Kenali 7 Penyebab 'Bunyi Asing' Di CVT, Biar Cepat & Tepat Penanganannya

KERUSAKAN DI.AREA CVT. Bisa dikenali dari bunyi decit, berisik atau kasar.

Banyak yang bilang, biaya perawatan motor skutik berpenggerak CVT (continuously variable transmission) lebih mahal dibandingkan dengan motor berpenggerak rantai. Ini bisa dimaklumi, mengingat konstruksi, sistem dan part yang digunakan dalam CVT lebih banyak daripada penggerak rantai. Praktis, jika terjadi kerusakan, komponen yang mesti diganti juga jauh lebih banyak.


Nah, satu tanda yang muncul yang bisa jadi indikasi kerusakan di seputar area CVT adalah munculnya bunyi-bunyi asing (berisik, dengung dll) yang mengganggu. Lalu apa penyebabnya?





1. SABUK CVT AUS

 

 

V-BELT. Lakukan penggantian sebelum terjadi aus, retak atau putus.



Jika muncul bunyi berisik, seperti bunyi decitan tikus, yang disusul dengan performa skutik turun, bisa jadi penyebabnya adalah keausan sabuk CVT atau v-belt. Aus ini bisa karena pemakaian, yang mana kondisinya jadi retak, melar atau bahkan bisa putus.

 

Sabuk yang melar, bisa membuat selip sehingga muncul decitan tadi. Bisa juga membuat gesekan di crankcase. Segera lakukan pengecekan rutin, atau ganti begitu kondisinya aus. Biasanya, pemakaian sabuk CVT adalah 24 ribu - 30 ribu km.

 


2. ROLLER RUSAK/PEYANG

 

 

ROLLER. Bisa peyang atau rusak karena sabuk.



Part ini adalah penerus daya di skutik, karena dia bertugas memberikan tekanan keluar di rumah roller, sehingga membuat puli depan (drive pulley) bergerak dengan gaya sentrifugal dan muncul perubahan diameter sabuk yang kemudian roda bisa berputar sesuai betotan tuas gas.

 

Kerusakan roller, biasanya karena aus atau peyang yang kemudian menimbulkan bunyi. Bisa juga, roller peyang karena sabuk v-belt yang aus dan menjalar ke rumah roller berikut rollernya. Jika muncul bunyi yang lebih aneh, macam kretek-kretek seperti kayu yang patah, bisa jadi roller tersebut hancur atau pecah, bukan peyang lagi.

 


3. SLIDER PENUTUP ROLLER

 

 

PLASTIK SLIDER. Murah namun fital.



Part ini mungkin sepele, karena hanya hanya berbahan plastik. Berbentuk seperti huruf U. Namun, plastik penutup roller dan rumah roller juga bisa jadi masalah jika aus. Maklum, kerja dari slider di tempat landasan rumah roller yang bergerak membuka dan menutup atau bergeser sesuai putaran mesin.

 

Saking seringnya bergerak, aus dan selip bisa saja terjadi dan akan menimbulkan bunyi berisik. Semakin berisik slider berarti terjadi celah, sehingga banyak getaran yang membuat roller tidak bekerja maksimal.

 


4. FACE SET MOVEABLE DRIVEN

 

 

FACE SET MOVEABLE DRIVEN. Part yang mendapatkan gesekan terus.



Nama teknisnya begitu, tapi banyak yang menyebutnya dengan secondary sliding sheave. Part ini berfungsi untuk mendorong per CVT. Karena menopang putaran sabuk terus-menerus, secondary sliding sheave bisa aus atau oblak, tergerus oleh pasangannya.



Selain memunculkan suara kasar, jika part ini aus maka akselerasi skutik terutama di rpm menengah nggak bisa loss seperti nyendat/tertahan, namun kemudian hilang begitu naik ke rpm tinggi. Kebiasaan membetot tuas gas secara mendadak atau menyentak-nyentak gas bisa jadi penyebabnya.

 


5. KOPLING

 

 

KOPLING. Fital untuk mentransfer tenaga.



Tentu sudah ada tahu, fungsi kopling adalah meneruskan/mentransfer daya ke roda belakang. Kopling bisa kerja maksimal jika tenaga mesin tersalur maksimal, tidak selip atau loss power. Sebaliknya, kopling yang aus, tenaga tidak tersalur semestinya dong. Nah, biar fungsi kopling bisa dimaksimalkan, bisa dipakai trik memperluas bidang kontak kopling atau bisa juga memakai kpling dengan material yang punya koefisien gesek tinggi.

 


6. MANGKOK KOPLING

 

 

MANGKOK KOPLING. Muncul bunyi jika tidak rekat.



Disebut juga clutch housing, yakni rumah atau mangkok sebagai bidang kontak dari kopling tadi. Jadi, juga membantu kerja kopling biar maksimal. Bunyi decitan, bisa muncul juga dari bagian ini karena muncul kerenggangan antara casing dan mangkok koplingnya. Trik gampang, bisa dilem besi agar rekat kembali.

 


7. KAMPAS KOPLING SENTRIFUGAL

 

 

KAMPAS KOPLING. Bisa terkikis dan menipis.



Bunyi decitan, bisa juga disebabkan oleh kampas kopling yang menipis atau habis. Jadi, meskipun gas ditarik mentok dan mesin meraung tinggi, tetapi kecepatan motor tidak sesuai putaran mesinnya. Jika diibaratkan, seperti orang lagi ngeden.

 

Ada baiknya, cek ketebalan kampas dengan sketmat, jika berkurang lebih dari 1-2 mm dari standarnya, berarti saatnya diganti. Atau bisa juga menentukan laik tidaknya kampas ini dari kondisi luarnya, masih rata atau tidak. Kampas baru atau yang masih bagus, ada rata ketinggiannya.


 

 


naskah/foto @jepunk_ototrend