HONDA GL MAX - JOMBANG : KONSEKUENSI STROKE 73 MM

PELAN TAPI pasti, kompetisi sport 4 tak FFA kembali ramai di Jatim. Pelakunya tak lagi orang racing, komunitas sport 4 tak juga mulai hadir berlaga disini. Wajar toh, komunitas sport 4 tak lebih aktif mengembangkan dan bernovasi korekan dan aplikasi option part racing disini.


Dibandingkan tuner karapan, malah lambat, impact peminat kelas ini tak seramai kelas regular karapan 201 meter lainnya.  "Jadi siap-siap nih promotor membuka telinga, untuk memasukan kelas ini di kelas regular, ingat ya, "tegas Dian owner tim Black Baronk Randumas P5Boer, Jombang.

Dian juga menambahkan, bahwa segmen sport 4 tak extrem ini yang menjadi basis work shop lebih dulu, sebelum berkembang menelurkan korekan kuda besi lainnya.

Tunernya tetap diback up Bowo, yang dari dulu jago kanibalan option part sport 4 tak. Demikian korekan kali ini, juga familiar diterapkan di kuda besi touring garapan harian Bowo. Macam pemakaian piston Scorpio 70 mm, dengan pen 16 mm. Naik turun di liner silinder kanibalan mobil, untuk mempermudah pengaturan diameter dalam dan luarnya.




Buat ketahanan ketebalan liner kita pertahankan di 4,25 mm. Itu artinya, diameter totalnya 78,5 mm. Itu juga yang menjadi pedoman remer crankcase. Spray hole jalur pelumasan dari pompa oli jadi digeser lebih ke kanan. Kalau as kruk aplikasi Mega Pro, posisi big end digeser hingga 73 mm. Kapasitas mesin sukses dikail 280,80 cc.

Ada hal yang menarik dari konsekuensi stroke 73 mm. Tepi daun as kruknya tak lagi dibobok las listrik. Tapi ditambal plat baja 8 mm melingkar daun as kruk. Tambahan beban jadi lebih merata. Sebab, ketika pakai bobok las, masih ada saja bagian yang berpori. "Hasilnya juga beda, sebab titik balancing as kruk lebih dapat, "yakin Bowo yang mencangkok bearing askruk Tiger.

Masih terkait dengan konsekuensi stroke 73 mm, saat TMB tentu saja menjadi pertimbangan Bowo. Mengingat langkah makin panjang, saat TMB sisi bawah piston rawan bentrok daun as kruk. Di zona ini Bowo aplikasi resep kanibalan conrod Ninja 150, dengan dimensi lebih panjang 5 mm.

Sisi lain, konversi speed diback up kopling house Tiger. Diteruskan gigi rasio 1(31-16), 2(28-21), sedang gigi 3, 4 standar dan 5(24-23), serta disempurnakan final gear 14-38. Berikut doping PWK 35 mm, spesial melayani stroke panjang. Pertimbangan ini juga, camshaft mengusung durasi rendah di 264 derajat.

"Finishingnya pengapian saya aplikasi sistem AC dan dimuntahkan CDI dan koil Tiger, "urai tuner yang diback up rider Kipli itu. l pid

SPESIFIKASI
PISTON : Scorpio CONROD : Ninja 150 CDI : Tiger FINAL GEAR : 14-38 KOPLING HOUSE : Tiger AS KRUK : Mega Pro KARBU : PWK 35

  • TERBARU
  • TERPOPULER
  • TERBANYAK