MOTOGP BRNO FREE PRACTICE : Masih Kagok Operasikan Holeshot Device, Quantararo Tetap Tercepat

FABIO QUANTARARO. Sementara masih tercepat di sesi latihan hari Jumat.

Weekend ini, race MotoGP kembali digelar di sirkuit Brno. Sesi latihan hari jumat pagi, ada kejutan dengan kencangnya Takaaki Nakagami yang menjadi pembalap tercepat di FP1. Namun, di sesi latihan siang, duo joki Petronas Yamaha, Fabio Quantararo dan Franco Morbidelli menguasai posisi top tercepat di FP2.



Di sesi latihan pertama, Nakagami membukukan catatan waktu 1 menit 57,353 detik setelah melahap 17 lap, hanya selisih 0,011 detik dari Joan Mir (Suzuki Ecstar) di posisi kedua dan 0,039 detik dari Pol Espargaro (Red Bull KTM) di posisi ketiga. Sedangkan di sesi latihan kedua (FP2), Fabio Quantararo mencatat waktu tercepat 1 menit 56,502 detik, dan hanya selish 0,007 detik dari Franco Morbidelli di posisi kedua tercepat.



Meski menjadi yang tercepat, Quantararo mengakui motor Yamaha-nya masih belum menemukan setelan paling nyaman, kala menggunakan perangkat holeshot berupa rear-lowering system, yang selama ini belum pernah dipakai di race 

 


Di dua sesi latihan Brno, Quantararo sudah mencobanya, namun belum terlalu ngeh dengan perangkat ini, terutama operasional pra dan setelah keluar tikungan. "Masih rada sulit dioperasikan, beda dengan Ducati. Saya sudah mencobanya beberapa kali tapi belum menemukan moment yang tepat. Untuk sekarang, saya hanya pakai saat start saja," bilang Quantararo.

 


Di sisi lain, joki Ducati seperti Danilo Petrucci mengakui jika perangkat holeshot milik Ducati sudah enak dipakai, bahkan bikin akselerasi motor lebih cepat daripada sebelumnya, karena semakin familiar dipahami. "Dibandingkan di Jerez yang kadang sekali dua kali dipakai, di Brno saya bisa tiga kali pakainya per lap, karena lebih banyak trek lurus dan area braking. Jadi bisa lebih banyak akselerasi," ucap Petrucci. "Jika kami mendapatkant titik penyalaan yang pas di tikungan dengan sudut rebah maksimal, mungkin bisa jadi keuntungan saat keluar tikungan, karena perangkat ini rada susah dinyalakan di tengah tikungan," tambah Petrucci.

 


Holeshot device berupa rear-lowering system ini dinyalakan oleh pembalap dengan menekan tombol di setang, saat motor keluar dari tikungan. Dengan merendahkan posisi belakang motor, maka kemungkinan ban depan terangkat (wheelie) bisa dikurangi saat gas dibuka penuh begitu keluar tikungan. Dengan begitu, akselerasi juga maksimal dan stabil untuk tikungan berikutnya.

 


Saat ini, hampir semua tim sudah menggunakan sistem ini. Ducati dan Yamaha memilih rear-lowering system, sedangkan Aprilia dan Suzuki pakai front-holeshot device.  Honda dan KTM kemungkinan memakai sistem yang sama, namun selama ini dirahasiakan.

 

 



naskah/foto : punk/motogp