kapan ?

 

Papa veteran pembalap motocross om. Motocross menurutnya bisa menjadi didedikasikan ke anak, untuk pembentukan sosok dan karakter lelaki om. Meskipun sudah tak balap, tapi kalau debat topik motocross, papa tak mau kalah. Tiada hari tanpa topik motocross. Bahkan untuk wilayah Kendari, bisa dibilang papa menjadi penggerak dan yang terus menggairahkan motocross di Kendari.

 

Dari awal itu juga, saat dibelikan minimoto Gazgas di 2017, saya yang jadi ketagihan. Jadi, awalnya cuman untuk bermain dan diajari om Hendrik Sunggoro rekan papa di Kendari. Dari situ minat dan passion motocross muncul dan akhirnya keterusan sampai sekarang. Dan di tahun itu juga, saya dinilai layak untuk menunggang special engine 50 cc untuk dikompetisikan di rangkaian seri Kejurnas di Kendari. Saat itu, akhirnya papa ikut menjadi instruktur dan ahli gizi, untuk melatih saya bersama om Hendik.

 

Gaya Marvin dengan Husqvarna 65 cc. Siap hajar crosser 65 cc di 2019.

 

Selama awal berlaga motocross di Kendari, apa saja prestasi ? Dan bagaimana ceritanya hingga menimba ilmu di Johny Pranata MX Academy ?

 

Pernah menjadi runner up di even kejurnas motocross saat digelar di Poso 2017. Kalau even yang sifatnya open motocross di seputaran wilayah Kendari dan Poso dan menjadi runner up di kelas 50 cc, sudah terbiasa.

 

Ketika bakat dan talenta mulai muncul, akhirnya giliran teman dan kolega papa yang mengkompori papa, agar bakat dan talenta saya di motocross lebih diseriusi lebih intens. Dan nama besar om Johny Pranata yang tenar di masa papa masih aktif membalap, menjadi pertimbangan dipilihnya sebagai MX Training, untuk mengembangkan bakat saya sampai sekarang. Terhitung bergabung di padepokan Johny Pranata MX Academy di tahun 2017.  

 

 

Apa resep Marvin untuk bisa menjadi jawara di kompetisi level nasional Kratingdaeng Supercrosser 2018 dan kejurnas region dua 2018 ?

 

Semua turunan teori dan praktek yang diajarkan sebagai bekal berlaga di motocross, harus optimal dan mendekati limit. Parameter ini yang bisa menilainya adalah om Johny dan om Hendi sebagai instruktur JPMA. Ada beberapa fase training yang berlangsung berulang-ulang, hasil evaluasi dari kekurangan skill saya.

 

Misalkan di variabel trek yang susah sekalipun ketika dinilai saya bisa, tapi saya belum mampu, saya akan berusaha mengulanginya berlatih sampai bisa. Jadi resepnya, cuman kemauan keras, tekad dan mendengarkan nasehat om Johny dan om Hendri, serta berdoa seperti pesan mama. Sisi lain, juga disebabkan faktor, terlalu awalnya saya terbiasa dan berlaga dengan special engine 50 cc. Jadi, ibaratnya matang di 50 cc.  

 

 

Saat memiliki prestasi puncak seperti saat ini, kelak apa obsesi Marvin di masa mendatang ?

 

Pastinya ingin sekali naik podium dengan membawa embel-embel nama Kendari. Sampai di even motocross skala dunia atau MX GP, yang telah berlangsung di tanah air. Semoga orang tua bisa terus mendukung om, sampai Marvin menjadi remaja dan sukses di pentas dunia.  

 

 

Selain aktif menekuni motocross, ada nggak hobi lain yang tak boleh kelewatan ?

 

Kendari dikelilingi laut, bagi saya laut sudah familiar sejak kecil. Entah main speed boat bareng keluarga, jagain papa diving, hingga mincing. Akhirnya tertularlah bermain air, tapi di level renang saja om. Kalau sekarang dan ketika pingin renang, paling saya minta diantar ke Wisata Bahari Lamongan, untuk renang. Sekalian, buat bantu olah pernafasan, latihan fisik dan melemaskan otot, jadi nggak cuman main-main om.

 

 

 

 

Hendri Yusuf Instruktur JPMA

Improve dulu dengan 65 cc & ada tambahan bekal materi baru

 

 

Ketika meninjau umur Marvin yang sekarang sudah menginjak 9 tahun dan telah matang di 50 cc, secara penjenjangan akan dibawa kemana ? Akankah Marvin memiliki kelebihan saat naik kelas ke jenjang lebih tinggi ?

 

Dari sisi psikis Marvin, mulai terbentuk baik nyali dan mental bertarungnya. Kontrol emosinya juga sudah cakep, bekal ini nantinya yang akan membuat dia lebih enjoy dengan Husqvarna 65 cc, sebagai penjenjangannya. Nyali ada dipadu kuda besi performa lebih tinggi, jadi tinggal memantau improve Marvin, apa yang bisa dimanfaatkan dengan kuda besi dengan cc lebih tinggi.

 

Sembari, kita mengajarkan materi teori dan praktek yang terbaru sifatnya step by step, sebagai bekal tambahan di 65 cc. Dari sisi training fisik, pastinya juga ada tambahan menu. Tapi, saya optimis Marvin, mampu fight dengan crosser 65 cc pada waktunya. Kita lihat saja bersama perkembangannya.   pid

 

 

Bio data

Nama : Marvin Villopoto

Tempat & tanggal lahir : Kendari, 25 April 2010

Ortu : Victor Lawoliyo - Yulia Santi

Sekolah : Kelas 3, SD MI Maarif, Sukodadi, Lamongan

Hobi  : Renang

Prestasi : Juara umum seri Kratingdaeng Supercrosser Nasional 2018 &

Runner Up Kejurnas 2018 Kelas 50 cc Region II