Litta Rahmawati Istri Mevans Sanggramawijaya owner Onesixeight MX - Racing Team, Jakarta : LEBIH SENANG "DADDY" TURUN BALAP

 

 

Sosok pria metroseksual yang satu ini memang romantis abis, disaat paddock sebelah tegang mengatur strategi dan mekanik bising mencari final setting, Mevans Sanggramawijaya owner sekaligus rider Onesixeight Racing Team, Jakarta, nama tim yang dipakai saat transisi di supermoto itu, justru terlihat mesra dengan Litta Rahmawati permaisurinya.

 

 

Hobi balap bagi Mevans adalah hal positif yang telah menjadi komitmen pebisnis tenar tanah air di bidang kontraktor itu. Memang sih, hobi positif itu mahal, tapi dengan hobi positif, keutuhan rumah tangga jadi lebih terjaga. Paradigma ini yang telah menjadi janji suci, antara Mevans dan Litta  dua hati yang telah disatukan dalam ikatan rumah tangga.

 

 

Dan balap itu sebenarnya refleksi kehidupan, baik motocross dan supermoto, adalah bentuk perjuangan pembalap dalam hal ini adalah kepala rumah tangga. Bagaimana cara mengatur dan membawa kuda besi yang benar, safety tanpa celah, hingga mencapai finish.

 

Litta tahu akan filosofi itu, Mevans sangat suka dengan sudut pandang yang dipilihnya. Seorang pembalap itu ciri khasnya selalu prepare, konsisten, hingga berusaha smart untuk menjaga emosi dan jalur membalapnya. “Seperti daddy (panggilan kesayangan Litta untuk Mevans) yang setia berada di jalur hati saya, ”canda Litta yang terlihat tak pernah jauh dari Mevans.

 

Termasuk saat berada di grid position, Litta masih menyempatkan berpose, dengan sang pangeran. Jamil MC dari Genta and Production, sampai terhanyut dan menyempatkan menjadi backsound dalam suasana romantis ini. 

 

 

Romantisnya Litta, juga berusaha tampil memahami fungsi dari pit crew spesial bagi sang Mevans Sanggramawijaya. “Mental saya dengan Mommy (panggilan kesayangan Mevans untuk Litta) justru tak dibuat down, tapi dipacu untuk terus semangat, hingga membalap fokus dan benar, ”senyum Mevans.

 

Bahkan di tengah kebisingan dan panasnya sirkuit, tak menjadi beban sosok Litta, demi mengawal pangeran dari tepi pagar BRC sirkuit, sembari membawa pesan di lap board.    

 

Paling eksotis sekaligus romantis saat berakhirnya even trial game asphalt 2019 seri 3, Mandala Krida, Jogja. Saat itu pula, kembang api berdurasi 10 menit, dimanfaatkan Litta dan Mevans, erat bergandengan tangan, sebagai euforia kemenangan, sembari berimajinasi memandang masa depan yang atraktif.  

 

Suasana harmonis seperti ini yang juga terus ingin dijaga Mevans, sepanjang mengarungi bahtera rumah tangga dengan kekasih yang kini menjadi pasangan hidupnya. Dengan racing hidup makin terarah, banyak logaritma yang bisa ditarik ke arah positif, salah satunya quality time untuk keluarga.

 

 

Bagi saya racing itu berwisata, mengenalkan kearifan lokal sebuah daerah ke Mommy, mencari obyek wisata baru, menikmati kuliner sampai mengenal uniknya kultur sebuah daerah. “Dalam suasana refresh sepert ini, upaya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, justru saya menemukanya disini, ”bisik Mevans.

 

Dan ingin sekali dalam fase program hamil ini, Mommy bisa terjaga kebahagiaanya, meskipun kesempatanya lebih banyak didapat lewat dunia kompetisi. Bahkan saya berserta tim Onesixeight MX Team di off road atau Onesixeigh Racing Team di on road, ingin sekali go interanational. “Sekaligus sebagai upaya refresh mencari suasana baru di luar negeri, demi kebahagiaan Mommy di masa program hamil saat ini, ”urai Mevans.

 

Kali ini otre, mencoba mengkonfirmasi ibu Litta, terkait kisah romantis Mevans Sanggramawijaya, sampai sejauh mana sih. Berikut hasil kutipan wawancaranya ;

 

 

Sejak kapan ibu Litta suka dengan balap motocross dan supermoto ? Sebab ibu Litta terkesan sangat menikmati, setiap mengikuti bapak di setiap kejuaraan balap, baik motocross dan supermoto, apa alasan paling mendasar ?

 

Sejak daddy awal turun di motocross, tepatnya 2 tahun lalu, saat mulai dibangunya Onesixeight MX Team, Jakarta, saya mulai tahu persis apa itu motocross dan sistem kejuaraanya seperti apa. Saya perhatikan lingkungan motocross juga sangat visioner, serba professional dan disiplin ada semi militernya. Dari tradisi training fisik, mengatur jam, pola makan, sampai latihan skill, saya nilai ini adalah hobi yang memiliki value cukup tinggi bagi kepribadian seseorang, termasuk daddy. Kadang kasihan juga kalau daddy kecapekan, ya kadang sebel juga, jadi kehitaman gitu kalau sering manas di sirkuit. Tapi, prinsipnya saya sangat mendukung, di rentang usia dan puncak kariernya, daddy bisa mengontrolnya dengan baik, rasa bangga memiliki sosok pria idaman itu yang tak bisa diuraikan dengan kata-kata mas.

 

Setelah aktif mengikuti bapak di kejuaraan motocross maupun supermoto, apa hikmah dan kesan yang ibu Litta dapatkan ?

