IAN 25 ENGRAVING - SOLO : Otodidak Kembangkan Grafir Motor Dari Teknik Membatik

Gegara booming seni ukir dan pahat bermedia part motor, cukup banyak modifikator baru yang bermunculan. Bukan hanya dari sisi kreasinya, tetapi juga kian bejibunnya wirausaha di bidang yang lebih sering disebut engraving tersebut.

 

Ian yang mengibarkan bendera 25 Engraving dari Sukoharjo Solo termasuk salah satu pelakunya, yang kini coba mengembangkan seni grafir dari bekal ilmu membatiknya.

 

 

HASIL KARYA IAN. Grafir ukir dari berbagai part motor.



"Awal dari hobi sih, sempat ikutan komunitas Vixion Jari-Jari di kota Solo, dan iseng juga modif motor sendiri, dengan modif yang kala itu street racing. Karena juga sering touring dan ikut kontes, akhirnya jadi tertarik memperdalam trend grafir," buka Dwi Yan Ardiyanto, nama lengkapnya.  Dengan seringnya terjun di arena kontes, Ian pun mempelajari bagaimana grafir ini, karena dirasa semakin banyak yang memakainya.

 

IAN. Belajar otodidak.



Uniknya, Ian mengaku jika teknik grafirnya didapat secara otodidak, bukan dari formal ataupun belajar dengan orang lain. Berhubung ia sempat punya latar belakang desainer batik, dia pun berusaha menciptakan motif dan ornamen yang sempat jadi keahliannya. "Membatik dengan grafir memang beda, baik cara ataupun medianya, tetapi motif, bentuk ataupun tema-tema hampir sama, justru karena suka mendesain bisa lebih terarah," tutur Ian.

 

VIXION. Motor pertama yang dijadikan media ukir dan pahat.



Dan motornya sendiri yang awalnya dijadikan bahan uji coba grafirnya, terutama dari part mesin sampai kaki-kaki. "Setelah sering saya unggah di medsos, dan banyak yang suka, akhirnya juga banyak yang pesen. Dari situlah saya kian bersemangat berkreasi dengan grafiran ini," tambahnya. 

 

Pastinya, ada beberapa ciri khas garapannya, seperti lekuk ukiran yang lebih luwes, sesuai gambar motif keinginan konsumen, baik untuk model dua dimensi ataupun tiga dimensi. Selain itu juga diunggah motif klasik seperti wayang, tribal klasik atau batik yang dipadu motif modern.

 

MOTIF KHAS. Klasik dan modern.



Untuk pengerjaannya sendiri, Ian 25 Engraving menyesuaikan dengan permintaan dan budget konsumen, namun dia memberi ancar-ancar harga mulai 900 ribuan untuk gravir blok/kalter kiri kanan, dan sudah difinishing krom dan candy, dengan lama pengerjaan sekitar dua mingguan. "Kalo paket full sekitar tiga jutaan, tergantung jenis motor dan requestnya sih," tutup Ian.

 


Nah, untuk lebih mendekatnya ke konsumen, Ian memasarkan produk grafirnya dengan membebaskan modiflover atau speedshop untuk jadi reseller, karena peminat grafir memang semakin merata, karena tidak hanya Jawa, tetapi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Indonesia Timur. 





IAN - 25 ENGRAVING
ds. Turen Rt.02 Rw.18 Palur, Mojolaban
Sukoharjo - Solo08596-4936-4154


naskah/foto : punk/istimewa