YAMAHA F1Z R - MAGETAN : Lebih Fokus Karbu dan Revisi Knalpot

NIH DIA sutradaranya kompetisi bebek goreng alias bebek 2 tak 116 cc di Jatim, Nanang Setyabudi, tuner asal desa Bodor, Pace, Nganjuk. Emosi manajer, tuner sampai rider, yang mengatur Nanang. Kuda besi garapan Nanang, ibaratnya parameternya bebek goreng di Jatim.


Hingga tuner yang membawahi beberapa tim road race di Jatim ini, sering kali dimainkan oleh regulasi. Padahal performa mesinnya pure atas kecermatan dan evaluasi berkesinambungan. Termasuk Cahaya Barokah Sumber Sawit Racing Team, Magetan yang kini merapat ke padepokan Nanang.

Sekilas infonya, Irwan Koyek pemilik tim terobsesi ingin tampil menjadi jawara di kelas bebek 2 tak 116 cc. Dan menjadi prioritas, ketika rider dipilih petarung yakni Sakti Andre, untuk menandingi performa F1Z R korekan Nanang.

Resep korekan yang diaplikasi ribet di karbu. Silinder skep diremer 24,6 mm dari standarnya 22 mm dan venturi 21,8 mm. Sektor nozle diaplikasi dengan kode 4WH, identik memiliki lubang lebih besar. Disinkronkan dengan melebarkan lubang air screw 0,2 mm.




Konsep racikan karbu demikian ini yang mampu menawarkan kurva HP serasi dengan torsi di gasingan bawah lebih bengis. Dan konsep karbu seperti ini yang mampu mengimbangi postur Dito rider sebagai tester mesin 65 Kg. Acuhannya, ketika dipacu Dito bengis dipastikan akselerasinya bengis.

Pasal itu, main jet diseting 230 dan pilot jet 42,5. Juga sesuai pertimbangan bobot Sakti Andre yang mendekati 50 Kg itu. Lebih lanjut, perangkat daun membran aplikasi orsi. Cuman diganjal membran yang dibentuk dengan panjang sepertiga daripanjang total membran. Mekanisnya jadi lebih kaku, kontrol gas segar makin presisi cenderung kering.

"Lonjakan RPM jadi singkat ke RPM tinggi, kendati CDI dan unit spul bawaan F1Z R Clutch 98, "yakin tuner yang menakar perbandingan kompresi di angka 7,1 : 1.

Sisi lain, porting tinggi transfer dinaikkan menjadi 39 mm, berikut tinggi lubang buang 24,5 mm dengan lebar 39 mm sebagai input dari perbandingan 75% diameter piston. Memang sih konsekuensinya berat, sebab aturan porting demikian ini, penyimpangan as kruk bisa dipakai hanya sampai 0,3 mm.

"Lebih dari itu HP dan torsi maksimal berubah, "yakin Nanang yang menganut diameter perut knalpot 148,54 mm dan panjang stinger 108,26 mm. So, even perdana saat di Blitar minggu silam, tim Cahaya Barokah Sumber Sawit Racing Team, Magetan mulai menjadi momok. l pid

SPESIFIKASI
PISTON : Over size 100 KARBU : Skep 24,6 mm NOZLE : 4WH VENTURI : 21,8 mm MEMBRAN : Orsi tambah setengah PERBANDINGAN KOMPRESI : 7,1 : 1 KNALPOT : Perut 148,54 mm & stinger 108,26 mm n IRWAN KOYEK. Owner tim.


  • TERBARU
  • TERPOPULER
  • TERBANYAK