 

 

Daddy terkesan ingin menunjukkan dan mengenalkan, hingga ke akar, sisi positif dan tujuan turun di balap motocross maupun supermoto. Terus terang saya sangat mendukung, saya lebih suka daddy aktif mengikuti balap. Sebab, lingkunganya cukup positif. Lebih mendalam lagi,  ketika daddy balap ternyata tidak sekedar balap, daddy terbiasa mengunjungi kolega dan karib lamanya. Sebagai istri saya tenang mas, karena saya tahu kegiatan suami saya positif. Tapi, kadang kembali lagi ke naluri wanita ya mas, hobby positif itu ternyata mahal, kira-kira buat membangun supermarket tas import mungkin sudah jadi ya mas. Ya bagaimana lagi, itu sudah komitmen kita berdua. Kalau hobby yang murah yaa diroom karaoke, hahahahaha (ibu Litta sambil tertawa lebar). Makanya setiap daddy beli motor baru, ada konsekuensi baru lagi nih mas, ya saya harus dibelikan tas baru, kalau daddy ngumpulin motor saya ngikut ngumpulin tas, hahahaha. Overall ini adalah kegiatan daddy yang positif dan banyak manfaat bagi sekitar, saya sangat mendukung.

 

Benar juga ketika ibu Litta punya impian membangun supermarket tas import, sebab ketika dikalkulasi biaya balap Onesixeight MX Team, Jakarta sejak awal didirikan sampai sekarang kemungkinan bisa mewujudkan untuk itu. Lantas pertimbangan krusial apa yang membuat ibu Litta tetap setia mendukung bapak turun di balap hingga menjadi nakhoda Onesixeight MX Team, Jakarta ? 

 

Jaman sekarang banyak banget pelakor, tapi kalau kita tahu hobby suami kita postif,  semahal apapun demi keutuhan rumah tangga pasti kita mendukungnya. Tak menutup kemungkinan saya yang sudah setia menemani suami saya disetiap kegiatan, terkadang masih ada yang usil. Tapi, Alhamdulilah suami saya punya komitmen menjadi laki-laki bersahaja dan saya tau banget prinsip daddy. Biakan mereka diluar sana mengidolakan suami saya, tapi yang pasti dalam hidupnya daddy cuma ada saya. Terkadang sikap daddy yang berlebihan, dalam memperlakukan saya, pada akhirnya membuat wanita-wanita diluar sana semakin menyesal dan ingin sekali ada diposisi saya. Laki-laki sukses punya banyak wanita itu sudah biasa, tapi ketika laki-laki sukses hanya punya satu wanita di dalam hidupnya dan bisa menjadi panutan dirumah itu baru luar biasa. Dan daddy sangat menunjukan itu di rumah, yang kadang masih saya omelin kalau tidur kemalaman.

 

Tapi, ibu Litta kok merasa tegar saat melihat bapak duel dengan rival di sirkuit, bahkan ibu sesekali memberi motivasi. Bisa diceritakan bagaimana ibu melawan rasa khawatir, dengan situasi kejamnya di sirkuit ?

 

Sudah pernah kita bicarakan panjang lebar, naluri seorang wanita ketika melihat pria yang dikasihinya membalap, sepertinya sama ya mas perasaanya, dengan wanita lain. Tapi, daddy, berkali-kali menjelaskan dan berusaha ingin dimengerti, apa itu motocross dan supermoto, hingga meminimalisir resiko. Dan bagaimana jadi crosser atau rider yang safety, itu sudah bolak-balik dijelaskan daddy, sampai kompleks. Dan akhirnya turun di balap ini sudah menjadi komitmen kita berdua. Ada tambahan MOU juga mas, setiap daddy turun balap saya harus ikut dan harus menemukan kuliner terbaru.

 

 

Ibu Litta dan bapak selalu tampil romantis, kalau boleh tahu bapak Mevans itu apa benar romantis juga kalau di luar sirkuit ?

 

Emmm, ini yang kadang membuat saya tak bisa jauh dari daddy. Sejam tak ketemu serasa dua hari tak berjumpa. Daddy orangnya care, termasuk di tim motocross dan supermoto, juga sama. Dimana ada daddy selalu terjalin suasana harmonis. Perhatian dan bentuk kasih sayangnya ke saya, bisa dibilang tanpa batas. Kadang spontanitas perilaku daddy yang romantis, tak memandang tempat dan waktu, ya kadang bikin saya merasa surprise. Dulu kisah romantis yang hanya bisa dinikmati dari membaca novel, skenario sinetron dan film, sekarang saya bisa menikmati langsung, kisah romantis itu seperti apa. Saya bersyukur punya pasangan hidup yang selalu hadir membuat perasaan hati bangga, sebagai cermin sosok pemimpin masa depan yang penuh tanggung jawab. Kalau ditanya kisah romantis diluar sirkuit, daddy paling lihai, ya sama tak mengenal waktu dan tempat, ah jadi buka rahasia dapur ini mas.

 

Kalau boleh tahu, bapak suka pakai parfum hanya bersama ibu Litta saja, atau di semua kegiatan bapak memang sudah menjadi kebiasaan pakai parfum ?

 

Itu juga gara-gara saya mas, saat pertama kali ikut daddy latihan balap di sirkuit motocross, wajar dong kalau keluar keringat. Sempat saya sindir, sambil nanya gini, “ada nggak ya pembalap motocross yang tetap wangi setelah balap”. Ya akhirnya malah keterusan sampai sekarang. Sampai wearpack dan semua apparel sekarang dikasih parfum. Kelakuan-kelakuan daddy seperti itu yang selalu ngangenin.